
Ruang khusus sudah dipesan oleh Mentari untuk acara makan malam romantis ala bocah kecil. Menu khusus untuk paket anak-anak di pesan. Tentu saja ini merupakan hal baru bagi Asiah. Makanan yang dipasang pakai kembang api yang dinyalakan terlihat indah di matanya. Agar puding berbentuk karakter putri dan eskrim dengan banyak rasa dan toping yang ditata cantik.
"Bunda ini sangat cantik! Asiah merasa sayang untuk memakannya," kata Asiah dengan mata berbinar.
"Coba makan, Sayang. Itu rasanya enak sekali, loh!" bujuk Mentari sambil menahan senyumnya karena merasa lucu saat mata Asiah sejak tadi memperlihatkan pancaran kekaguman akan bentuk-bentuk makanan yang di sajikan.
"Padahal ini terlihat bagus sekali," ucap Asiah antara ingin memakan atau hanya melihatnya saja.
"Asiah ... buka mulutmu!" titah Rayyan.
"Ada apa—" Rayyan langsung memasukan satu sendok puding miliknya yang berbentuk kartun Cars.
Asiah pun mengunyah puding yang terasa lezat di lidahnya. Dia mengingankan puding itu lagi.
"Enak!" katanya dengan mata berbinar-binar dan menjilat bibirnya yang masih meninggalkan rasanya.
"Enak 'kan. Makan saja punya kamu! Atau kamu mau aku suapi lagi," ucap Rayyan pada Asiah.
"Raya ...." Mentari memanggil putra bungsunya.
"Iya, Bunda. Ada apa?" tanya Rayyan tanpa merasa bersalah sambil mengalihkan pandangannya kepada ibunya.
"Kamu tidak boleh sembarangan menyuapi anak gadis. Kalian bukan suami istri," tukas Mentari.
"Bukannya kalau makan malam romantis itu harus saling menyuapi," kata Rayyan dengan polosnya dan membuat Mentari dan Fatih tersedak.
"Darimana kamu belajar begitu?" tanya Mentari gemas.
"Belum belajar, Bunda. Ini 'kan baru pertama kali, Raya makan malam romantis," jawab Rayyan dan Membuat Mentari dan Fatih terasa terjun ke jurang karena perkataan anaknya.
"Lalu dari mana kamu tahu kalau makan malam romantis itu harus saling menyuapi?" tanya Mentari merasa frustasi akan kelakuan anaknya.
__ADS_1
"Rain. Dia bilang kalau orang makan malam romantis itu saling menyuapi makanan yang enak," jawab Raihan dan Rayyan bersamaan.
'Rain?' Mentari dan Fatih kini tahu biang keladi kenapa anak-anaknya ingin tahu rasa makan malam romantis itu seperti apa.
'Sepertinya aku harus menghubungi Kak Cantika dan Kak Alex. Gara-gara anaknya, anakku jadi begini.' Mentari bicara dalam hatinya.
"Al, kamu harus mempertanggungjawabkan kelakuan putra bungsumu karena sudah membuat si Kembar jadi begini," gumam Fatih karena kesal sudah jadi kambing hitam dituduh oleh istrinya.
***
Sementara itu, Yusuf membawa Zulaikha ke restoran tempat Asiah dan si Kembar makan malam bersama. Entah sadar atau tidak. Yusuf memegang tangan Zulaikha terus dan tidak pernah melepaskannya. Bahkan dia menyetir menggunakan sebelah tangannya.
Jangan tanya bagaimana perasaan Zulaikha. Pastinya dia sangat senang bisa berpegangan tangan dengan laki-laki incarannya. Biasanya Yusuf tidak mau di sentuh. Belum juga menyentuhnya, mata tajam itu selalu menatapnya dengan galak.
'Ya Allah, jangan sampai jantung aku rusak karena terlalu kuat berdebarannya apalagi ini sudah sejak tadi,' batin Zulaikha.
Jari jemari keduanya saling bertautan dan berpengan kuat. Meski tautannya sejenak terlepas saat Yusuf memegang tuas mobil. Namun, itu tidak membuat tangannya melepaskan tangan Zulaikha.
"Kita langsung masuk saja, Om!" ajak Zulaikha dan mengangkat tangan yang bertautan itu. Sebab, dia bingung mau keluar.
Yusuf baru menyadari kalau sejak tadi tangannya memegang tangan gadis nakalnya. Cepat-cepat Yusuf melepaskan tangannya.
"Om, sekalian bukain sabuk pengamannya, dong!" pinta Zulaikha dengan senyum menggoda. Namun, yang dia dapat malah sentilan di jidatnya.
"Ya Allah, Om romantis dikit kek, kayak tadi," gerutu Zulaikha sambil memonyongkan bibirnya karena kesal.
"Sudah cepat turun!" perintah Yusuf.
Kedua orang itu pun memasuki ruangan yang tadi diberi tahu oleh Fatih. Saat mereka masuk, sudah banyak tersaji makanan di atas meja. Asiah terlihat sangat bahagia sedang memakan makanannya bersama si Kembar.
"Assalammualaikum, maaf mengganggu," ucap Yusuf.
__ADS_1
"Ayah!" teriak Asiah senang tidak ada garis kesedihan di wajah putrinya.
"Pak Yusuf sini duduk! Kami sudah pesankan makanannya. Mudah-mudahan Anda suka," kata Fatih.
"Zul?" panggil Mentari ragu-ragu karena sudah sangat lama tidak pernah bertemu.
"Eh, Tante Mentari!" Zulaikha berlari dan memeluk tubuh istrinya Fatih.
"Kamu sudah besar sekarang!" seru Mentari tidak percaya kalau bocak kecil yang dulu selalu bersaing dengan Bintang, itu kini sudah menjadi seorang gadis cantik.
"Iya dong, Tante! Masa kecil terus. Bintang aja sudah besar dan mau tunangan. Masa aku kecil terus," jawab Zulaikha sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Mentari terkekeh geli.
"Lalu ... dia?" tanya Mentari dengan matanya melirik ke arah Yusuf.
"Calon masa depan. Doakan aku Tante, agar kita bisa selalu bersama sampai maut memisahkan.
"Kamu dan Bintang sama-sama suka laki-laki dewasa, ya."
"Bukannya Tante juga sama. Suka pada yang lebih tua," kata Zulaikha menyindir Mentari yang dua kali nikah sama pria yang usianya jauh lebih tua.
"Yang tua itu pesonanya sangat kuat. Dan juga sangat menggoda," bisik Mentari.
"Yap benar Tante, mereka juga bisa bimbing dan memanjakan kita," lanjut Zulaikha.
"Ya, benar," ucap Mentari lagi.
Untuk hal ini Zulaikha dan Mentari satu server. Saling memahami dan saling mendukung. Zulaikha juga meminta tips jitu agar bisa meluluhkan hati laki-laki.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1