Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Naik Pesawat


__ADS_3

     Pagi hari Zulaikha sudah bersiap-siap. Dia hanya membawa 1koper dan 1 tas selempang. Berbeda dengan Yunus yang hanya bawa 1 tas ransel saja.


"Kamu hanya bawa tas itu saja?" tanya Zulaikha kepada bodyguard-nya.


"Aku rasa ini sudah cukup bagiku," jawab Yunus.


"Kita langsung ke bandara saja. Karena Om ganteng sudah berangkat duluan tadi."


"Kasihan sekali kamu ditinggal!" ejek Yunus dengan senyum jahilnya.


"Apa kamu bilang?" Suara Zulaikha menggelegar.


***


     Sambil bersungut-sungut Zulaikha berjalan di parkiran bandara. Dia sangat kesal kepada Yunus. Penjaganya itu berubah semakin menyebalkan hari ini. Membuatnya uring-uringan terus sejak pagi buta.


"Mama Zulaikha!" Terlihat Asiah berjingkrak-jingkrak sambil melambaikan tangannya. Si Kembar, Rayyan dan Raihan juga ada di sana bersama kedua orang tuanya. 


"Asiah!" Zulaikha memeluk tubuh calon anak sambungnya itu dengan erat.


"Sebaiknya kita bersiap-siap pesawat sudah siap untuk berangkat." Fatih mengingatkan semua orang.


"Om Fatih, terima kasih. Sudah mengizinkan kami ikut naik pesawat pribadi milik keluarga Khalid," ucap Zulaikha.


"Berterima kasihlah kepada Si Kembar. Kalau mereka tidak merengek terus karena ingin ke Amerika bersama Asiah. Pesawat nggak akan keluar dari kandangnya," balas Ghazali.


"Om Ghaza ikut juga?" tanya Zulaikha.


"Tidak. Hanya mengantar mereka saja," jawab Ghazali.


"Apa kamu tahu, kenapa Kak Fatih mengizinkan Si Kembar ikut?"


"Emangnya kenapa?"


"Semenjak Si Kembar tahu kalau Asiah akan ke Amerika, mereka merengek ingin ikut juga. Kak Fatih awalnya melarang. Akibatnya Si Kembar nempel terus sama Kak Mentari. Tidur pun harus bersama Emaknya. Pusing lah Kak Fatih karena nggak bisa sayang-sayangan. Akhirnya dia izinkan mereka ikut," bisik Ghazali diiringi tawa cekikikan keduanya.


"Jadi, yang ikut siapa saja?" tanya Zulaikha sambil melirik ke arah Yusuf yang sedang berbicara dengan Fatih.


"Cuma si Kembar. Nanti di sana ada Kakek Willi yang akan menjaga mereka," balas Ghazali.


***


     Dalam perjalanan naik pesawat itu Si Kembar duduk bersama Asiah. Gadis kecil yang baru pertama kali naik pesawat, merasa sangat takut. Dia terus memeluk lengan Rayyan dan mulutnya tidak berhenti merapatkan doa.


"Tenang, jangan takut! Lihat awan di sana bentuknya lucu!" Rayyan mencoba mengalihkan rasa ketakutan Asiah.


    Asiah pun mencoba melihat awan yang ditunjuk oleh Rayyan. Bentuk awan itu seperti kepala kelinci dengan telinganya yang panjang.

__ADS_1


"Bentuk awannya seperti kepala kelinci!" pekik Asiah senang.


    Suara dari anak-anak itu membuat Zulaikha penasaran. Kebetulan dia duduk dekat jendela. Dilihatnya awam itu.


"Om, lihat awan itu bentuknya seperti kelinci. Lucu!" Tangan Zulaikha menepuk bahu Yusuf, tanpa mengalihkan perhatiannya pada awan itu.


"Mana?" Yusuf pun mendekatkan kepalanya ke arah jendela.


"Itu! Masa Om nggak me—" Zulaikha membalikan kepalanya tanpa tahu Yusuf memajukan kepalanya. Sehingga, ciuman itu terjadi lagi di antara mereka.


'Kalau nggak sengaja begini, kita dosa nggak, ya?' Zulaikha yang sudah merasa kepalang langsung saja ******* bibir laki-laki yang berstatus duda itu.


    Yusuf yang terkejut karena bibir mereka menempel. Semakin shock saat gadis nakalnya itu ******* bibirnya. Mau melepaskan diri, Zulaikha memegang erat dan menarik baju bagian atasnya. Sehingga tidak bisa melepaskan diri.


     Zulaikha baru melepaskan pagutan itu setelah merasa puas. Senyum bahagia dia terus menghiasi wajahnya. Sementara Yusuf, berusaha meredam gejolak hasratnya.


"Zulaikha, jangan lakukan hal seperti barusan sampai kita menikah. Kalau kita sudah menikah terserah kamu mau melakukan hal itu seberapa banyak," ucap Yusuf dengan napasnya yang berat.


"Om, nggak suka dengan ciuman barusan?" tanya Si Gadis Nakal dengan suara lirih.


"Mana mungkin aku nggak suka. Hanya saja kita tidak boleh melakukannya sebelum kita sah jadi suami istri," jawab Yusuf.


"Tapi, barusan kan kita tidak sengaja melakukannya," ucap anak perawan.


"Tidak sengaja itu awalnya, selanjutnya kamu kan sengaja. Bahkan tidak mau melepaskan." 


"Kepalang tanggung, Om!" Zulaikha menyeringai nakal.


     Kejadian antara Yusuf dan Zulaikha tidak ada yang mengetahui kecuali mereka berdua saja. Sepertinya semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing.


     Celoteh anak-anak masih terdengar. Mereka mengomentari bentuk awan yang mereka lihat di angkasa itu.


***


     Perjalanan yang menghabiskan hampir sehari semalam itu, membuat mereka kelelahan. Begitu sampai bandara sudah ada Bintang dan Michael (bodyguard pendamping Bintang) yang menunggu mereka.


"Kak Bintang!" Si Kembar menghambur ke pelukan Bintang.


"Kalian berdua akan ikut Kakek Willi, ya?"    


"Kita maunya ikut juga bersama Asiah," jawab Rayyan.


"Ian ... Raya!" Suara laki-laki dewasa terdengar ke telinga mereka.


"Daddy!" Kedua bocah laki-laki itu berlari ke arah pria yang sedang merentangkan kedua tangannya.


     Bintang dan Zulaikha berpelukan sesaat sambil berbasa-basi. Keduanya saling tertawa sejenak.

__ADS_1


"Kita langsung menuju vila kedua orang tuamu!" bisik Bintang dan di anggukki oleh Zulaikha.


"Asiah, ayo!" ajak Zulaikha kepada gadis kecil yang berdiri bersama Ayahnya.


"Tunggu sebentar!" pintanya. Lalu berlari mendekati Rayyan.


"Aku ikut sama Mama Zulaikha. Nanti kamu telepon aku, ya?" 


"Iya." Rayyan pun memeluk Asiah sebelum mereka berpisah.


    Saat Raihan akan memeluk Asiah, Rayyan malah menariknya. Dia melarang orang lain untuk memeluk Asiah.


"Raya, kenapa aku tidak boleh memeluk Asiah?" tanya Raihan dengan kesal.


"Hanya aku yang boleh memeluk Asiah!"


"Kamu curang!" pekik Raihan.


"Kalau begitu aku wakili kamu untuk memeluk Asiah. Sini Asiah, aku peluk kamu lagi!" Asiah menurut saja. Dia memeluk anak laki-laki itu.


     Kelakuan ketiga bocah kecil itu membuat Yusuf sangat kesal. Dia dari tadi hendak mencegah putrinya di peluk anak laki-laki. Namun, Zulaikha dan Yunus menahan lengan dan bahunya.


"Mereka itu masih kecil." Bintang melirik ke arah Zulaikha, Yusuf dan Yunus.


"Walau mereka masih kecil harus diberitahu. Agar tidak terbawa sampai dewasa," ujar Yusuf.


"Aku yang sering mencium bibir Om Ghazali sejak kecil sampai beranjak ABG, bisa menghilangkan kebiasaan itu," balas Bintang dan membuat Yusuf sangat shock dan wajahnya pucat.


"Mana mungkin itu ...." Yusuf menatap gadis cantik yang seperti bidadari itu.


"Dia benar," lanjut Zulaikha.


"Apa?" Yusuf shock dia berpikir bagaimana kalau Rayyan melakukan hal yang sama kepada Asiah, atau sebaliknya.


***


Tidak jauh dari mereka ada seorang laki-laki berpakaian serba hitam sedang memperhatikan kumpulan orang-orang yang baru sampai ke halaman parkir.


"Ada Bintang Andersson dan pengawalnya di antara mereka. William Green juga terlihat di sana?" Laki-laki itu menghubungi seseorang lewat earphone.


[Apa? Apa ini bagian dari rencana Clive? Dia minta bantuan keluarga Andersson dan Green!]


"Jadi, bagaimana sekarang?"


[Gunakan rencana B!]


"Baiklah!"

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2