Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Pertemuan Zakaria dan Bilqis


__ADS_3

     Zakaria mencoba mendatangi kediaman rumah Khalid setelah tahu kalau Bilqis ada di sana. Dia mendapatkan informasi itu dari menguping pembicaraan Asma yang sedang bicara dengan Bilqis di telepon saat waktu istirahat.


    Kini sepulang dari kantor, Zakaria pun berdiri di depan gerbang yang kokoh dan meminta izin kepada penjaga untuk menemui sang pujaan hati. Dia pun menunggu sangat lama sampai bisa di izinkan untuk masuk ke dalam sana.


    Bilqis tadinya tidak mau menemui Zakaria. Ada rasa takut kalau nanti laki-laki itu bilang mereka sudah tidur bersama. Hanya William saja yang tahu kejadian malam itu. Bilqis tidak menceritakan kejadian yang menimpanya itu pada Aurora.


"Siapa tamu itu?" tanya Bintang yang tiba-tiba saja datang dan menunjuk ke arah Zakaria.


"Teman sekantor, lebih tepatnya dia adalah atasan aku," jawab Bilqis dengan gugup.


    Bintang tahu kalau Bilqis sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Namun, dia biarkan saja kalau perempuan itu tidak mau berbagi cerita.


"Kalau urusannya sudah beres, bergabung lagi bersama kami," kata Bintang.


"Iya, itu pasti. Kalau kumpul dengan para ibu hamil bawaannya ingin makan terus," balas Bilqis sambil tersenyum.


"Kakak benar, sampai Abang Ghaza sering berolahraga untuk menjaga kestabilan berat badannya karena terus aku ajak makan," kata Bintang.


"Aku salut sama Dokter Ghazali dan Pak Yusuf, sabar mengikuti ngidam para istrinya," balas Bilqis dan keduanya pun berpisah saat sampai ruang tamu di depan.


    Zakaria menatap sendu pada Bilqis. Dia ingin tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka malam itu. Dia terbangun dalam keadaan tanpa pakaian di balik selimutnya. Dia takut sudah melakukan hal yang tidak boleh dia lakukan pada gadis yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," salam Bilqis begitu mereka beradu pandang.


"Wa'alaikumsalam," balas Zakaria dengan gugup.


"Ada apa, Pak Zakaria ingin menemui saya?" tanya Bilqis dengan rasa kurang nyaman karena atasannya itu memandang dirinya dengan lekat.


"Ada … yang ingin aku bicarakan dengan kamu," jawab Zakaria yang jantungnya kini berdetak dengan kencang.


"Ya, silakan." Bilqis seakan menyuruh mantan atasannya itu cepat bicara dan pergi jika sudah selesai.


"Ini, mengenai kejadian malam itu …." Zakaria kini menunduk malu meski tidak tahu sejauh mana Bilqis ingat kejadian malam itu.


"Apa kamu ingat kalau malam itu kita … sudah tidur bersama?" tanya Zakaria dengan agak lantang. Dia berpura-pura dan ingin terlihat kalau malam itu mereka benar-benar sudah melakukannya. Padahal dirinya tidak ingat apa-apa akan kejadian saat itu.


"Memangnya apa yang sudah terjadi pada kita malam itu? Aku pulang ke apartemen dan sholat Magrib juga di apartemen karena di rumah kamu tidak tahu di mana letak mukena," jawab Bilqis. Dia memang tidak bohong kalau sholat Magrib di apartemennya, meski itu dikerjakan dengan jamak takbir.


"Jadi, malam itu … tidak ada apapun yang terjadi pada kita?" tanya Zakaria antara senang dan tidak senang.


"Ya, begitulah," ucap Bilqis.


'Ya Allah, ampuni aku yang sudah berbohong.' Bilqis sudah merasa tidak nyaman duduk bersama Zakaria.

__ADS_1


"Sayang …. Oh, ada tamu! Maaf tadinya mama mau ajak kamu ke butiknya Gaya untuk mengukur baju pengantin," kata Aurora.


"Bisa, Ma. Pak Zakaria apa masih ada yang mau di bicarakan lagi? Soalnya saya sedang sibuk," kata Bilqis yang dalam hatinya berharap laki-laki ini pulang.


"Hm, maaf aku sudah mengganggu kamu. Sepertinya kamu mau menikah, ya?" tanya Zakaria menahan rasa sakit hatinya.


"Iya," jawab Bilqis singkat.


     Zakaria pun pulang dengan perasaan kacau. Patah hati untuk kesekian kalinya. Dia pun hanya bisa merelakan gadis yang dicintainya menikah dengan laki-laki yang jauh di atas dirinya.


***


    Maria mencari informasi tentang rumah yang ditinggali oleh Bilqis. Betapa senangnya dia saat tahu kalau rumah itu milik salah satu pengusaha kaya di Indonesia. Sebenarnya Maria tidak tahu siapa itu keluarga Hakim. Karena dia bertanya pada satpam baru di rumah sebelah atau tetangga Khalid.


"Syukurlah, ternyata Bilqis tinggal di rumah orang yang lebih kaya dari Zakaria," gumam Maria senang.


"Tapi, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengan dia?" tanya Maria pada dirinya sendiri.


***


😬😬 Si Mak Lampir ini maunya apa? Apa Bilqis akan jatuh lagi pada tipu daya muslihat ibu tiri? Itu para Bumil kayak nggak malu apa ngidam makan di rumah orang lain 🙈🙈. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2