Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Isi Hati dan Pikiran


__ADS_3

     Setelah makan malam bersama keluarga Fatih, kini Yusuf banyak termenung. Dia terlalu banyak memikirkan apa yang harus dia lakukan saat ini.


     Nyawa Zulaikha sedang dalam ancaman. Tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya dan Asiah juga dalam bahaya.


"Apa aku juga ikut belajar ilmu bela diri, ya?" Yusuf bertanya pada dirinya sendiri.


     Dilihatnya Asiah yang sedang tertidur pulas. Dibelainya rambut hitam Asiah dengan pelan. Dia sangat takut kalau sampai kehilangan Asiah. Berita penculikan kemarin juga malah lebih mengguncang jiwa Yusuf dibandingkan Asiah sendiri yang menjadi korban.


     Yusuf juga sudah terlanjur jatuh pada pesona Zulaikha. Kalau gadis itu mundur dan menjauhinya, dia juga tidak rela. Pastinya dia akan merasa sangat kehilangan. Sehari saja tidak melihat wajah dan mendengar suaranya, sudah membuat mood harinya menjadi buruk.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk Zulaikha, ya?" tanyanya pada diri sendiri.


     Mana mungkin dia mengajak menikah sekarang. Dia bahkan belum pernah bertemu dengan orang tua Zulaikha. Ada rasa takut dia tidak mendapatkan restu dari calon mertuanya itu karena status dia, duda beranak satu. Ditambah dia hanya golongan orang biasa bukan dari kaum konglomerat atau pemilik perusahaan.


     Kadang dirinya berpikir, seandainya Aisha masih hidup,  dia tidak perlu mengalami hal ini. Dia juga tidak takut akan jatuh dalam kubangan dosa karena hasratnya kepada Zulaikha. Membuat dia lupa akan batasan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Jalan menuju halal itu masih sangat panjang. 


     Selama ini dirinya tidak pernah merasa tertarik pada tubuh wanita. Meski mereka berpenampilan seksi bahkan baju mereka seperti kurang bahan. Banyak di luar sana para wanita yang selalu berusaha menggodanya, tetapi tubuhnya tidak pernah merespon. Berbeda dengan Zulaikha. Tatapan matanya saja sudah bikin hatinya berdesir. Apalagi sentuhan tangannya, membuat dirinya terasa tersengat aliran listrik. Kelembutan bibirnya suka membuat dia lupa segalanya. Bagi Yusuf, seorang Zulaikha sekarang itu harus diwaspadai karena selalu menjerat dirinya.


"Ya Allah, semoga semuanya diberikan kemudahan bagi diriku ini," gumam Yusuf berdoa.


***


     Saat ini Yunus, Zulaikha, dan Tim Keamanan Khusus sedang rapat via online. Mereka membahas kalau Qorun itu tidak bergerak sendiri. Ada kelompok yang ingin memanfaatkan dirinya. 

__ADS_1


"Coba kamu bayangkan orang baru keluar penjara tapi punya uang banyak dan beberapa alat dalam melakukan pengintaian," kata Bagaskara–Ketua Tim Keamanan Keluarga Hakim.


"Apa ini ada hubungannya dengan keluargaku?" tanya Zulaikha dengan ragu-ragu.


"Aku tidak tahu latar belakang keluarga Anda, Nona," jawab Bagaskara.


     Zulaikha juga sebenarnya ragu-ragu dan masih selalu bertanya-tanya tentang keluarganya. Kenapa dirinya menggunakan nama keluarga pihak ibunya. Kenapa orang tuanya meninggalkan dirinya di Indonesia sejak masih bayi? Kenapa Bintang bilang kalau orang tuanya itu begitu sayang padanya, padahal tidak pernah mau tahu apapun yang sedang terjadi padanya?


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Yunus setelah mereka selesai rapat.


"Ya. Hanya saja sekarang aku jadi kepikiran. Kenapa aku mendapat perlakuan seperti ini dari keluarga kandung sendiri. Aku percaya pada Bintang. Dia meminta aku untuk mempercayai kalau kedua orang tua kandungku itu sangat menyayangi dan mencintai aku. Aku sering berdebat dengannya mengenai masalah ini dengan Bintang. Dia tidak mau memberitahu alasan kenapa Mama dan Papa meninggalkan aku dan dibesarkan oleh Kakek. Meski kadang aku masa bodo dengan keadaan mereka berdua, tetapi hati kecil aku selalu ingin bersama mereka layaknya satu keluarga utuh. Di mana ada aku, Mama, dan Papa," ungkap Zulaikha dengan derai air mata.


     Yunus yang dibesarkan oleh orang tua kandung dan selalu mendapat perhatian penuh kadang iri kalau Ayah dan Ibunya lebih perhatian kepada adiknya. Apalagi Zulaikha yang tidak pernah ingat kapan dia merasakan belaian sayang dari kedua orang tuanya.


"Tidurlah. Besok kita ada Ujian Nasional. Bukannya kamu ingin cepat lulus agar bisa menikah dengan si duda," ucap Yunus dan mendapat anggukan kepala Zulaikha.


***


    Kondisi Zulaikha pagi ini dalam keadaan baik. Dia semalam menangis sampai puas setelah itu tidur dengan nyenyak dan baru bangun setelah alarm berbunyi karena jari mendekati waktu subuh.


     Baru saja Zulaikha menyelesaikan ritual mandinya. Terdengar suara pintu di ketuk sangat keras. 


"Ada apa?" tanya Zulaikha begitu membuka pintu.

__ADS_1


"Ada si duda di depan pintu," ucap Yunus yang masih memakai celmeknya karena sedang membuat sarapan.


     Dengan hati riang Zulaikha membuka pintu. Tanpa sadar kalau dia masih memakai handuk kimono.


"Assalamualaikum, Om!" salam Zulaikha dengan senyum mengembang.


"Wa'alaikumsalam. Astaghfirullahal'adzim, Zulaikha! Kenapa kamu nggak pakai baju?" Yusuf merasa malu karena Zulaikha masih memakai kimono handuknya.


"Tenang saja, Om. Aku sudah pakai baju kok di dalamnya," ujar Zulaikha sambil mengerlingkan matanya genit.


'Gila kali kalau aku nggak pakai apa-apa. Sementara ada Yunus ikut tinggal bersama aku,' batin Zulaikha.


"Cepat pakai seragam kamu! Kita sarapan bersama," ajak Yusuf dan langsung kembali sebelum nanti Zulaikha berbuat hal yang aneh-aneh padanya.


"Siap, Om Cintaku! Sayangku!" teriak Zulaikha dengan riang.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


***


     

__ADS_1


     


__ADS_2