
Yusuf bersikukuh dengan menolak gaun pilihan istrinya. Dia ingin gaun pengantin yang tertutup.
Zulaikha merengek, "A~ng ... aku tidak mau yang pakai cadar. Aku mau seperti kebanyakan orang. Mereka juga memakai gaun pengantin yang seperti itu. Yang penting kan tidak terlihat rambutnya," ucap Zulaikha kini duduk di pangkuan Yusuf.
"Turun, ada Asiah melihat kita," bisik Yusuf. Zulaikha pun turun dari pangkuan suaminya.
"Kita bicarakan ini di kamar saja, nanti," lanjut Yusuf dan Zulaikha masih cemberut.
"Asiah Sayang, kita bobok, yuk!" ajak Zulaikha sambil menuntun Asiah ke kamar mandi untuk gosok gigi.
***
Setelah menemani Asiah tidur, Zulaikha mendatangi kamarnya. Ternyata suaminya sedang menerima telepon di balkon.
Zulaikha hanya berdiri sambil menengadahkan kepalanya melihat pemandangan langit malam yang tidak ada bintang atau bulan sama sekali, dan itu membuat dia kecewa.
"Ada apa, Sayang?" Yusuf memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Sedang melihat langit. Siapa tahu tiba-tiba saja ada penomena alam langka yang terjadi malam ini," ucap Zulaikha masih melihat ke langit.
Yusuf malah tertawa mendengar ucapan istrinya. Di cium pucuk kepala Zulaikha.
"Katakan terus terang. Apa yang kamu inginkan?" tanya Yusuf masih memeluk tubuh istrinya.
__ADS_1
"Kita pesan baju pengantin itu dua-duanya agar adil. Baju yang Aang pilih dan yang sudah aku pilih!" jawab Zulaikha.
"Sayang, ini namanya pemborosan. Cukup satu saja," ujar Yusuf dan membalikan tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.
"Apa kamu tahu, Sayang? Kalau salah satu sifat manusia yang paling disukai oleh setan adalah boros, suka berfoya-foya, riya', dan sombong," kata Yusuf yang membuat Zulaikha menutup mulutnya dengan jari-jari lentiknya.
"Karena orang-orang yang punya sifat seperti ini adalah saudaranya. Jadi, cukup beli satu baju yang akan kamu pakai. Banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita untuk membantu mereka. Bagaimana kalau kita datangi butik secara langsung. Siapa tahu kalau melihat secara langsung akan ada yang cocok sama kamu. Atau pesan kepada desainer sesuai keinginan kita," ujar Yusuf dan tangannya membenarkan jilbab istrinya yang tertiup angin.
"Hm, maafkan aku, A~ng!" Dipeluknya tubuh suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu.
***
Bilqis membulak-balikan handphone mahal pemberian sang Billionaire. Dia tidak menyangka kalau dia bisa punya benda seperti ini sekarang.
"Ya Allah, permudahkan aku untuk membalas kebaikan Mister William. Lancarkan segala usahanya dan permudahkan lah segala urusannya," kata Bilqis berdoa untuk kebaikan penolongnya.
William tinggal di apartemen yang satu gedung dengan milik Yusuf dan Zulaikha, dulu. Dia sedang memeriksa laporan perusahaannya yang ada di Eropa. Dia sudah terbiasa seorang diri hanya ditemani oleh foto-foto orang yang dia cintai. Di depannya ada sebuah pigura berukuran besar, yang memuat potret Mentari dan Liam, putra satu-satunya yang pernah dia punya. Hanya melihat itu saja sudah membuat moodnya bagus. Sekuat dan sehebat apapun dia, tidak akan bisa memutar waktu. Seandainya saja ada yang bisa membuat robot canggih seperti Doraemon yang punya mesin lorong waktu. Maka, dia akan membelinya berapa pun harganya. Asal dia bisa kembali ke masa dia sudah berbuat keputusan bodoh yang sangat dia sesali seumur hidupnya.
"Sayang, Daddy kangen. Kapan terakhir kali kamu muncul dalam mimpi Daddy? Apa kamu juga suka muncul di mimpi Mommy?" William menatap foto bocah laki-laki yang tersenyum bahagia.
"Maafkan Daddy, Sayang."
***
__ADS_1
Pagi hari Zulaikha menyiapkan segala keperluan suaminya karena ini adalah hari pertama Yusuf masuk kerja di perusahaan milik William. Dia ingin melakukan tugas istri dengan baik.
"Sayang, ini baju yang harus aku pakai hari ini?" tanya Yusuf pada istrinya.
"Iya. Kesan pertama itu harus terlihat baik di mata para bawahan, Aang. Tapi, ingat! Jangan suka memberi perhatian kepada karyawan wanita nanti mereka mengira kalau kamu, itu laki-laki singel. Laki yang sudah tahu punya istri saja banyak yang ngincar. Apalagi kalau dikira masih sendiri. Langsung kasih pengumuman kalau sudah punya istri yang sangat cantik dan seksi di rumah jadi jangan coba-coba untuk menggoda! Ya ... ya ...?" ucap Zulaikha dan membuat Yusuf tersenyum geli. Karena harus memberi pengumuman seperti itu.
"Nggak mau, ah!" balas Yusuf sambil menahan tawanya.
"Apa?" Zulaikha yang sedang memasangkan dasi langsung ditarik kencang sehingga Yusuf merasa tercekik.
"A–Aduh ... Sayang!" Yusuf langsung menarik Zulaikha sehingga saling menempel.
"Awas ...!" Zulaikha mengancam dengan memasang wajah garang.
***
Belum apa-apa si Zul sudah kasih peringatan nih 😁😁 Daddy Willi sering melow ternyata jika sedang seorang diri. Bilqis bagaimana kedepannya? Tunggu selanjutnya ya! Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Kasih penyemangat dengan klik Like dan Komentar 😘😘😘
***
Sambil menunggu Aang Yusuf dan Neng Zulaikha up bab berikutnya. Yuk baca juga karya teman aku. ceritanya bagus dan seru loh. Cus ke palak karyanya. l
__ADS_1