
"Awas!"
DOR!
DOR!
Dua tembakan hampir bersamaan terdengar meletus di sana. Memekakan telinga semua orang.
"Yunus!" teriak Bintang dan Zulaikha bersamaan.
"Tangkap Qorun!" teriak ketua tim.
DOR! DOR!
Qorun dua kali melesatkan tembakan ke arah Zulaikha. Namun, gagal mengenai karena Yunus melindungi Zulaikha dengan tubuhnya.
Kemudian dua orang langsung menembakan peluru ke arah tangan yang memegang pistol dan kaki milik Qorun. Mereka lalu membekuk dan memborgol kedua tangannya ke belakang.
"Yunus, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Zulaikha dengan berderai air mata.
"Kamu bodoh Zul, tanya begitu. Jelas-jelas sakit lah kena tembakan langsung begitu meski sudah pakai baju anti peluru," sewot Bintang dan lanjut bicara lagi, "kamu lagi! Baru bangun dari rumah sakit, sudah korbankan diri sendiri."
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Yunus sambil meringis menahan sakit.
"Apa susahnya dorong Si Zul, yang penting peluru nggak mengenai dirinya," jawab Bintang sambil menyeringai jahil.
"Apa kamu bilang! Tega bener kamu sama teman sendiri. Kalau aku terluka bagaimana?" sewot Zulaikha sambil melotot dan Bintang malah tertawa.
"Sudah kalian ini. Bertengkar terus," ucap Yunus.
"Bi …." Yunus jatuh pingsan dalam pelukan Bintang.
"Hei, Yunus sadarlah!" Bintang menepuk-nepuk pipi Yunus.
__ADS_1
"Cepat masukan Yunus ke mobil!" titah ketua tim pada rekan-rekannya.
***
Yusuf memeluk erat tubuh istrinya. Betapa panik dan takutnya dia saat mendengar kalau Qorun melakukan serangan lagi kepada Zulaikha.
"A~ng, sudah dong. Aku tidak apa-apa. Semua baik-baik saja," ucap Zulaikha.
"Iya, Sayang. Aku sekarang sedang merasa sangat bahagia. Akhirnya, orang yang selalu berusaha mencelakai kamu sudah ditahan. Tapi, Yunus tidak apa-apa kan?"
"Iya. Tadi Bintang bilang kalau Yunus sudah sadar. Dia hanya kelelahan saja."
"Syukurlah. Aku senang kalian semua selamat."
Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Ada suara Asiah memanggil.
"Asiah?"
"Aku buka dulu, Ang."
"Mama, katanya ada penjahat itu lagi, ya?" tanya Asiah.
"Iya. Tapi sekarang sudah ditangkap. Jadi, tidak akan bisa ganggu mama lagi," jawab Zulaikha.
"Asiah, sini!" panggil Yusuf sambil melambai tangannya.
Kini ketiganya duduk di sofa. Berbincang-bincang seperti biasa. Sampai Asiah menanyakan sesuatu pada Zulaikha.
"Ma, itu kenapa leher ada tanda-tanda merah?" tanya Asiah sambil menunjuk pada leher jenjang milik Zulaikha yang terekspos karena melepaskan jilbabnya.
"Astaghfirullahal'adzim." Yunus menepuk jidatnya.
"Astaghfirullahal'adzim." Zulaikha menutup lehernya.
__ADS_1
"I-Ini … gara-gara nyamuk nakal," jawab Zulaikha sambil tertawa kaku.
"Nyamuk?"
"Iya, Sayang. Ada nyamuk di kamar ini," lanjut Zulaikha sambil melirik pada suaminya yang malah tersenyum manis.
"Pasti nyamuknya besar sekali, ya?" tanya Asiah.
"Iya, Sayang. Nyamuknya besar sekali," balas si mantan gadis nakal.
"Kalau begitu harus pasang obat nyamuk bakar! Seperti di rumah Nenek. Agar nyamuknya pergi," ucap si bocah chubby itu.
'Kalau suamiku disuruh pergi, aku nggak akan bisa tidur.'
***
Bilqis akan membuat makanan untuk menu makan malam, yaitu goreng ikan, sambal, rebus daun singkong, sambal, kerupuk, dan tempe goreng. Tadi siang dia memberanikan diri mengajak makan malam kepada William.
"Semoga masakan ini enak rasanya. Sesuai dengan lidah Mister." Bilqis selesai menata semua makanan di meja.
"Dia itu Bule yang aneh. Suka dengan makanan sederhana seperti ini. Tapi kenapa aku suka, ya?" Bilqis bergumam seorang diri.
"Ayo, semangat Bilqis!" Tangannya terkepal dan senyumnya terukir.
"Buat dia juga suka sama kamu."
"Suka sama siapa?" tanya seseorang dengan pelan dari arah belakang.
Deg! Deg! Deg!
"Mi–Mis-ter …." Bilqis merasakan tubuhnya membeku melihat laki-laki yang malam ini berpenampilan sangat menawan.
***
__ADS_1
Aang Yusuf di sama kan dengan nyamuk. Mana nyamuk nakal lagi 🤦🏼♀️🤦🏼♀️. Ayo, Bilqis luluhkan hati duda bule! Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗. Biar semangat Kasih Like dan Komentar juga ya 🥰🥰🥰