Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 35. Asiah Akhirnya Sadar


__ADS_3

     Rayyan duduk di samping ranjang Asiah, diusapnya kepala gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu. Lalu dia memegang ubun-ubun istrinya dan membacakan doa.


"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya."


    Air mata Rayyan mengalir membasahi pipinya saat dia memandangi wajah pucat Asiah. Di ciumnya pucuk kepala pujaan hatinya dengan pelan dan lama.


"Sayang, bangunlah. Kini kita menjadi pasangan suami istri. Sesuai ke inginan kita. Ayah Yusuf sudah memberikan restu untuk pernikahan kita. Apa kamu tidak mau berbagi kebahagiaan dengan semua orang?" bisik Rayyan dengan kening ditempelkan di kening istrinya.


"Bukannya kamu ingin pergi berbulan madu keliling Indonesia. Ayo, kita pergi berbulan madu dan buat iri Ian dan Rain. Walau mereka menikah lebih dulu, tetapi mereka tidak bisa menyentuh istrinya. Kasihan sekali kan, mereka." Rayyan mencoba membuat Asiah tertawa dengan ceritanya.


     Kelopak mata Asiah bergerak dengan pelan. Senyum Rayyan langsung mengembang.


"Sayang, kamu bisa mendengar suara aku?" Rayyan yang memekik kegirangan membuat orang-orang yang ada di sana langsung mengalihkan perhatian mereka kepadanya.


"Raya, ada apa dengan Asiah?" tanya Yusuf langsung mendekati menantunya.


"Kelopak mata Asiah bergerak-gerak tadi saat Raya ajak bicara," jawab Rayyan.


"Bagus, Raya. Coba lakukan lagi yang seperti tadi," ucap Ghazali sambil memperhatikan alis dan mata Asiah yang bergerak pelan.


     Rayyan pun melancarkan rayuan mautnya, yang membuat Yusuf malu dan tidak menyangka kalau menantunya itu ahli dalam merangkai kata.

__ADS_1


'Pantas saja Asiah begitu tergila-gila padanya. Dia itu pandai membuat hati para wanita melambung tinggi,' batin Yusuf yang baru tahu kalau Rayyan tipe orang yang pandai merayu.


"Sayang, apa kamu tidak ingin melihat wajah aku yang gantengnya level tinggi ini? Katanya kamu ingin mengurung aku berdua saja agar tidak ada yang bisa melihat wajah tampan ini. Sekarang kita sudah halal dan kamu boleh mengurung aku berdua saja dengan kamu," kata Rayyan dan membuat Raihan dan Rain memutarkan mata mereka karena kesal dengan kenarsisan saudaranya itu.


     Mata Asiah terbuka sedikit lalu terpejam lagi. Namun, mendengar suara kekasihnya itu membuat dia ingin memaksa matanya untuk terbuka. 


"Alhamdulillah, Sayang. Akhirnya kamu membuka mata. Apa kamu bisa melihat aku?" tanya Rayyan sambil memegang kedua sisi wajah istrinya. Asiah pun mengangguk.


"Sayang, apa kamu tahu kalau saat ini kita sudah jadi suami istri?" Kedua netra orang itu saling menatap.


    Air mata Asiah tiba-tiba meluncur dan senyum diwajahnya terukir. Sebelah tangannya terulur pada Rayyan.


"Benarkah?" tanya Asiah tidak percaya.


"Aku senang sekali, A!" balas Asiah.


"Alhamdulillah-nya mana?"


"Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih sudah mengabulkan doa hamba-Mu ini." Asiah menangis bahagia.


    Orang-orang yang ada di sana pun terharu dan tersenyum bahagia melihat pasangan sejoli yang selalu terpisahkan oleh jarak dalam jangka waktu belasan tahun. Namun, kini keduanya bisa bersatu dalam ikatan yang kuat.

__ADS_1


"Sayang, berjanjilah kalau kamu akan menjadi seorang istri sholeha yang berpegang teguh pada agama Islam, sesuai ajaran apa yang ada di dalam Al-Qur'an dan Al hadits," ucap Rayyan dan Asiah pun mengangguk.


"Sayang, harus mau banyak belajar untuk menjadi seorang istri dan aku pun akan belajar untuk menjadi seorang suami. Kita akan tinggal di sini bersama Ayah Yusuf dan Mama Zulaikha. Mereka akan membimbing dan mengawasi kita sampai kita ini benar-benar mampu mandiri dalam membina rumah tangga kita," lanjut Rayyan dan Asiah pun mengangguk lagi.


"Sekarang ini kamu sudah menjadi seorang istri, jadi harus lebih dewasa dan buang sifat kekanak-kanakan kamu itu. Yang mudah merajuk dan tidak mau mengalah," kata Rayyan dan Asiah malah memasang wajah cemberut dan memalingkan wajahnya.


"Tuh, kan. Kamu sudah mulai merajuk lagi."


"Habis Aa, ngomongnya begitu. Aku jadi kesal," Asiah melirik pada Rayyan.


"Ubah sifat jelek kamu ini," ucap Yusuf dengan nada tegas.


"Tuh, dengar apa kata Ayah Yusuf. Kamu sudah menikah jadi harus semakin dewasa. Bagaimana kalau kamu punya anak nanti jika, tidak bisa bersikap dewasa?" Rayyan mencolek hidung Asiah untuk menggodanya.


"Iya, Aku akan ubah sifat-sifat jelek ini. Tapi, jangan marah kalau aku lupa dan melakuakan hal ini lagi," ucap Asiah dengan tatapan memohon pada suaminya.


"Iya, yok hilangkan sifat buruk dan jelek kita. Ubah dengan sifat yang lebih baik lagi," kata Rayyan dan Asiah mengangguk dengan senyum manisnya.


"Ah lupa," ujar Asiah.


"Apa?" tanya Rayyan dan Yusuf bersamaan.

__ADS_1


***


Apa nih, Asiah? Jangan bicara yang aneh-aneh, ya! 🤭🤭. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Jangan lupa pantengin terus ya!.


__ADS_2