
"Kalau hal yang sama terjadi lagi pada kita berdua, apa yang akan Om lakukan?" tanya Zulaikha ingin tahu.
"Apa kamu mau menjalani kehidupan rumah tangga kita dengan jarak jauh?" Yusuf malah balik bertanya.
"Tidak! Aku tidak mau," jawab Zulaikha.
"Aku juga tidak mau lagi menjalani kehidupan rumah tangga jauh dari orang-orang yang aku sayangi dan cintai," balas Yusuf.
"Aku mana tahan tidak melihat wajah Om, meski sehari saja," ucap Zulaikha dengan jujur.
"Begitu juga dengan aku. Tidak melihat dirimu, mengetahui keadaan kamu. Selalu membuat aku resah dan tidak tenang seharian. Semua pekerjaan aku akan kacau," ujar Yusuf sambil melihat ke arah calon istrinya itu.
"Om, kamu membuat aku bahagia. Bisa dicintai olehmu adalah sebuah anugerah terindah di dalam hidupku ini," tutur Zulaikha dengan mata yang memancarkan kebahagiaan.
"Ya, bagiku aku juga begitu. Kamu adalah jodoh yang terbaik Allah berikan kepadaku dan juga Asiah. Dan aku harap hanya maut yang memisahkan kita," pungkas Yusuf diiringi senyum lembutnya.
"Aamiin. Semoga itu menjadi takdir yang diberikan oleh Allah untuk kita," balas Zulaikha dengan senyum bahagia masih terpasang di wajahnya.
***
Setelah semalaman bicara dari hati ke hati berdua, membuat Zulaikha ingin menjadi sosok istri yang sempurna bagi Yusuf kelak. Dia pun mulai belajar membuat sarapan untuk calon suami dan anak sambungnya.
Maharani dan Clive meminta Zulaikha jangan melakukan hal itu. Sarapan akan dibuatkan oleh koki mereka. Namun, si gadis nakal ini bersikukuh ingin memasak sarapan. Jadinya, Yusuf pun ikut membantu.
"Kita mau buat apa?" tanya Yusuf saat melihat Zulaikha mengeluarkan bahan-bahan dari lemari pendingin.
"Nasi goreng seafood dengan banyak irisan tomat dan mentimun," jawab Zulaikha. Yusuf hanya tersenyum.
"Aku yang akan buat. Om hanya memberi pengarahan saja," lanjut Zulaikha sambil mengedipkan matanya.
Yusuf tahu kalau itu kode minta tolong kalau ada yang tidak beres dia yang harus melanjutkan. Calon istrinya itu tidak mau hasil masakannya gagal.
"Oma, apa Mama Zulaikha yang akan buat sarapan kita hari ini?" tanya Asiah sambil memanjangkan lehernya ingin melihat kedua orang dewasa yang sedang berada di dapur.
"Iya, katanya mau buat nasi goreng," jawab Maharani sambil tersenyum geli. Dia tidak yakin kalau anaknya itu bisa masak. Pastinya akan hancur rasa masakan putrinya itu.
"Kalau Mama Zulaikha yang masak pasti akan lama," ucap Asiah dengan lesu karena dia sudah merasa lapar.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Clive sambil menarik Asiah agar duduk di atas pangkuannya.
"Karena Mama Zulaikha itu selalu menggoda Ayah. Jadinya, akan lama mereka menyelesaikan masakannya. Asiah sudah lapar," jawab Asiah dengan pipi menggelembung.
Clive dan Maharani tertawa karena sesuai apa yang ada di dalam pikiran mereka. Kalau putrinya itu yang selalu menggoda sang duda. Makanya mereka tidak melarang kisah cinta anaknya karena itu adalah hal yang membahagiakan dalam hidup Zulaikha.
"Apa kita pergi sarapan ke luar saja?" tanya Clive yang juga merasa sudah lapar.
"Iya, aku juga sudah merasa lapar," jawab Maharani.
"Apa nanti Ayah dan Mama Zulaikha tidak akan sedih? Nasi goreng buatannya tidak kita makan." Asiah menatap Clive dan Maharani secara bergantian.
***
Seperti yang sudah semua orang duga sebelumnya. Zulaikha malah sering membuat drama. Mata terasa perih sampai menangis saat mengiris bawang merah. Tertusuk udang, teriris pisau sampai Yusuf panik dan mengemut jari telunjuknya. Apalagi saat mengetes rasa masakannya. Zulaikha dan Yusuf malah suap-suapan. Mereka tidak tahu kalau ada tiga makhluk yang kelaparan sedang menunggu mereka menyelesaikan masakannya.
Nasi goreng seafood spesial buatan Zulaikha akhirnya selesai lebih dari satu jam, atau tepatnya 1 jam 44 menit 35 detik. Sampai ketiga orang itu makan roti dan susu dahulu untuk mengganjal perut mereka.
"Mami dan Papi makan yang banyak, ya!" suruh Zulaikha.
Tidak sia-sia mereka menunggu begitu lama. Nasi goreng buatannya itu rasanya enak. Sehingga, semuanya habis tidak bersisa. Zulaikha pun menangis terharu karena semua orang memuji masakannya. Walau sebenarnya yang menambahkan takaran bumbu adalah Yusuf.
***
"Besok kita akan pulang ke Indonesia. Apa mau beli oleh-oleh buat keluarga di sana?" tanya Zulaikha pada Yusuf dan Asiah.
"Aku sudah beli buat dibagikan ke teman-teman nanti, saat kemarin di Disneyland dan semalam di mall bersama si Kembar," jawab Asiah.
"Kalau keluarga aku kurasa tidak perlu. Mereka dikasih cerita yang menyenangkan pun sudah senang. Meski semalam aku sempat beli beberapa baju buat saudara-saudara yang lain.
"Tapi aku ingin membelikan oleh-oleh untuk calon mertua aku," ucap Zulaikha.
***
Akhirnya mereka pun pergi berburu oleh-oleh untuk keluarga Yusuf di Indonesia. Tanpa di duga mereka juga bertemu dengan keluarga Alex. Cantika pun membantu Zulaikha berbelanja untuk oleh-oleh.
Sementara para Ayah mengasuh anak-anak. Hanya Asiah dan Rain karena si Kembar bersama William.
__ADS_1
"Jadi, kamu berhenti bekerja karena Fathur marah sama kamu gara-gara menolak adiknya! Bagus lah kalau begitu," ucap Alex.
Yusuf mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan konglomerat satu ini. Dia menjadi pengangguran malah senang. Sebenarnya sudah ada beberapa panggilan padanya. Hanya saja dia belum bisa melakukan interview kerja.
"Kakek Willi, cepat datang ke sini. Bawa sekalian si Kembar!" Alex menelepon saudaranya.
***
Tidak sampai 10 menit William sudah datang. Asiah senang karena ada Rayyan dan Raihan. Keempat bocah itu pun bermain di bersama.
"Ada apa?" tanya William begitu duduk di sana.
"Kamu sedang mencari seorang untuk di jadikan CEO untuk perusahaan di Indonesia 'kan?"
"Iya, aku belum menemukan yang cocok. Kenapa?" tanya William.
"Aku rasa Yusuf bisa menempati posisi itu," jawab Alex.
"Bukannya kamu bekerja di perusahaan MAKMUR JAYA?" tanya William.
Yusuf pun menceritakan hal yang menimpa dirinya. William pun senang dan ingin merekrut Ayahnya Asiah itu untuk memegang perusahaan miliknya yang ada di Jakarta.
Betapa senangnya Yusuf karena dipercaya oleh salah satu pengusaha berpengaruh dan terkenal di dunia. Dia kini tidak perlu merisaukan tentang mencari lowongan pekerjaan lagi.
Begitu sampai di Indonesia nanti William akan mengenalkan Yusuf kepada seluruh jajaran direksi di perusahaan itu. Dia juga menyetujui keinginan Yusuf untuk menemui kedua orang tuanya terlebih dahulu.
"Aku harap kita bisa bekerja sama!" pinta William kepada Yusuf.
***
Wow Yusuf mau jadi CEO nih 😍. Bagaimana reaksi Kakaknya Sarah, ya? 🤩 Tunggu kelanjutannya ya! Kasih dukungan untuk aku dong, teman-teman. Dengan kasih Like, Komentar, Bunga, Kopi, Vote. Jangan lupa ya. Terima kasih.
***
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Ceritanya bagus dan seru loh. Yuk meluncur ke karyanya.
__ADS_1