Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Yusuf Marah


__ADS_3

Kepergian diam-diam Rayyan dan Asiah membuat Yusuf marah. Dia takut kalau Rayyan berbuat sesuatu lagi kepada Asiah.


"Yusuf, tenangkan dirimu. Aku yakin kalau Rayyan tidak akan berbuat di luar batas," kata Fatih tidak terima anaknya dijelek-jelekkan.


"Apa Anda lupa dengan yang pernah Raya lakukan kepada Asiah, dulu!" gusar Yusuf yang emosinya langsung bangkit saat menyadari putri dan kekasihnya itu tidak ada bersama mereka.


"Paling sekarang mereka sedang melepas rindu dan jalan-jalan di sekitar sini," balas Fatih.


"Kenapa Anda santai sekali? Tidakkah merasa takut kalau mereka berbuat sesuatu yang tidak boleh mereka lakukan," ucap Yusuf dengan gemas karena Fatih tidak panik.


"Karena aku percaya kalau putra aku tidak akan melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan masa depan gadis yang disukainya," ujar Fatih dengan lirikan mata tidak suka kalau Yusuf terus menyudutkan Rayyan.


"Anda akan mengerti perasaanku sekarang, jika anak gadismu dibawa oleh seorang laki-laki," balas Yusuf dan melihat ke arah Rania yang sedang merangkul Raihan, kakaknya.


Fatih hanya menarik napasnya lalu membuangnya dengan kasar. Dia tahu alasan Yusuf sampai marah seperti ini. Hanya saja dia melakukan di tempat yang salah dan waktu yang kurang tepat.


Kedua kakak beradik itu diam. Bagaimanapun juga mereka ikut ambil bagian dari kaburnya Rayyan dan Asiah. Namun, mereka tidak menyesalinya karena ingin membuat saudara mereka bisa menjalankan rencananya.


"Kak, apa yang kita sudah lakukan ini benarkan?" tanya Rania dengan berbisik.

__ADS_1


"Sttt, sudah diam. Jangan sampai mereka mengetahui rencana Raya," balas Raihan.


"Apa yang sedang kalian rencanakan?" tanya Rain yang tiba-tiba muncul di belakang keduanya.


"Kyaaak! Kak Rain buat aku terkejut saja," kata Rania sambil memberikan pukulan-pukulan kecil pada laki-laki yang berbadan tinggi.


Teriakan Rania mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di sana. Sehingga mereka sadar sudah menjadi bahan tontonan orang-orang yang masih berkeliaran di daerah universitas.


"Habis kalian bicaranya bisik-bisik," ujar Rain sambil tersenyum simpul.


"Kangen," kata Rania sambil memeluk tubuh atletis milik Rain.


"Apa Kak Rain juga sekarang sudah punya pacar?" tanya Rania dengan tatapan menyelidik ingin melihat kejujuran di mata sepupunya itu.


"Bukan urusan anak kecil," kata Rain sambil pergi ke arah keluarganya.


"Huh, anak kecil ... anak kecil, meski aku masih anak kecil tapi bisa bikin banyak laki-laki bertekuk lutut di hadapanku. Banyak mahasiswa yang selalu mengincar aku dan ingin menjadikan aku kekasihnya!" teriak Rania dan mendapat respon dari Rain yang tersenyum tipis.


"Para mahasiswa itu akan langsung kabur saat melihat kedua kakakmu," balas Rain yang dia yakin Rania tidak akan mendengarnya.

__ADS_1


Rania memiliki tubuh yang tinggi meski baru berumur 10 tahun. Apalagi dia dan Chelsea sering sembunyi-sembunyi berdandan saat pergi jalan-jalan. Sehingga tidak ada yang menyangka kalau usia mereka masih bocah.


***


Rayyan tidak bisa membuang-buang waktu, dia pun mengajak Asiah ke taman belakang rumah William. Taman bunga itu kini di tambahi dengan meja dan sepasang kursi. Niatnya buat nanti malam, hanya saja dia merasa kalau nanti takut gagal.


"Asiah, Sayang. Apa kamu suka?" tanya Rayyan.


"Hm, iya suka. Kenapa malah Aa yang menyediakan makan siang? Seharusnya aku," kata Asiah.


"Sebenarnya, aku ingin mengajak makan malam. Tapi, sekarang juga nggak apa-apa 'kan?" Rayyan memegang tangan Asiah.


"Iya." Asiah mengangguk.


"Ada yang mau aku katakan kepadamu. Ini sangat penting, dan aku harap kamu juga setuju dengan apa yang aku pikirkan saat ini," kata Rayyan dengan tenang.


"Apa itu?" tanya Asiah penasaran.


***

__ADS_1


Kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Rayyan? Yusuf marah tuh, jangan-jangan Rayyan di pecat dari calon menantu 😁. Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote 😍😍. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


__ADS_2