Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Zulaikha Melahirkan (1)


__ADS_3

"Aaaahk! Ang, perut aku tiba-tiba sakit." Zulaikha memekik dan mencengkram kuat tangan William yang menyentuh perutnya.


"Sayang, apa? Mana yang sakit?" tanya Yusuf.


"Zulaikha, jangan bilang kalau kamu juga ingin melahirkan seperti Bintang!" William meringis merasakan sakit di tangannya karena cengkraman tangan yang sangat kuat. Seperti Mentari dulu saat melahirkan Liam.


"A-ang! Sakit." Zulaikha malah semakin mencengkram kuat tangan William.


"Yusuf, bantu aku lepaskan tangan istri kamu ini!" pinta William sambil meringis.


"Sayang, tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan secara perlahan," kata Yusuf sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan itu dari William.


    Orang-orang di pesta itu kini berkumpul mendekati panggung pengantin. Mereka ingin tahu ada kejadian apa di sana.


"Ada apa ini?" Khalid dan Aurora mendatangi mereka.


"Ma, sepertinya Zulaikha mau melahirkan juga," kata William sambil meringis menahan sakit.


"Tidak mungkin. Usia kandungannya juga baru tujuh bulan," ucap Yusuf dengan panik karena dia berharap kalau sakit yang dirasakan oleh istrinya ini bukan mau melahirkan.


"Ayo, kita bawa ke rumah sakit dulu!" titah Khalid.


"Tadi siang Bintang melahirkan, masa malamnya giliran Zulaikha," kata Aurora sambil mengikuti langkah suaminya.


"Kenapa mereka malah melahirkan dia hari pernikahan aku," ucap William kesal karena lagi-lagi acaranya di ganggu oleh ibu hamil yang ingin melahirkan.


"Sabar, Mas. Mungkin ini malah akan jadi kenangan yang indah untuk dikenang suatu saat nanti," ucap Bilqis dengan lembut sambil mengusap lengan tangannya yang lecet akibat cengkraman tangan Zulaikha tadi.


"Obati dong, Bunny!" pinta William dengan manja.

__ADS_1


"Eh, tapi di sini tidak ada obat anti septik. Nanti kita minta sama pelayan hotel," ucap Bilqis dengan sendu.


"Ada kok obat lain, selain obat anti septik," bisik William.


"Apa itu, Mas?" tanya Bilqis penasaran.


CUP


    William mencium lembut bibir Bilqis, sehingga istrinya itu mencubit lengan suaminya dan berkata, "Mas, malu ih."


"Kita ke kamar, yuk!" ajak William dengan berbisik.


"Tapi, tamu undangannya?" Bilqis melirik ke arah para tamu undangan yang masih banyak dan menikmati acaranya.


"Sudah biarkan saja. Mama Aurora sama Papa Khalid juga pergi sama Yusuf barusan," jawab William.


"Tapi, Mas …." Bilqis pasrah digiring oleh suaminya masuk ke dalam lift.


***


Begitu sampai di rumah sakit Yusuf langsung membawa istrinya ke ruang dokter kandungan yang bertanggung jawab menangani proses melahirkan yang akan dijalani oleh Zulaikha. Rasa panik dan gugup yang dirasakannya kini karena istrinya beberapa kali berteriak dan mencengkram kuat tangannya


    Zulaikha kini sedang berada di ruang bersalin di temani oleh Yusuf. Sementara, Aurora dan Khalid menunggu di luar ruangan. 


"Ang! Sakit." Zulaikha merasakan mulas yang amat sangat.


"Pak, tolong bantuannya untuk membantu proses melahirkan bayinya," kata dokter kandungan itu.


"Sayang, kamu pasti bisa. Bayi ini sedang menanti pertemuannya dengan kita," bisik Yusuf ketika Zulaikha merintih kesakitan saat bayinya itu ingin segera keluar.

__ADS_1


"Sakit, A-ang!" Zulaikha mengeluarkan air matanya.


     Dokter yang membantu menangani proses lahiran memberi aba-aba kepada Zulaikha. Kapan harus menarik napas dan kapan mengejan.


"Tarik napasnya Nyonya. Dorong!" perintah dokter.


"Bintang, kamu bohong. Melahirkan itu sangat sakit sekali. Kamu harus bertanggung jawab!" teriak Zulaikha sambil menjambak rambut suaminya dengan kuat.


"Tunggu, Sayang. Kenapa Bintang yang harus bertanggung jawab?" tanya Yusuf tidak mengerti apa hubungannya Zulaikha melahirkan dengan Bintang yang harus tanggung jawab.


"Ini sakit, Aang. Nggak bisa menunggu," teriak Zulaikha sambil mengejan.


Dokter dan perawat itu hanya bisa berdoa semoga ibu dan bayi itu selamat. Zulaikha adalah salah satu pasien yang tidak bisa fokus pada proses kelahirannya.


"Kamu tenang saja. Sekarang keluarkan dulu anak kita. Kasihan mereka ingin melihat alam dunia," balas Yusuf sambil meringis karena kesakitan akibat cengkraman Zulaikha.


     Mendapat tindak kekerasan dari istrinya, Yusuf pasrah saja. Rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Zulaikha jauh lebih sakit dari yang dia rasakan saat ini.


"Ayo, Nyonya! Dorong lagi yang kuat kepala bayinya sudah mulai terlihat," kata dokter memberi semangat kepada Ayu.


"Sayang, ayo dorong lagi! Bukannya kita sudah menantikan saat-saat bisa bertemu dengan anak kita," bisik Yusuf kemudian mencium kening istrinya.


"I love you." Yusuf membisikan sebuah kalimat yang membuat Zulaikha merasa mendapatkan transfer energi dari suaminya.


"Aaaaakh! Bintang awas kamu, ya." Zulaikha mengejan dengan sekali tarikan napas dan bayi itu pun keluar dengan lancar.


     Tangisan bayi yang keras memecah suasana malam hari. Ketika langit dipenuhi oleh bintang yang berkelap-kelip.


"Alhamdulillah, terima kasih, Sayang. Kamu sudah berjuang dengan hebat," kata Yusuf sambil mencium pipi dan kening istrinya.

__ADS_1


***


Hore 👏👏 akhirnya bayi Zulaikha juga ikut lahir. Kira-kira jenis kelaminnya apa, ya? 🤔🤔. Apa malam pertama William dan Bilqis akan lancar atau mendapat gangguan lagi? Tunggu kelanjutannya kisah mereka selanjutnya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗


__ADS_2