Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Yusuf dan Abah Taha


__ADS_3

     Setelah kepulangan Mentari dan si Kembar, Asiah asik bermain dengan Mang Sholeh. Sementara Hajar memasak untuk makan malam nanti. Yusuf dan Abah Taha memilih bicara di ruang kerja.


"Kenapa kamu seperti banyak pikiran begitu? Apa ada masalah? tanya mertuanya.


"Abah ingat kalau Yusuf pernah bilang kalau sudah menemukan ibu sambung untuk Asiah," ucap Yusuf dan Abah Taha menganggukkan kepalanya tanda dia masih ingat itu.


"Setelah Yusuf melakukan sholat istikharah, hati ini malah condong kepada gadis lain. Dalam mimpi pun gadis itu yang selalu muncul," lanjut Yusuf dengan tatapan tidak lepas dari wajah mertuanya yang sudah berkeriput.


"Mungkin dia 'lah jodoh yang Allah berikan untuk kamu," balas Abah Taha diiringi senyum lembutnya.


"Yusuf akan senang jika memang dia yang Allah pilihkan untukku. Hanya saja gadis itu masih sekolah dia siswa kelas tiga SMA," ujar Yusuf dan terlihat jelas keterkejutan dari pancaran matanya.


"Berarti dia masih kecil?" tanya Abah Taha.


      Yusuf ingin bilang kalau umurnya saja yang masih muda. Tapi pikirannya sudah bukan anak remaja lagi. 


"Meski begitu, dia bisa mengurus Asiah. Dia juga sangat sayang kepada Asiah, begitu juga sebaliknya. Pernah Asiah ngambek sama Yusuf karena Zulaikha marah dan tidak mau main lagi ke sini," jelas Yusuf sambil menunduk karena dia merasa malu.


"Zulaikha? Jadi, nama gadis itu Zulaikha?" Abah Taha tersenyum.


"Iya, Abah. Namanya Zulaikha."


"Nama pasangan yang cocok dengan kamu," ucap Abah Taha malah semakin Yusuf merah wajahnya. Mana mungkin mertuanya itu menyamakan nama mereka dengan Nabi Yusuf as dengan Zulaikha.


"Jangan bilang kalau dia juga suka menggoda kamu, Yusuf." 


     Yusuf tidak bisa berkata apa-apa. Sebab, memang Zulaikha suka menggodanya dan dia selalu saja hampir jatuh akan jerat godaan si gadis perawan itu.


"Dia gadis yang sangat cantik, Abah. Bohong kalau Yusuf bilang tidak tergoda meski berusaha berada di garis batas aman." Yusuf lebih baik mengaku saja kalau dia yang suka. Jangan sampai ada nilai negatif pada Zulaikha, untuk saat ini.


"Apa kamu mencintainya?" tanya Abah Taha.


"Yusuf rasa ada cinta untuknya di hati ini," jujur sang duda.


"Abah hanya ingin mengingatkan kamu. Janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh oleh cinta. Hiasilah cinta kamu itu dengan iman dan rasa malu. Jangan seperti orang-orang yang rela menggadaikan atau menjual dirinya dengan berkedok cinta, padahal itu adalah hawa napsu. Kamu harus pandai-pandai membedakan antara cinta dan hawa napsu. Karena itu mudah bercampur. Ingatlah Allah adalah tujuan cinta kita. Orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah adalah salah satu orang yang terselamatkan saat kiamat nanti," jelas Abah Taha.

__ADS_1


"Terima kasih, Abah. Yusuf akan selalu ingat nasehat Abah ini." Hati Yusuf begitu bergetar dia ingat bagaimana dia pernah melakukan hal yang tidak boleh dia lakukan saat ini.


"Hati-hatilah dengan bujuk rayu iblis dan bala tentaranya," lanjut Abah Taha.


     Yusuf ingin menangis dan bersujud di hadapan Tuhannya dan memohon ampunan atas dosa yang dia lakukan baru-baru ini. Padahal dia tahu kalau Zulaikha belum halal disentuh olehnya. Namun, apa yang di sudah dia dan gadis nakalnya itu lakukan? Ciuman itu membuatnya senang dan candu. Mereka melakuakan itu saat lemah imannya sehingga jatuh akan bujuk rayu setan.


"Terima kasih, Abah. Sudah mengingatkan Yusuf."


"Nikahilah dia, jika kamu tidak bisa menahan hasrat dalam dirimu terhadap gadis itu."


"Yusuf harus menunggu dia selesai sekolah. Dia juga pastinya akan disuruh kuliah oleh orang tuanya."


"Apa tidak ada cara lain?"


     Yusuf bingung juga saat ini. Dia tidak tahu orang tua dari Zulaikha. Membicarakan, bagaimana cara yang terbaik untuk mereka lakukan kedepannya?


     Jika, dilihat dari sifat dan jalan pikiran Zulaikha. Gadis itu pastinya memilih menikah dulu. Urusan sekolah pasti menjadi urusan belakangan.


***


"Wah, siapa ini? Kamu jangan membawa kekasih kamu ke tempat seperti ini," ucap salah seorang rekan Yunus dengan nada bercanda.


"Hei, Nona Cantik jangan mau sama Yunus. Dia itu nggak romantis. Nggak tahu bagaimana cara menyenangkan wanita," lanjut pemuda lainnya lagi.


     Yunus sangat kesal pada teman-temannya itu. Bisa-bisanya mereka menilai buruk dirinya.


"Diamlah kalian! Kenapa kalian cerewet sekali hari ini?" tanya Yunus kesal.


"Halo, kakak-kakak semuanya. Senang bisa bertemu dengan kalian semua," sapa Zulaikha.


"Selain cantik parasnya, ternyata suaranya juga enak untuk di dengar." Kali ini beda lagi orang.


"Sudah! Kalian itu jangan suka mengganggu tamu. Kalau dia merasa tidak nyaman dengan perbuatan kalian dan melapor pada Tuan Khalid. Maka bersiap-siaplah mendapat hukuman," kata Bagaskara yang baru masuk ke ruangan itu dengan membawa sesuatu seperti kotak perhiasan.


"Ini pesanan untuk Nona Zulaikha," kata Bagaskara menyerahkan kotak itu.

__ADS_1


"Ini apa?" tanya Zulaikha melirik ke arah Yunus.


     Yunus pun mengambil kotak dari tangan Zulaikha dan membuka serta memperlihatkan isi di dalamnya. Ada sebuah cincin berhias dengan mata ruby.


"Kemarikan tangan kamu!" pinta Yunus dan Zulaikha pun menyerahkan tangan kirinya. Lalu menyematkan cincin itu di jari manisnya. Cincin itu terlihat sangat cantik.


Suit! Suit!


Prok! Prok!


"Selamat! Selamat!"


"Selamat menempuh hidup baru!"


"Cium! Cium! Cium!"


     Terdengar siulan, tepuk tangan, dan teriakan dari orang-orang yang sedang berada di ruangan itu. Membuat Zulaikha merasa sangat malu. Muka dia pun sudah seperti kepiting rebus.


"Mau nggak kamu cium? Kalau enggak, biar kami wakili saja!" Candaan para teman Yunus langsung membuat Zulaikha waspada. Dia langaung menutup bibirnya. Seperti takut beneran Yunus akan menciumnya.


"Nggak akan aku cium. Meski kamu meminta aku untuk melakukannya," ujar Yunus dengan senyum miringnya.


"Siapa juga yang mau di cium sama kamu. Ini bibir hanya boleh di cium sama Om Yusuf. Om Yusuf Only!" seru Zulaikha dengan mata melotot kepada Yunus. Sehingga semua orang di sana tertawa terpingkal-pingkal karena Yunus di lawan oleh anak berseragam putih abu-abu.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


Dukung karya baru aku, yang berjudul: Putri Yakuza di Sarang Mafia.


Blurb:


     Eriko Mashimoto seorang putri yakuza masuk ke dunia novel dan merasuk ke dalam tubuh seorang pelayan bodoh dan lemah yang bernama Marimar Fernandez, di kediaman ketua mafia Silver Dragon, Louis Figo. Dia menggabungkan informasi dua orang di dalam satu tubuh. Agar terhindar dari kematian, dia mengajukan akan membantu Louis Figo untuk mengungkap kebenaran dari kematian orang tuanya.


     Louis Figo yang kagum dengan sosok pelayannya yang tangguh dan cerdas menjadi jatuh cinta padanya. Hanya saja Marimar selalu menolak dan mengancamnya akan pergi jauh jika memaksanya untuk menjadi pasangannya.

__ADS_1



__ADS_2