Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 110. Pesta Pernikahan Rayyan-Asiah (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga urusan kalian juga dimudahkan.


***


BAB 110


     Ruang ballroom yang gelap malah membuat Rain senang karena Rania sekarang duduk dipangkuannya. Dia memeluk tubuh istrinya dengan penuh perasaan. Dia juga merutuki dirinya sendiri karena sudah membuat istrinya sedih beberapa hari ini. Dia tidak menyangka pertemuan tanpa sengaja dan sangat singkat dengan Amira, sudah membuat Rania kesal. Meski ada sedikit rasa senang saat sadar kalau istrinya itu sudah cemburu. 


"Nia, Sayang," bisik Rain di telinga istrinya.


"Ya, ada apa Kak," balas Rania melonggarkan pelukan di leher suaminya.


      Insting Rain yang mengandalkan kekuatan cintanya, meski dalam kegelapan dia bisa mencium tepat di bibir Rania. Mendapat sentuhan lembut dari suaminya, membuat Rania terbuai. Dia pun membalas ciuman itu. Suasana gelap tidak membuat malu dirinya meski berciuman di tempat umum.


Flash!


       Sebuah lampu menyorot dalam kegelapan itu ke arah Rain dan Rania yang sedang berciuman. Sontak saja keduanya langsung memisahkan diri. Rania merasa kalau semua mata di dalam kegelapan itu melihat ke arah dirinya.


"Kakak~" rengek Rania kembali menyembunyikan wajahnya di leher Rain.


"Eh, salah. Mana ke arah orang lagi berbuat mesum lagi," ucap Alin sambil menyeringai.          


      Raihan menepuk jidatnya karena Alin tidak mengepaskan dulu arah sorot lampu ke panggung, di mana pasangan Rayyan dan Asiah sedang duduk di pelaminan. Bahkan lebih parahnya malah ke arah adiknya yang sedang bermesraan dengan suaminya. Lalu mengarahkan lampu ke arah Rayyan dan Asiah, ternyata keduanya sedang bermesraan juga.


     Suara sorakan tadi yang memenuhi ballroom hotel, kini semakin bergemuruh memenuhi ruang aula pesta itu. Baik keluarga Andersson maupun keluarga Hakim, sangat terkejut melihat pemandangan tadi dan barusan.


"Kakak~, pulang! Nia sangat malu," pinta Rania pada Rain.


"Tidak perlu malu, kamu kan ciumannya sama aku," balas Rain menggoda istrinya.


"Pergi dari sini, Kak. Yuk!" ajak Rania.


"Ke rumah kita?" tawar Rain.


"Iya. Asal pergi dari sini," balas Rania.

__ADS_1


"Mama … Papa, Rain dan Nia izin pamit dulu. Sampaikan ke ayah Fatih dan bunda Mentari, Rain dan Nia pulang duluan," kata Rain ke pada orang tuanya.


"Iya," balas Cantika dan Alex.


"Gassskeun Rain, buat keponakan untuk kita!" teriak Shine dan di susul oleh Sky.


"Oke," balas Rain agar keluarga itu diam.


     Rain keluar dari ballroom hotel sambil membopong tubuh Rania yang masih menyembunyikan wajahnya di leher Rain. Pemuda itu kini yang keluar ruangan itu tanpa diketahui oleh orang-orang yang ada di sana. Semua tamu undangan kini sedang fokus ke sebuah layar yang tiba-tiba muncul dan menyala memutar sebuah video berisi Rayyan dan Asiah. Semenjak mereka kecil sampai mereka bahagia karena Asiah sudah hamil dan tinggal di rumah baru mereka.


      Banyak orang yang terpana akan kisah cinta keduanya. Bagaimana mereka dipaksa berpisah demi kebaikan keduanya. Namun, mereka diam-diam masih berkomunikasi. Tulisan-tulisan pesan itu sebagian di tampilkan dan membuat hati para perempuan meleleh karena kata-kata cinta Rayyan untuk Asiah. Gombalan-gombalan Rayyan kalau Asiah sedang ngambek. Foto atau video Rayyan yang diambil secara diam-diam baik oleh Raihan maupun Rain ketika sedang Mala rindu melanda dirinya ingin bertemu dengan sang pujaan hati.


"Ian … Rain, awas kalian! Tunggu pembalasan aku nanti," desis Rayyan saat melihat dirinya yang memalukan itu menurutnya.


"Aa~. Aku baru tahu kalau sering terkena mala rindu seperti itu," ucap Asiah.


"Mending aku bernyanyi asal-asalan gitu mengungkapkan isi hati, daripada menangis sampai tidur," balas Rayyan sambil mencubit hidung Asiah.


     Video Rayyan yang bernyanyi entah lagu apa, hanya saja kata-katanya dia sangat merindukan Asiah dan ingin bertemu dengannya. Namun, orang tua mereka melarang mereka untuk bertemu gara-gara sebuah ciuman.


***


"Siapa bilang aku tidak pernah mencium kamu saat masih kecil?" balas Raihan dengan tatapan jahil.


"Memangnya Kak Ian pernah mencium aku saat kecil?" tanya Alin tidak percaya.


"Jangan mencium, menggigit kamu pun pernah. Karena saat kamu masih kecil itu sangat montok, gemesin. Sehingga aku ingin gigit kamu," jawab Raihan dengan seringai jahil.


"Apa? Kak Ian seram, ih!" Alin menjauhkan tubuhnya dari Raihan.


"Tapi, kamu suka, tuh," balas Raihan menggoda Alin.


"Tidak! Aku mau bilang sama ayah sama bunda. Kalau Kak Ian dulu suka menggigit aku," ujar Alin dan hendak pergi dari sisi Raihan.


"Eits, mau ke mana?" tanya Raihan sambil menahan tangan Alin.

__ADS_1


"Mau kabur dan lapor sama ayah. Takut digigit sama Kak Ian," jawab Alin jujur.


"Kalau kamu pergi, maka kita akan dipaksa dipisahkan seperti Raya dan Asiah. Apa kamu mau?" tanya Raihan.


     Alin pun menatap wajah suaminya. Dia tidak mau kalau mereka sampai harus dipisahkan selama belasan tahun.


"Nggak mau. Alin pilih digigit sama Kak Ian saja, dari pada nggak bisa bersama," jawab Alin sambil menjulurkan tangannya ke arah mulut Raihan.


"Ini mau apa?" tanya Raihan tidak mengerti.


"Katanya Kakak mau gigit. Ini … aku ikhlas, ridho lillahi ta'ala," jawab Alin.


"Daripada gigit tangan kamu, mending cium bibir kamu," ujar Raihan.


"Kalau itu Alin suka. Sini cium Alin," kata Alin dan membuat Raihan pijat kepala.


***


"Aminah, apa kamu yang memposting foto ini?" tanya Amira sambil menunjukan foto dirinya dan Rain yang bertemu tanpa sengaja saat memenuhi undangan dari keluarga pasiennya.


"Iya, Kak," jawab Aminah singkat.


"Kamu, men-tag nama aku dan Rain di sana. Itu bisa saja mengundang permasalahan dengan keluarga istrinya," balas Amira.


"Bagus itu. Agar mereka tahu dan sadar kalau ada orang yang tersakiti karena pernikahan paksa itu," ujar Aminah.


"Aku sudah merelakan Rain dengan Rania. Mereka terlihat bahagia, aku tidak mau merusak kebahagiaan keluarga mereka," bentak Amira.


"Mereka tidak pantas mendapatkan kebahagiaan di atas penderitaan dan kesedihan orang lain," sanggah Aminah.


"Aku akan cari kebahagiaan aku sendiri," ucap Amira. Lalu, dirinya pergi meninggalkan Aminah.


"Apa kakak yakin bisa hidup bahagia? Jika bukan dengan laki-laki yang sangat kamu cintai dan selalu dinanti dengan sabar itu," gumam Aminah sambil melihat bagian belakang tubuh Amira.


***

__ADS_1


Rain mau bawa Rania, tuh! Apa yang akan terjadi dengan mereka? Akankah Amira bisa menemukan kebahagiaannya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2