
Ada 2 anak manusia sedang tidur berpelukan di atas ranjang. Mereka tidak sadar kalau yang mereka peluk itu adalah tubuh orang bukan guling atau boneka.
'Ini wangi sekali dan buat nyaman.' Alin semakin menelusupkan wajahnya di dada Raihan dan memeluknya semakin erat.
'Empuk. Perasaan di kamar nggak ada boneka.' Raihan merem_as bokong Alin dan menjadikan tubuh gadis itu layaknya guling yang sering dia peluk.
Merasa ada yang aneh, mereka membuka matanya secara perlahan. Otak mereka masih loading karena rohnya belum terkumpul semua.
'Ada laki-laki ganteng! Ini mimpi indah yang rasanya makin betah buat tidur,' ucap Alin dalam hatinya.
'Ada perempuan. Pasti ini mimpi. Ini anak siapa? Kenapa muncul dalam mimpiku?' tanya Raihan dalam hatinya.
Keduanya masih dalam posisi sama saling berpelukan. Beberapa kali mata mereka berkedip-kedip. Setelah merasa ruh mereka terkumpul semua dan sadar akan keadaan mereka sekarang. Keduanya pun berteriak.
"Kyaaaak!" teriak Alin dan Raihan sambil memisahkan diri.
Alin menyadari kalau saat ini dirinya hanya pakai tangtop dan celana rangkap yang sering di jadikan dalaman untuk menutupi kulit kakinya. Sementara itu, Raihan terkejut karena melihat penampakan gadis yang menurutnya, setengah telanjang.
"Kyaaaak!" Keduanya kembali berteriak.
"Astaghfirullahal'adzim. Ian … Alin! Apa yang sedang kalian lakukan!" Suara Mentari menggelegar setelah sesaat membuka pintu kamar putra sulungnya.
__ADS_1
Mentari masuk bersama Rayyan dan diikuti oleh Fatih beserta Abimanyu dari belakangnya. Kedua laki-laki bertitel Ayah itu, sangat terkejut saat melihat anak-anak mereka berada di atas ranjang yang sama di balik selimut.
"Ian …!" Fatih terlihat murka.
"Alin, apa yang sudah kalian lakukan?" Abimanyu shock melihat putrinya yang hampir telanjang (penglihatan semua orang yang ada di sana 😎).
Mentari mendorong Fatih dan Rayyan untuk ke luar kamar. Sementara itu, Abimanyu mencari baju putrinya dan menyuruhnya cepat pakai baju dan jilbabnya.
Raihan yang berpakaian lengkap pun segera bangkit dari kasurnya. Dia merasa sangat gusar dengan kehadiran orang yang tidak di kenali masuk kamar tidur pribadi tanpa diketahui olehnya.
"Bun, ini salah paham. Aku …." Raihan menatap dengan memelas pada Mentari.
"Jelaskan nanti di bawah," balas Mentari.
"Maafkan Alin, Yah!" pinta Alin memohon dengan matanya yang berkaca-kaca.
***
Kini semua keluarga Fatih dan Abimanyu berkumpul di ruang keluarga. Mereka sedang menyidang Raihan dan Alin.
"Kalian berdua harus mempertanggungjawabkan perbuatan tadi," ucap Khalid dengan tegas.
__ADS_1
"Opa, percayalah! Kita berdua tidak melakukan apa-apa. Dia saja yang seenaknya sendiri masuk kamar orang lain," ujar Raihan yang berakhir kekesalannya.
"Terus tadi yang remas-remas bokong aku, siapa? Kakak 'kan? Mengaku tidak melakukan apa-apa," ucap Alin tanpa sadar karena emosi sudah disalahkan.
'Gila nih, anak! Kenapa nggak diam saja? Ini malah semakin kacau,' gerutu Raihan dalam hatinya.
"Apa?" Semua orang remaja dan dewasa di sana terkejut.
"Dengan begini sudah tidak ada bantahan lagi buat kalian berdua untuk menikah." Khalid menghela napasnya.
"Aku tidak mau!" ucap Alin dan Raihan bersamaan.
"Tidak ada bantahan!" Kali ini Fatih dan Abimanyu bicara yang bersamaan.
"Kalian berdua akan menikah malam ini juga. Meski baru secara nikah agama," ucap Khalid.
"Baiklah, aku setuju. Biar aku hubungi keluarga aku di kampung halaman terlebih dahulu," balas Abimanyu.
"Kalian berdua persiapkan diri untuk proses ijab qobul nanti," kata Fatih pada kedua pemuda dan anak remaja yang duduk bersisian.
***
__ADS_1
😱😱 Raihan akan menikah paling duluan. Kira-kira bagaimana tanggapan Aruna dan keluarga besarnya ya! Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Dukung aku dengan kasih Like dan Komentar 🤗🤗.