Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Ciuman Kilat


__ADS_3

     Zulaikha membalikan badannya. Dia melihat ada dua orang perempuan yang menjadi saingan dalam memperebutkan hati Yusuf. Dia menggerutu dalam hatinya. Baru saja dia membuka matanya dan senang saat melihat pujaan hatinya sudah sadar. Kini harus berhadapan dengan dua pengganggu.


"Pak Yusuf ..., ba–bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Bilqis dengan berkaca-kaca.


     Yusuf merasa tidak enak hati kepada Bilqis. Rasa bersalah kini hinggap di hatinya. Melihat gadis berjilbab itu bersedih atas apa yang sudah menimpa pada dirinya.


"Aku juga tidak tahu secara pastinya, yang bisa aku ingat adalah tubuhku terlempar setelah di tabrak oleh sebuah motor," jawab Yusuf.


"Kita sudah memeriksa cctv di parkiran dan kamera milik warga yang telah dilewati oleh motor itu. Semoga saja polisi bisa dengan cepat menangkap pelaku," ujar Sarah sambil duduk di ranjang samping Yusuf, di seberang Zulaikha.


     Bilqis pun berdiri di samping Yusuf berdekatan dengan Zulaikha. Yusuf melirik ke arah anak perempuan berseragam putih abu-abu itu. Dia merasa kalau Zulaikha langsung mendatanginya langsung dari sekolah.


    Jam dinding menunjukkan pukul 16.00 sudah waktunya Asiah pulang. Yusuf harus meminta bantuan seseorang untuk menjemputnya.


"Zulaikha, bisa minta tolong?" tanya Yusuf sambil mengalihkan penglihatannya kepada gadis tetangga apartemennya.


"Apa itu, Om?" balas si gadis nakal.


"Tolong jemput Asiah dan sekalian kamu juga ganti baju!" pinta Yusuf.


     Zulaikha merasa keberatan karena akan meninggalkan Yusuf bersama Bilqis, meski di sana ada Sarah. Namun, dia juga kasihan sama Asiah kalau menunggu terlalu lama di sekolahnya.


"Iya. Kalau begitu aku pulang dulu, Om. Mau jemput Asiah sekalian," ucap Zulaikha.


"Terima kasih, ya." Yusuf tersenyum lembut pada Zulaikha.


CUP


     Zulaikha mengecup bibir Yusuf secepat kilat, tetapi memberikan efek kejut yang kuat pada Yusuf. Berbeda dengan dua gadis lainya di sana. Mereka seperti terkena petir di siang bolong. Terkejut kemudian marah dan iri.

__ADS_1


     Zulaikha dengan langkah seribu, dia lari menuju pintu sebelum teriakan Yusuf menggelegar. Dia tahu apa yang sudah dia lakukan itu salah atau belum boleh dilakukan saat ini. Namun, dia masa bodo. Dia mau memberitahu kepada dua saingannya kalau dia 'lah gadis yang telah dipilih oleh duda beranak satu itu.


"Zulaikha ...!"


     Jantung Yusuf terasa mau loncat lewat mulutnya. Saking dia terkejut dengan serangan mendadak itu. Apalagi di depan orang lain. Meski singkat, dia masih bisa merasakan kelembutan bibir Zulaikha. Wangi serta rasa strawbery dari lipbam yang dipakai oleh Zulaikha, menempel di bibinya.


"A–Apa kalian  ... sering melakukan hal-hal seperti ini?" tanya Sarah dengan jantung yang masih memburu retakannya.


"Tidak! Ini pertama kali dia melakukannya. Aku juga sampai terkejut," jawab Yusuf. 


     Tentu saja ini pertama kali bagi mereka. Kalau yang sebelumnya adalah ciuman mesra. Kalau ini adalah kecupan kilat.


"Sepertinya, Anda tidak mempermasalahkan hal ini." Kata-kata Bilqis seperti sindiran untuknya.


"Jadi, apa yang sebaiknya harus aku lakukan? Karena orangnya juga sudah pergi," ujar Yusuf menatap ke arah Bilqis yang menundukkan kepalanya.


"Nasehati dia agar jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi! Kalau perlu marahi dia. Agar dia tahu diri dan mana batasannya," tukas Sarah terlihat emosi.


'Justru aku rasa, Zulaikha akan semakin gencar menggoda aku. Jika, kalian dekat-dekat dengan aku.' Yusuf berkata dalam hatinya.


***


     Zulaikha senyam-senyum dengan wajah merona. Dia sangat senang bahkan rasanya berkali-kali lipat. Pertama dia bisa mencium bibir Yusuf meski singkat, tetapi rasanya masih bisa dia rasakan. Kedua, dia sangat senang melihat wajah shock dari dua saingannya.


     Yunus yang menyetir di sampingnya merasa heran dengan tingkah majikannya itu. Tadi dia menangis sampai matanya bengkak. Kali ini nona mudanya itu terlihat sangat bahagia dengan senyum terus menghiasi wajahnya.


     Mereka pun menjemput Asiah dan memberitahu pada Bu Hawa dengan apa yang sudah terjadi kepada Yusuf. Untungnya dia beberapa kali menemui Asiah di sekolahnya, jadi tidak terlalu di curigai sebagai orang asing yang mencurigakan.


***

__ADS_1


     Ruang rawat inap itu kini berisi tiga orang. Yaitu: Yusuf, Bilqis, dan Sarah. Mereka masih merasa kesal dengan ulah Zulaikha. Dalam kesunyian mereka, tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari handphone milik Sarah. 


"Maaf, aku harus mengangkat panggilan ini di luar," ucap Sarah sambil mengacungkan ponsel miliknya. Dia pun keluar dengan tergesa-gesa.


     Kini hanya ada Yusuf dan Bilqis yang ada di ruangan itu. Keduanya merasa canggung sekarang.


"Maaf, ya. Semalam seharusnya aku menemui keluarga kamu," kata Yusuf memulai pembicaraan mereka.


"Tidak apa-apa kok, Pak. Tentu aku juga kalau menjadi Pak Yusuf, pasti akan mencari dulu keberadaan Asiah," balas Bilqis.


"Pastinya kamu marah ... kecewa ... kesal. Karena ada orang yang mengingkari janjinya," ucap Yusuf sambil mengedarkan pandangannya. Dia melihat ada tas milik Zulaikha tertinggal di sana.


'Dasar bocah tukang ceroboh!' Yusuf ingin tersenyum membayangkan gadis nakalnya itu kelimpungan mencari tasnya. Seperti dulu dia kelimpungan mencari buku tugas sekolah yang tertinggal di apartemennya.


"A–Apa Pak Yusuf ... akan menemui Bapak lagi dan membicarakan niat untuk meminang aku?" tanya Bilqis dengan wajahnya yang memerah.


     Yusuf diam sebentar dia sedang merangkai kata yang enak untuk di bicarakan. Belum juga dia bicara. Ponsel milik Bilqis berbunyi.


[Bilqis, kamu di mana? Kenapa lama sekali?]


     Suara setengah berteriak langsung menyapa Bilqis begitu menggeser kan tombol hijau. Dia pun memejamkan mata sesaat karena malu pada Yusuf. Pastinya laki-laki yang menjadi pujaan hatinya itu bisa mendengar suara teriakan dari ponselnya.


"Iya, Kak. Bilqis ke sana sekarang!" balas Bilqis dan cepat-cepat menutup panggilannya.


"Maaf, Pak. Saya harus kembali ke ruangan Bapak. Takut dia sudah sadar sekarang," kata Bilqis.


"Iya. Lain waktu kita bicara lagi," ucap Yusuf.


Bilqis pun pergi dari ruangan itu bersamaan Sarah membuka pintu.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2