
Alin dan Raihan makan bersama dalam satu piring. Namun, makan masing-masing tidak ada acara saling menyuapi. Kedua anak manusia itu makan dalam diam karena masih kesal akan kejadian tadi.
Saat si Meong, kucing peliharaan Alin mengeluskan badannya pada kaki Raihan. Pemuda itu pun hendak membawa kepangkuannya. Namun, saat dia akan menunduk, Alin juga melakukan hal yang sama di waktu bersamaan. Sehingga kepala mereka saling membentur.
DUG!
"Awww!" pekik keduanya bersamaan.
"Sakit," ucap Alin sambil memegang keningnya.
Raihan pun ikut merasakan sakit di keningnya. 'Kepala dia terbuat dari apa, sih! Keras banget, sampai mataku berkunang-kunang,' batin Raihan sambil mengusap keningnya.
"Meong, gara-gara kamu kepala aku jadi sakit. Kamu akan aku hukum!" ucap Alin dengan gaya seperti Raihan ketika memarahi dan memberikan hukuman padanya.
"Tunggu, kalau memberi hukuman pada kucing, bagaimana caranya, ya?" gumam Alin, tetapi masih bisa di dengar oleh Raihan.
Hukuman yang sering diberikan oleh Raihan kepada Alin adalah menyapu halaman dan menyiram bunga, membersihkan kamar mandi di kamar tidur milik Raihan, atau membersihkan semua kaca di rumah itu.
"Oh, aku tahu. Meong, kamu aku hukum jadi penjaga rumah bersama Mang Asep," kata Alin sambil bicara pada kucing yang berwana orange.
Seketika tawa Raihan pecah di keheningan sore hari. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Alin. Mana mungkin kucing jadi penjaga rumah? Adanya kucing bermalas-malasan di dalam rumah.
"Kenapa?" tanya Alin dengan alis yang hampir menyatu melirik ke arah suaminya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak salah memberikan hukuman pada si Meong? Dia itu kucing, bukan anjing," jawab Raihan.
"Si Meong ini kucing yang hebat. Ibunya saja Si Pus saja suka jagain rumah. Jika ada orang asing dia suka berbunyi nyaring "meong-meong" gitu. Namun, jika bukan orang asing dia akan diam dan nggak akan mengeong," ujar Alin.
"Aku nggak percaya, si Meong bisa melakukan itu," ucap Raihan dengan mimik wajah meremehkan.
"Akan aku buktikan, jika si Meong juga sama kayak si Pus bisa jagain rumah," sanggah Alin dengan menatap tajam ke arah Raihan.
***
Alin dan si Meong duduk di depan rumah meski hari sudah malam. Raihan menengok dari balik jendela.
"Ish, dasar bocah keras kepala!" gerutu Raihan. Lalu dia keluar rumah dan mendekati Alin.
"Sudah cepat masuk! Ini sudah malam," kata Raihan sambil berdiri di samping Alin.
Kesabaran Raihan sering di uji oleh Alin. Sama seperti saat ini. Tanpa berpikir panjang lagi, dia pun menurunkan si Meong dari pangkuan istrinya, lalu dia panggul tubuh Alin, layaknya karung beras.
"Kyaaaak! Kakak, apa yang kamu lakukan?" teriak Alin memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Diam, ini sudah malam," desis Raihan dan berjalan masuk ke dalam rumah. Si Meong pun mengikuti mereka berlari kecil di samping Raihan.
Raihan membawa Alin ke kamarnya dan langsung membaringkan di atas ranjang. Lalu dia selimuti tubuh Alin yang teras dingin karena angin malam.
__ADS_1
"Sudah cepat tidur atau mau aku ninabobokan?" Raihan menahan tubuh Alin yang hendak bangun.
"Kakak, aku mau sikat gigi dulu sebelum tidur," pungkas Alin dengan wajah kesal. Raihan pun menarik tubuh Alin dan membiarkan istrinya itu masuk ke kamar mandi.
***
Asiah sedang menikmati hari-harinya sebagai pasangan pengantin baru. Apa Asiah dan Rayyan sudah melakukan malam pertama? jawabannya adalah sudah. Meski mereka menunda pergi honeymoon keliling Indonesia karena liburan semester masih lama.
"Sayang, besok sepulang kuliah, aku harus pergi ke kantor," kata Rayyan sambil membelai rambut istrinya.
"Apa tidak bisa dikerjakan di rumah seperti biasanya?" Asiah mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
"Ini ada rapat direksi, aku harus datang," balas Rayyan.
"Oh, tapi jika sudah selesai langsung pulang, ya!" pinta Asiah.
"Siap, Sayang!" Rayyan mencubit hidung Asiah dengan gemas.
"Eh, tadi kamu di ajak bicara apa saja sama Ayah?" tanya Rayyan kepada istrinya.
"Hm, hari ini aku diberitahu sama Ayah tanggung jawab sebagai seorang istri," jawab Asiah.
"Coba sebutkan apa saja tanggung jawab sebagai seorang istri!" titah Rayyan.
__ADS_1
***
Akankah Asiah mampu mengingat apa yang sudah diajarkan oleh Yusuf? Bagaimana dengan kasus yang sedang menjerat Alin? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.