
Mobil yang ditumpangi oleh Yusuf dan Zulaikha, melaju dengan sangat kencang. Mereka menelusuri jalan disepanjang pantai. Saat di pertengahan jalan, pintu di sebelah Yunus terbuka bersamaan dengan sabuk pengaman. Lalu si sopir menendang Yunus sehingga jatuh terpental ke jalanan.
Brak!
"Aaaahk!"
Yunus terlihat membentur pembatas bahu jalan. Kemudian berguling-guling di jalanan aspal.
Yusuf dan Zulaikha yang melihat itu sungguh sangat terkejut. Bagaimana mungkin bodyguard miliknya dicelakai oleh orang dari Papinya.
"Papi! Yunus ...." Zulaikha merasa ada yang salah di sana.
"Anda siapa?" tanya Yusuf sambil menarik Zulaikha dalam pelukannya.
"Kamu ini bicara apa. Tentu saja aku adalah Clive, Papinya Zulaikha.
"Kalau kamu benar Papinya Zulaikha, kamu punya sebuah panggilan khusus untuk aku. Sebutkan?" Yusuf punya pisau lipat dan obat bius yang disemprotkan pada target pemberian Bintang tadi. Dan kedua benda itu tersimpan di saku celananya.
Clive memandang Yusuf dengan penuh selidik. Dia diam tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Kemudian lelaki paruh baya itu mengeluarkan pistol dan mengarahkan pada mereka berdua.
Pee"Ternyata kamu orang yang sangat merepotkan!" Laki-laki yang bernama Clive itu menarik pelatuk pistol dan dengan spontan Zulaikha menepis tangan itu sehingga peluru tembakan itu mengenai kepala sopir.
Tiiiiinnnn!
Kepala sopir jatuh tepat di setir mobil dan menekan klakson. Sehingga menimbulkan bunyi nyaring. Zulaikha yang panik, berteriak histeris. Yusuf menarik lagi dalam pelukannya. Dia menyembunyikan kepala kekasihnya itu di dada.
Mobil yang melaju cepat itu tidak ada yang mengendalikan. Lajunya pun menjadi oleng. Yusuf pun memanfaatkan ini dia menendang tubuh lawannya. Dia pun memeluk Zulaikha dengan erat melindungi kepalanya lalu melompat keluar. Berguling-guling di aspal.
Malam yang gelap dan sepi berubah saat mobil tadi menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang dangkal.
Brak! Brak! (Suara mobil menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang 😄)
__ADS_1
Duar! Duar! Duar! (Bunyi ledakan mobil 😁)
Bunyi dari yang memekakkan telinga dan api besar yang menjilat-jilat, serta asap hitam yang membumbung tinggi ke angkasa. Menjadi pemandangan di malam hari.
"Zulaikha, kamu tidak apa-apa?" tanya Yusuf.
"Badan aku sakit semua, Om." Zulaikha merasakan perih di lutut dan siku. Punggung dan paha terasa sakit.
"Kamu harus kuat. Kita pergi cari bantuan. Apa sanggup untuk berjalan?" tanya Yusuf sambil membantu Zulaikha berdiri.
"Sakit, pelan-pelan saja, ya!" pinta Zulaikha.
"Sudah sini, biar Om gendong!" Yusuf pun berjongkok dan meminta Zulaikha naik ke punggungnya.
Si anak perawan pun naik ke punggung Yusuf. Dia antara senang dan nggak senang. Senangnya karena ini merupakan impiannya dulu kalau punya pacar mau di gendong di belakang. Nggak senangnya karena situasi sekarang sedang genting baginya.
Yusuf pun sebenarnya merasakan sakit semua badannya. Apalagi punggung, tangan dan kulitnya. Saat jatuh tadi dia berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi tubuh Zulaikha. Meski lututnya sakit untung kedua kakinya masih bisa berpijak dengan benar dan kuat. Dia pun berjalan sambil memperhatikan langit. Siapa tahu ada bintang yang bisa dijadikan petunjuk jalan. Namun, langit malam ini kelabu tidak ada bintang satu pun. Bulan juga terhalang oleh gumpalan awan.
***
"Kenapa pintunya tidak bisa dibuka? Apa ini sengaja ada yang mengunci kita atau pintunya sudah rusak sehingga mengunci sendiri?" Bintang mengetuk-ngetuk pintu kayu berlapis besi itu.
"Kita hancurkan saja handle pintunya," kata Michael yang sudah menyiapkan pistolnya.
"Ok." Bintang pun menjauh dari pintu.
Dor! Dor! Dor!
Michael pun berhasil membuka pintu itu. Keduanya pun pergi keluar bangunan. Di sana mereka bingung karena mobil yang tadi ditumpangi sudah hancur. Bintang pun meminta bantuan secepatnya dikirim mobil atau motor.
"Nona Bintang, ada jenis motor Harley Davidson di sana! Apa kita pakai itu saja? Karena tidak ada waktu lagi," ucap Michael.
__ADS_1
"Ada kunci motornya nggak?" tanya Bintang. Mungkin saja itu kendaraan tidak ada kunci atau bahan bakarnya.
"Ada, Nona!" seru sang bodyguard.
"Oke. Kita susul si Zul! Selamatkan calon pengantin itu!" teriak Bintang dengan penuh semangat.
Michael pun mengendarai motor itu dengan kecepatan tinggi. Bintang naik dibelakang laki-laki paruh baya yang selalu menemani dirinya kemanapun dia bepergian. Malam itu tidak ada kendaraan di sepanjang jalan sisi pantai. Sehingga Michael bisa melajukan motornya di atas rata-rata.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga.
Sambil menunggu Abang Ucuf dan Neng Zul up bab berikutnya, aku punya karya yang rekomen banget buat kakak baca. Ceritanya nggak kalah seru, loh. Yuk baca karyanya!
Author: Yayuk Triatmaja
Judul: Ranjang Sang Mafia
Blurb:
Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.
Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.
Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.
Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.
Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia.
Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.
__ADS_1