Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Doa Zulaikha


__ADS_3

     Zulaikha membelalakkan matanya saat Yusuf memeluknya dengan erat. Serta memintanya jangan pergi meninggalkan dirinya. Seharusnya dia merasa senang karena orang yang disukai olehnya meminta jangan pergi. Namun, di sudut hatinya dia merasa sakit melihat laki-laki ramah itu menangis karena ulahnya.


'Om, begitu takutnya 'kah kalau aku pergi meninggalkan kamu? Atau kamu nggak mau Asiah bersedih dan marah seperti semalam?' Zulaikha bertanya-tanya dalam hatinya, apakah keberadaan dirinya dianggap penting oleh Yusuf.


"Om ...."


"Katakan kalau kamu tidak akan pergi dari kami!" pinta Yusuf dengan berbisik di telinga Zulaikha.


"A–Apa aku ... orang sangat berarti bagimu, Om?" tanya Zulaikha dengan tersendat. Dia takut kalau ini hanya ilusi baginya karena terlalu mendambakan laki-laki ini untuk selalu berada di sisinya.


"Iya. Bukan hanya bagi aku, tetapi bagi Asiah juga," jawab Yusuf.


     Yunus memperhatikan dua sejoli yang masih berpelukan di depan pintu. Dia sayup-sayup mendengar apa yang sedang mereka bicarakan karena pendengarannya sangat tajam. Meski jarak mereka jauh dan bicara dengan berbisik. Dia bisa menangkap maksud pembicaraan mereka.


'Dasar orang-orang aneh! Nggak wanitanya ... nggak laki-lakinya. Jika mereka saling suka tinggal bilang saja 'Aku menyukaimu!'. Atau karena ingin menikah, mereka tinggal langsung ke KUA saja.' Yunus bergumam dalam hati saking gemesnya pada pasangan ini.


'Kalau mereka seperti Bintang dan Arya, semuanya akan berjalan lancar. Ini yang wanita tidak tahu malu suka main nempel dan yang laki-laki terlalu bodoh memahami perasaannya sendiri,' lanjut Yunus masih dalam hatinya. 


"Apa Om ... menyukaiku?" tanya Zulaikha dengan ragu-ragu.


     Yusuf baru sadar kalau dia sedang memeluk tubuh Zulaikha. Dia cepat-cepat menguraikan pelukannya dan beristighfar. Zulaikha itu sering membuat dirinya khilaf. Selama ini cuma Zulaikha satu-satunya wanita yang dia sentuh selain istrinya. Dulu Aisha saja dia sentuh setelah menjadi istrinya. Pelukan dan ciuman saja mereka lakukan setelah menikah. Sementara dengan Zulaikha, dia sudah melakukan itu sebelum ijab qobul terucap.


     Yusuf malu pada Tuhannya. Dia tidak bisa mengendalikan hasrat dalam dirinya. Jika, sedang berhadapan dengan Zulaikha dalam keadaan emosi tidak stabil.

__ADS_1


"Apa Om, nggak akan disebut seorang penjahat, jika menyukai dirimu?" Yusuf balik bertanya.


"Penjahat? Maksudnya, Om!" Zulaikha tidak mengerti kenapa menyukai di sebut penjahat.


"Kamu itu belum cukup usia menikah, sedangkan aku ini duda beranak satu," jawab Yusuf.


     Zulaikha tertawa renyah. Dia tidak menyangka kalau laki-laki yang di depannya akan bilang begitu.


"Aku ini sudah bisa diajak nikah loh, Om. Kalau secara agama. Namun, secara negara harus nunggu beberapa bulan lagi," ucap Zulaikha dengan senyum cantiknya.


     Senyum geli terpampang di wajah Yusuf. Dia merasa aneh ngomongin pernikahan dengan Zulaikha.


"Sebaiknya kita lakukan sholat istikharah, saja," ujar Yusuf.


     Setelah beberapa hari dia melakukan sholat istikharah. Dia baru menyadari kalau Zulaikha merupakan orang yang terasa berarti dalam hidupnya. Hanya saja dia belum merasa yakin kalau Zulaikha bisa menjadi seorang ibu yang terbaik bagi Asiah. Zulaikha sendiri masih butuh bimbingan dan banyak belajar. Bagaimana cara dia nanti bisa menjadi panutan bagi Asiah? Kalau dilihat dari sisi Zulaikha, dia belum bisa menjalankan tugas seorang ibu.


     Yusuf tercengang mendengar ucapan Zulaikha barusan. Kenapa gadis nakalnya bisa kepikiran melakuakan sholat hajat dan meminta dirinya agar bisa berjodoh. 


"Hebat kamu, kepikiran melakukan sholat hajat," ucap Yusuf dengan senyum simpul terukir di raut mukanya, dan Zulaikha malah memasang wajah yang terlihat berseri-seri karena dipuji.


"Aku tanya sama Bintang. Sholat agar keinginan kita bisa terwujud? Dia bilang banyak sholat malam dan berdoa dengan sungguh-sungguh, lalu menyuruh aku juga melakukan sholat hajat," jelas Zulaikha dengan malu-malu.


"Sepertinya Allah mengabulkan doa kamu," lanjut Yusuf.

__ADS_1


Siapa yang bisa melawan saat Sang Penguasa yang membolak-balikkan hati setiap makhluknya? Begitu juga dengan Yusuf hatinya malah lebih condong ke Zulaikha sekarang. Meski secara harfiah Bilqis lebih sholeha dan tipe idaman para lelaki dalam mencari calon istri.


'Aku nanti harus meminta maaf kepada Bilqis. Salahnya aku dulu terlalu terburu-buru karena takut kalau dia dijodohkan dengan laki-laki lain. Tanpa melibatkan Tuhan yang menciptakan makhluk secara berpasang-pasangan.' Yusuf menyadari kesalahannya dan itu malah akan menyakiti orang lain yang baik hati.


"Maksudnya ... Om mau jadi jodoh aku!" pekik Zulaikha senang dengan pacaran mata penuh binar kebahagiaan.


"Lakukan sholat istikharah, dulu! Jangan terlalu terburu-buru, takutnya nanti malah buruk hasilnya." Yusuf tidak mau gegabah. Apalagi ini menyangkut masa depan semua orang.


"Iya, Om!" Zulaikha langsung melompat dan memeluk tubuh Yusuf saking senangnya.


"Zulaikha, lepaskan! Kita bukan mahram, belum halal untuk berpelukan." Yusuf melepaskan tangan Zulaikha di lehernya.


"Bukannya tadi Om juga memeluk aku dengan begitu erat," gerutu Zulaikha.


"Tadi itu, khilaf!" Yusuf bicara dengan menahan rasa malu.


"Asik! Ayah dan Mama Zulaikha sudah baikan!" seru Asiah sambil melompat-lompat.


"Asiah." Zulaikha dan Yusuf sangat terkejut dengan kehadiran bocah kecil itu di sana.


Baik Yusuf maupun Zulaikha tidak tahu sejak kapan gadis kecil berpipi chubby itu memperhatikan mereka. Muka keduanya langsung memerah karena merasa malau.


"Sayang, sejak kapan berdiri di sana?" tanya Yusuf dengan ngeri-ngeri gimana, karena dia tadi sudah memeluk tubuh Zulaikha sambil menangis.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2