Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Gombalan Yusuf pada Zulaikha


__ADS_3

     Setelah sarapan Asiah meminta diantarkan ke rumah sakit. Dia ingin bertemu dengan Ayah dan calon ibu sambungnya. Tentu saja dou kembar setia menemani.


"Kalian semua sudah siap!" William yang bertindak sebagai sopir memperhatikan ketiga bocah itu.


"Sudah!" jawab ketiga anak kecil itu kompak.


"Baiklah, ayo kita berangkat menjenguk orang tua Asiah!" William melajukan mobilnya.


     Cantika pun bersama ketiga putranya mau menjenguk Bintang. Meski dia sudah tahu kondisi putri satu-satunya itu dalam keadaan baik-baik saja. Tetap saja sebagai seorang ibu dia khawatir kalau belum melihatnya secara langsung.


"Sudah Mama tenang saja. Kak Bintang kan nggak apa-apa? Sebentar lagi dia juga sudah buat kehebohan lainnya," kata Shine sambil memeluk tubuh Cantika di sebelah kanan.


"Iya. Kak Bintang kan gadis hebat kebanggaan kita," lanjut Sky memeluk Cantika di sebelah kiri.


'Aku harus memasukan mereka ke asrama? atau pesantren sekalian,' kata batin Alex. Dia selalu kalah sama dou kembar ini.


     William membawa Asiah bersama si Kembar. Sementara Alex keluarganya. Mereka menaiki mobil terpisah.


***


     Zulaikha minta di satu kamar dengan Yusuf. Luka-lukanya cuma lecet saat melompat dari mobil. Sementara Yusuf, banyak memar di sekujur punggung, lengan, dan kakinya.


"Om, ini pasti sakit sekali?" Zulaikha menyentuh punggung Yusuf yang dibalut perban.

__ADS_1


"Sakit ini masih bisa aku tahan. Aku tidak bisa membayangkan akan sesakit apa aku jika kehilangan kamu," balas Yusuf.


"Ah, Om. Jangan gombalin aku saat ini! Jadinya aku mau peluk dan cium, Om," kata Zulaikha dengan malu-malu kucing, dengan pipi yang sudah merona. Senyum cantiknya terlukis dengan mata yang berbinar.


"Sepertinya aku tidak boleh bicara jujur, ya?" Yusuf menatap Zulaikha dengan kekaguman akan wajah calon istrinya yang semakin terlihat cantik setelah berjilbab.


"Harus. Om itu harus jujur! Menurut Om, aku ini cantik, tidak?" tanya Zulaikha memasang pose yang menurutnya cantik saat bercermin.


"Ya, kamu cantik," jawab Yusuf sambil tersenyum.


"Ahk! Aku jadi malu!" Zulaikha menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu jari-jarinya terbuka mengintip sang kekasih dari sela-selanya.


     Kelakuan Zulaikha ini membuat Yusuf gemas. Ingin rasanya dia memeluk dan menghujani dengan ciuman sayang.


"Ya, sangat menggoda. Sehingga aku tidak bisa berpaling dari kamu," jawab Yusuf dengan menatap lekat sang pujaan hati.


"Ahk! Om, membuat hati aku meleleh!" Kali ini Zulaikha menutup wajahnya dengan jilbabnya. Badannya bergoyang ke kanan dan ke kiri. Jika dibuka warna muka Zulaikha sudah seperti kepiting rebus.


     Yusuf malah tertawa terkekeh. Dia jadi lebih suka menggoda anak perawan yang satu ini.


"Lalu, Om cinta nggak sama aku?" Zulaikha menurunkan sedikit kain jilbab sebatas matanya. Mata belo dengan bulu mata lentik mengintip di sana.


"Cinta. Tentu saja aku cinta sama kamu," balas Yusuf dengan tatapan yang serius.

__ADS_1


"Aku juga cinta sama kamu, Om!" teriak Zulaikha sambil menghambur memeluknya.


     Mendapatkan serangan mendadak seperti ini membuat Yusuf tidak siap. Sehingga keduanya terjatuh di atas kasur pasien.


"Zulaikha," panggil Yusuf sambil mengangkat kepala Zulaikha dan memperlihatkan wajah yang tersenyum lebar.


"Sayang. Panggil aku dengan Sayang seperti semalam," bisik Zulaikha dengan tatapan penuh harap.


"S–Sa ... S–Sayang," panggil Yusuf gugup.


"Jangan gugup," kata Zulaikha minta di ulang.


"Sayang ...." Yusuf memanggil Zulaikha dengan mesra.


"Apa yang sedang kalian lakukan!" Suara nyaring mengejutkan keduanya.


***


Siapa tuh kira-kira, ya? Jawabannya ada di bab berikutnya. Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.


Mampir juga nih ke karya teman aku. Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Bagus loh ceritanya.


__ADS_1


__ADS_2