Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Aksi Aurora


__ADS_3

   Sesuai harapan Maria, akhirnya dia bisa masuk ke rumah Khalid. Begitu masuk ke halaman rumah itu Maria menganga melihat luasnya pekarangan dengan tatanan taman bunga yang indah.


'Ini rumah, apa istana?' kata Maria dalam hatinya berdecak kagum.


"Ibu tunggu dulu di sini," kata seorang pelayan perempuan paruh baya.


"Iya," jawab Maria.


    Tidak lama kemudian pelayan tadi datang membawa sepiring nasi goreng dan segelas air putih dan segelas jus jambu. Semua itu dia sajikan untuk Maria.


"Ibu, sarapan lah dahulu. Nanti Nona Bilqis akan menemui Anda," ucap si pelayan tadi sebelum pergi.


"Wah, Bilqis di sini dipanggil nona. Kenapa bisa begitu, ya? Apa dia …. Tidak! Dia bukan anak yang akan menjual dirinya. Apalagi demi uang," kata Maria lalu dia memakan apa yang sudah di sajikan untuknya.


***


    Meski enggan untuk menemui ibu tirinya, Bilqis akhirnya menemui dia juga, dengan ditemani oleh Aurora. Maria agak terpana saat melihat Bilqis yang semakin cantik dan cerah wajahnya.


"Bilqis, ibu mencari kamu selama ini. Dan beberapa hari yang lalu ada yang memberitahu kalau kamu ada di rumah ini," kata Maria saat menghampiri gadis berjilbab merah dan memeluknya erat.


    Air mata Maria berderai dengan serat. Dia juga mengatakan bagaimana dia sangat sedih sudah kehilangan dirinya. Makanya dia terus berkeliling kota, demi putrinya yang tinggal sebatang kara.


"Jadi, Ibu adalah orang tuanya Bilqis?" tanya Aurora dengan wajah angkuhnya.


"Iya, Nyonya." Maria tersenyum manis pada Aurora.


"Apa Ibu tahu? Kalau putri Ibu itu sudah mencuri!" Aurora menatap tajam dan aura penguasa dia munculkan.


    Baik Maria maupun Bilqis sama-sama terkejut. Mata Maria terbelalak sedangkan Bilqis wajahnya menjadi pucat. 


"Bilqis, be–narkah … itu?" tanya Maria dengan tergagap karena tak percaya.


    Bilqis melirik ke arah Aurora. Dalam hatinya dia berkata, 'Ma, ini apa maksudnya?'


    Aurora berkata lewat tatapan matanya, 'Kamu sudah mencuri hati William. Jadi, mengangguk saja.'

__ADS_1


    Bilqis pun mengangguk, dia percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh keponakan calon suaminya itu. Hanya berada di sisi keluarga William, dirinya akan aman.


"Apa?" pekik Maria tak percaya.


"Ya, makanya dia aku tahan di sini. Apa Ibu mau menggantikan hukuman untuk Bilqis?" Aurora menantang Maria dengan eskpresi angkuh.


"Ti–dak Nyonya. Aku ini sudah tua renta dan tidak bisa apa-apa. Sampai kapan Bilqis akan menjalani hukumannya?" tanya Maria dengan tangan dan kaki sudah gemetaran.


"Seumur hidupnya," jawab Aurora.


"Seumur hidup? Bilqis telah mencuri apa sampai dia harus dihukum seumur hidup seperti itu?" tanya Maria dengan ketakutan.


"Dia telah mencuri sesuatu yang sangat berharga bagi keluarga kami," jawab Aurora dengan senyum miringnya.


'Aduh, puas banget nih lihat muka Ibu tirinya Bilqis.' Aurora menahan tawanya.


"Bilqis, kamu jangan buat malu ibu! Mulai sekarang kamu bukan anak ibu lagi!" pekik Maria memenuhi ruangan itu dengan suaranya.


    Bilqis hanya diam saja dengan mata berkaca-kaca. Meski sering disakiti oleh Ibu tirinya, dia merasa sedih karena wanita tua itu memutuskan hubungan mereka.


'Enak saja mau numpang hidup pada keluargaku.' Aurora menggerutu dalam hatinya.


"Iya, Nyonya. Mulai sekarang aku berlepas diri pada diri Bilqis. Terserah Anda mau melakukan apapun pada dia. Jangan libatkan saya," ujar Maria dengan tatapan memohon kepada Aurora.


"Ya, tenang saja. Anda tidak perlu khawatir. Cukup Bilqis saja karena di itu yang sudah mencuri," kata Aurora, 'hati William' lanjutnya dalam hati.


    Maria pun cepat-cepat pergi dari kediaman Khalid. Bintang, Mentari, dan anak-anak mereka menyaksikan semua itu sambil bersembunyi di ruang sebelah dan melihat semua adegan itu lewat layar monitor cctv.


"Mama Aurora memang the best!" seru Bintang sambil mengelus perutnya.


"Ya, Mama memang hebat. Itu cara terbaik untuk untuk mengusir Mak Lampir agar tidak datang mengganggu lagi," ucap Mentari memuji sang mertua.


    Bilqis pun menangis dalam pelukan Aurora. "Terima kasih, Ma. Akhirnya, Bilqis merasa tenang sekarang. Sudah tidak ada lagi yang mengganggu pikiran ini."


"Sama-sama, Sayang. Kamu jangan bersedih karena sehilangan seorang ibu tiri seperti itu. Ada kami sebagai gantinya," kata Aurora sambil membelai kepala yang tertutup jilbab itu.

__ADS_1


***


    Waktu-waktu pun terus bergulir dengan cepat. Kehamilan Zulaikha sudah memasuki usia 7 bulan. Perutnya juga sudah besar dan tidur pun sudah tidak nyaman, sehingga dia membeli bantal untuk ibu hamil. Setiap malam Yusuf juga harus memijat punggung dan pinggang Zulaikha dengan sentuhan lembut agar bisa tidur.


"A~ang, sini!" pinta Zulaikha dengan manja.


"Ada apa, Sayang?" tanya Yusuf sambil berjalan mendekati tempat tidur mereka.


"Ini Ade bayi ingin dipeluk sama Ayahnya," bisik Zulaikha dengan tatapan genit dan Yusuf malah tertawa.


"Ini yang ingin dipeluk itu Ade bayi atau Mamanya?" tanya Yusuf sambil mengusap perut istrinya.


"Mamanya yang mau dipeluk. Kalau Ade bayi maunya ditengok sama Ayah," kata Zulaikha sambil meniru suara anak kecil.


"Astaghfirullahal'adzim, Sayang. Kamu ini ada-ada saja. Itu akal-akalan kamu saja. Bukannya tadi pagi sudah," kata Yusuf sambil tersenyum.


"Itu … tadi pagi-pagi, aku yang mau. Kalau sekarang Ade bayi yang mau," balas Zulaikha dengan tersipu malu.


   Yusuf merasa kalau berada di samping Zulaikha itu harus sering mempersiapkan jantungnya. Kadang istrinya itu meminta sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh dia.


'Sudah berhenti membuat masakan aneh. Kini gairah bercintanya meningkat. Ternyata setiap ibu hamil itu beda-beda keinginannya. Saat Aisha hamil Asiah dulu, nggak ngidam yang aneh. Akh … istri ngidam yang aneh-aneh pusing, nggak ngidam juga merasa khawatir.'


***


"Indonesia … I'm coming!" 


    William dengan gagahnya berjalan di bandara menuju jet pribadinya. Dia sudah tidak sabar menanti hari bersejarah dalam hidupnya. Menyempurnakan agama dan hidupnya seperti dulu lagi.


"Bilqis, tunggu aku ...."


***


Apakah pernikahan William dan Bilqis akan berjalan lancar dan meriah? 🤭 Atau akan terjadi kekacauan seperti pernikahan Bintang dan Zulaikha? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗


Mampir nih ke cerpen horor karya aku. Pas sedang buat ini ada kejadian aneh. 😱😱😱 aneh tapi nyata.

__ADS_1



__ADS_2