Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Bilqis di Lamar


__ADS_3

     Bilqis memandangi Handphone miliknya. 


"Mister, kapan kamu akan datang lagi ke Indonesia? Aku sangat merindukan kamu?" gumam Bilqis sambil melihat foto dirinya dengan William.


     Bilqis melaksanakan shalat sepertiga malam. Air mata kerinduan menumpuk di pelupuk matanya. Dia sungguh sangat merindukan laki-laki yang tidak diketahui kabarnya selama 2 minggu ini.


"Ya Allah, jangan sampai rasa cintaku kepada hamba-Mu melebihi rasa cintaku pada-Mu. Terlalu menyesakan rasanya. Jika dia bukan jodoh yang ditakdirkan untukku. Maka jangan biarkan rasa ini tumbuh, kalau bisa dengan seiring berjalannya waktu perasa ini hilang. Namun, jika dia jodoh yang Engkau berikan untukku, mudahkan lah segalanya. Aku takut jatuh kepada gelimang dosa. Aku takut jatuh pada tipu daya setan. Aku takut malah merasa senang dengan perbuatan dosa itu." Bilqis menggumamkan kata-katanya dengan pelan.


***


     Seperti biasa Bilqis akan berjalan kaki ke kantornya. Dia menyukai aktivitas ini. Selain berolah raga, dia juga jadi mengenal banyak orang-orang yang sering ditemuinya di jalan. Tukang parkir, satpam, tukang pedangan keliling, atau pekerjaan kantor perusahaan lain yang satu komplek di area gedung-gedung tinggi yang ada di lalui olehnya. Dengan keramahan Bilqis, banyak orang yang menyukainya. Tak jarang dari mereka banyak yang mengajak dia menikah. Namun, perawan satu ini tidak memberi harapan kepada mereka karena hati dia sudah terpaut sama duda bule yang menjadi penolong dalam hidupnya.


"Pagi, Bilqis! Makin cantik saja," puji Zakaria yang kini menjadi atasan Bilqis.


"Pagi, Pak Zaka. Alhamdulillah, masih diberi kelebihan sama Allah," balas Bilqis jika atasannya ini memberikan pujian untuknya.


    Zakaria termasuk salah seorang rekan kerja Bilqis yang ingin menjadikan dia seorang istri. Entah berapa kali Zakaria melakuakan lamaran pada Bilqis. Meski selalu ditolak olehnya.


"Bilqis, aku benar-benar serius sama kamu. Aku itu cinta banget sama kamu. Aku ingin menjadikan kamu itu istri dan ibu bagi anak-anakku nanti. Mau kan kamu menikah dengan aku?" Suara bas Zakaria mengalun ke telinga Bilqis yang duduk tak jauh dari meja Zakaria.

__ADS_1


    Bilqis menarik napasnya. Dia berusaha menenangkan pikiran dan perasaannya. Dia tahu kalau Zakaria itu laki-laki baik dan bertanggung jawab. Namun, hatinya seakan menolak dia.


"Pak. Maaf kan aku. Saat ini aku tidak punya keinginan untuk menjadi istri Anda." Bilqis langsung mengerjakan tugasnya.


    Asma yang menyaksikan itu dari jauh pun langsung mengirim pesan kepada William.


[Mister, Bilqis sedang dilamar oleh Pak Zakaria.]


"Sekarang kira-kira si duda bule itu akan merespon seperti apa ya?" gumam Asma sambil tertawa jahil.


***


    William yang hendak mandi karena baru pulang kerja. Mendapatkan pesan dari Asma.


[Mister, Bilqis sedang dilamar oleh Pak Zakaria.]


    Setiap ada apa-apa dengan Bilqis, Asma selalu mengabari kepada William. Tanpa dia suruh atau minta, Asma paling suka merecoki hubungan mereka agar bisa bersatu. Seperti Mentari yang sering memintanya menikahi Bilqis, yang menurutnya pantas untuk dijadikan istri.


"Kenapa orang-orang pada sibuk menjodohkan aku agar segera menikah dengannya? Bilqis sendiri tidak terburu-buru memaksa." William pun berendam di dalam air hangat untuk menghilangkan kepenatan.

__ADS_1


***


     Yusuf dan Zulaikha pagi-pagi sudah berangkat ke daerah Priangan Timur. Ngidam seblak Tasik membuatnya mendatangi langsung kota itu.


"Untungnya Asiah nggak mau ikut. Kalau mau ikut juga. Kita berdua kapan bisa bermesraan?" Zulaikha menyandarkan kepalanya pada bahu Yusuf.


"Besok-besok jangan ngidam yang aneh-aneh ya, Sayang." Yusuf mengelus perut istrinya yang masih rata.


"Hm … besok kita ke Surabaya, yuk! Aku mau makan rawon asli sana. Dan dimakan di sana," ucap Zulaikha sambil tersenyum.


"Sayang, aku tidak akan mengikuti semua keinginan ngidam kamu, jika itu bisa membahayakan kamu dan anak kita. Sekarang kita ke Tasik, perjalanan memakan waktu hampir enam jam. Kalau besok ingin ke Surabaya, kamu akan kelelahan," ujar Yusuf.


"Ang, kamu nggak sayang sama aku dan anak kita!" Zulaikha menangis dan memukul lengan Yusuf yang hendak merangkulnya.


"Kita ke Surabaya, Minggu depan, ya?" Yusuf menatap istrinya dengan penuh harap jangan menolak.


"Kalau begitu sebagai gantinya setiap hari. Aang harus buatkan aku makanan sesuai keinginan aku," tantang Zulaikha kepada suaminya.


'Sabar Yusuf. Ini ngidam istri kamu. Selagi nggak aneh-aneh turuti saja,' kata Yusuf dalam hatinya.

__ADS_1


***


Kira-kira pertahanan Bilqis akan goyah nggak, ya 🙄🙄. Kakek Willi apa benar-benar merasa tenang hatinya 🤔🤔? Neng Zul banyak banget keinginannya, kira-kira dia ngidam apalagi, ya? 😁😁😁 Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Kasih Like dan Komentar juga ya untuk menyemangati aku. 🤗🤗🤗


__ADS_2