Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Pertemuan Pertama Yusuf dan Zulaikha


__ADS_3

"Siapa nama Paman itu, Pi?" tanya Yusuf penasaran.


"Oliver. Dia saudara satu Ayah beda Ibu. Sementara Buggy adalah sepupu dari pihak Ibunya," jawab Clive.


"Apakah karena hal ini? Ayah Papi berikan seluruh hartanya untuk Papi." Yusuf berpikir.


"Iya. Karena harta warisan itu punya keluarga Mommy yang dikelola oleh Daddy. Sementara Oliver diberikan harta dari harta pribadi milik Daddy, yang dibagi dua lagi sama aku."


"Harta warisan itu sering membawa bencana atau perselisihan sesama saudara," kata Yusuf sambil menghela napas.


"Ya. Aku harap kamu dan Zulaikha jangan sampai melakukan hal seperti ini. Jika kamu menikah dengan Zulaikha. Maka Asiah pun akan menjadi cucuku. Tidak peduli dia lahir dari rahim siapa. Aku akan memperlakukan dia sama seperti cucu kandungku," terang Clive.


"Terima kasih, Papi. Sudah mau menerima Asiah menjadi cucu Papi." Yusuf benar-benar merasa terharu dan senang.


"Iya. Kamu juga harus menerima Zulaikha dengan segala kelebihan dan kekurangan dia," lanjut Clive.


"Tentu saja aku akan menerima Zulaikha apa adanya. Apa Papi tahu kalau dulu Zulaikha itu anaknya ngeselin banget?" Yusuf mulai bercerita.


    Clive malah tertawa terkekeh. Dia bisa membayangkan kelakuan putrinya. Bahkan Bintang juga kalau bercerita dia selalu menggebu-gebu. Terlihat rautnya jengkel, tetapi orang-orang malah tertawa kalau mendengar ceritanya.


"Ceritakan kisah kamu dan Zulaikha pas awal bertemu!" pinta Clive.


***


Dua tahun yang lalu ….


     Yusuf yang baru pindah ke apartemen mengharuskan belanja untuk keperluan sehari-hari. Dia pun belanja di supermarket yang berada di bawah. Saat dia sedang memilih sayuran dan buah-buahan tanpa sengaja ada gadis cantik menabrak dirinya.


"Maaf," katanya dengan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa," balas Yusuf dia pun kembali memilih bahan yang dia butuhkan. Saat dia hendak mengambil buah apel, tangan gadis itu juga menyentuh buah apel yang sama dengan Yusuf.


"Ini untuk kamu saja," ucap Yusuf sambil memberikan apel itu sedangkan dia ambil apel yang lainnya.


     Zulaikha menatap laki-laki tampan itu tanpa berkedip. Jantung dia langsung terasa berdebar-debar. Wangi parfum yang maskulin membuat Zulaikha terhipnotis. Dia terus membuntuti Yusuf ke manapun dia pergi. Dia pun melupakan belanjaannya malah sibuk memperhatikan Yusuf. Sampai tanpa sengaja troli yang di dorong Zulaikha menabrak display minuman di bagian susu.


Bruk!


"Kyaaaak!"

__ADS_1


Klontang! Klontang!


     Kaleng susu berjatuhan dan sebagian menimpa tubuh Zulaikha. Yusuf yang kebetulan di sana menolongnya. Ada memar di kening Zulaikha. 


    Semua badan Zulaikha terasa sakit semua karena puluhan kaleng susu kental manis itu sudah menghujaninya. Sedang sakit ditambah malu lagi karena dilihat banyak orang.


"Kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Yusuf.


"Tidak apa-apa, apanya! Tubuh aku tertimpa banyak kaleng susu, pastinya sakit. Kamu menanyakan sesuatu yang tidak penting!" Zulaikha merasa kesal. Dia tidak tahu kalau yang menolongnya itu adalah Yusuf. Namun, begitu dia melihat wajah laki-laki yang membantunya berdiri. Dia pura-pura jatuh lagi dan bilang tidak bisa berdiri.


"Kaki aku sakit sekali. Sepertinya keseleo. Tolong gendong aku ke apartemenku!" pintanya pada Yusuf.


    Yusuf yang merasa kasihan pada Zulaikha langsung menghubungi bagian keamanan apartemen dan meminta salah satu dari mereka untuk menggendong Zulaikha dan membawanya ke apartemen miliknya.


     Mendengar Yusuf malah menghubungi orang lain membuat Zulaikha kesal. Dia pun melemparkan dua kaleng susu itu ke tulang kering Yusuf.


"Aw! Sakit!" Yusuf meringis sambil memegangi kedua kakinya.


'Biar di tahu bagaimana rasa sakitnya terkena kaleng susu!' gerutu Zulaikha dalam hati.


    Yusuf menatap Zulaikha dengan tajam. Sementara Zulaikha hanya menyerengeh.


"Bagaimana rasanya?"


"Aw! Luka aku semakin parah, nih! Kamu harus bertanggung jawab."


     Pihak manajer pun mendatangi kekacauan itu dan meminta Zulaikha untuk melakukan ganti rugi karena sudah berbuat kekacauan di sana. Mau tidak mau Zulaikha membayar sejumlah uang sesuai keinginan pihak supermarket.


     Zulaikha tidak mau mengalami kerugian bertubi-tubi. Maka dia pun minta tanggung jawab Yusuf untuk menggendong dan mengobati lukanya. Pihak Manajer supermarket pun meminta Yusuf melakukan permintaan Zulaikha. Maka Yusuf pun menggendong gadis itu di punggungnya.


"Kamu tinggal di lantai berapa?" tanya Yusuf saat hendak masuk lift.


"Lantai tujuh," jawab Zulaikha dengan senyum terulas di wajahnya. Betapa bahagianya dia saat ini.


'Lantai tujuh. Berarti kita bertetanggaan.' Yusuf diam tidak mau banyak bicara dengan gadis yang terlihat seperti nona muda yang sombong dan nakal.


"Nama aku Zulaikha. Siapa nama kamu?" 


"Yusuf."

__ADS_1


"Beneran nama kamu Yusuf!" Zulaikha yang berada di gendongan malah banyak bergerak sehingga dada empuk dia semakin menekan-nekan punggung Yusuf.


"Diamlah! Kalau kamu tidak mau diam aku lepaskan kamu agar terjatuh sekalian," kata Yusuf galak.


"Kamu tahu tidak jodohnya Yusuf itu adalah Zulaikha. Mungkin saja kita juga berjodoh. Mau nggak kamu jadi pacar aku?" tanya Zulaikha sambil memiringkan wajahnya yang tadi bertumpu pada bahu Yusuf.


"Tidak mau!"


"Kenapa?"


"Aku sudah punya anak dan istri."


"Bohong! Masa mahasiswa seperti kanu sudah menikah bahkan sudah punya anak."


"Aku bukan mahasiswa. Aku juga sudah bekerja."


"Aku akan cium kamu kalau ketahuan sudah bohong."


"Untuk apa aku berbohong? Tidak ada gunanya."


"Berapa usia kamu sekarang?"


"Tidak mau jawab."


"Aku cium, loh."


"24 tahun."


"Siapa nama istri kamu?"


    Pintu lift keburu terbuka sebelum Yusuf menjawab. Dia pun berjalan ke arah apartemen milik Zulaikha. Lagi-lagi Yusuf terkejut ternyata apartemen mereka saling berhadapan pintunya. Yusuf pun mengobati luka di kening Zulaikha.


    Sejak itu Zulaikha suka sekali menggoda Yusuf karena dia sama sekali tidak percaya kalau laki-laki pujaan hatinya itu sudah punya istri dan anak karena tidak pernah melihat mereka sekali pun. Setiap mereka bertemu, Zulaikha selalu berusaha menarik perhatian Yusuf.


"Om ganteng, I Love You!" ini mantra Zulaikha setiap melihat Yusuf.


"Belajar yang benar. Masih bocah ingusan saja mikirin laki-laki." Yusuf selalu malas menanggapi gadis yang dinilainya sebagai anak nakal.


"Hidung aku nggak ada ingusnya, Om!" balas Zulaikha sambil memegang hidungnya, "jadi, kita ayo pacaran!" seru Zulaikha.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.


__ADS_2