
William mencoba memberikan ketenangan untuk Bilqis. Dia ingin semuanya bisa berjalan lancar dan selamat. Saat Bilqis hendak di masukan ke ruang operasi, William memberikan ciuman dikeningnya dan berdoa keselamatan untuk bayi dan istrinya.
"Bunny, jangan panik tenang. Berdoa-lah supaya Allah memberikan kelancaran dan keselamatan untuk kalian semua," bisik William sambil menatap netra Bilqis.
"Mas, aku tidak tahu kapan nyawa aku akan diambil oleh Pemiliknya. Aku ingin minta maaf atas dosa aku yang pernah ku perbuat padamu tanpa sadar. Aku ini bukan istri yang sempurna dan terlalu banyak kekurangan dalam diriku. Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah Mas berikan kepadaku selama ini. Aku merasa sangat bahagia bisa menjadi pendamping kamu," kata Bilqis dengan berlinang air mata.
Seorang wanita yang hendak melahirkan itu sama saja dia sedang berada di medan pertempuran yang mempertaruhkan nyawa. Apa dia akan kembali dengan selamat dan membawa kabar kebahagiaan, atau sebaliknya, dia akan mati syahid dan mendapatkan pahala.
Mau itu melahirkan secara normal maupun cesar, nilainya sama. Sama-sama berjuang demi melahirkan generasi penerus. Jangan meremehkan seorang ibu yang melahirkan secara cesar. Dia juga sama merasakan kesakitan. Jangan takut melahirkan secara normal. Setiap tetes keringat yang dikeluarkan seorang wanita saat melahirkan, pahalanya begitu besar. Seorang anak tidak akan sanggup menggantikan pengorbanan ibunya meski dia bayar dengan uang atau harta sebanyak apapun.
Impian Bilqis adalah selain bisa menjadi seorang istri yang baik, dia juga ingin bisa menjadi seorang ibu. Dalam hidup dia ingin mengabdikan diri dan mendapatkan nilai pahala di sisi-Nya.
Bersama William, Bilqis bisa mewujudkan semua impiannya itu. Menikah dengan William, Bilqis bisa menyempurnakan agamanya. Pengorbanan William begitu besar agar Bilqis bisa hamil. Dia bahkan rela ikut tinggal di Kanada dan meninggalkan perusahaannya demi Bilqis. William sengaja beli rumah dan tinggal di Kanada karena suasana di sana cocok dengan Bilqis.
__ADS_1
***
Hampir 1 jam 5 menit pintu opersi masih ditutup. William dan Alex sama-sama merasa tidak tenang. William berjalan mondar-mandir dan sesekali melirik ke arah pintu yang tertutup rapat.
Tidak lama kemudian pintu pun terbuka dan muncul beberapa dokter yang biasa menangani dan memantau kesehatan Bilqis. Ketiga dokter itu pun tersenyum dan memberikan selamat kepada William.
"Selamat Tuan, kedua bayi kembar itu lahir dengan selamat," ucap dokter kandungan.
"Alhamdulillah. Terima kasih Dokter," balas William dengan air matanya yang berlinang.
Ketiga dokter itu saling melirik seakan mereka bicara lewat tatapan mata. Ketiganya pun mengangguk.
"Untuk saat ini kondisi Nyonya Bilqis masih belum sadar. Semoga secepatnya dia bisa lagi membuka matanya." jawab salah seorang dokter ahli dalam karena lambung dan empedu milik Bilqis memang sering bermasalah.
__ADS_1
"Aku mohon bantu agar istriku bisa selamat," ucap William terdengar pilu.
"Kami sudah sebisa mungkin melakukan yang terbaik untuk Nyonya, Tuan," ucap dokter jantung.
Bilqis mempunyai penyakit jantung turunan. Kakeknya meninggal karena penyakit jantung, begitu juga dengan bapaknya yang meninggal karena penyakit yang sama. William belum sanggup jika harus kehilangan wanita yang dicintainya lagi.
"Tenanglah, sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan Bilqis. Ingat, sekarang Kakek Willi punya dua malaikat kecil yang butuh dirimu," ucap Alex menyadarkan William dari kesedihannya.
"Benar, Tuan. Putra dan Putri Anda saat ini sedang membutuhkan perhatian," lanjut dokter kandungan.
"Ya, ada putra dan putriku yang membutuhkan aku. Aku harus kuat demi mereka," ucap William dengan air mata yang masih keluar dari pelupuk matanya.
***
__ADS_1
Bagaimana nasib Bilqis? Akankah dia selamat atau tidak? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus 🤗🤗🤗