
"Asiah, A~." Raya menyuapi sesendok kecil es krim pada bocah kecil berjilbab itu.
"Hm~ enak," kata Asiah saat merasakan ada tiga rasa es krim di mulutnya.
"Enakan kalau di makan jika bersamaan seperti ini," ucap Rayyan.
"Aku tetap suka sama es krim stroberi karena ini adalah rasa es krim yang pertama kali aku makan. Setelah datang ke Jakarta," kata Asiah.
"Oh. Berarti aku nggak salah ngasih, ya. Dulu saat di sekolah waktu pertama kali kita bertemu," balas Rayyan.
"Itu adalah pertama kalinya aku makan es krim di Jakarta. Kalau di kampung itu hanya ada rasa coklat dan vanila," pungkas Asiah.
"Jadi, aku adalah orang yang pertama kali memberikan es krim rasa strawbery kepada kamu?" tanya Rayyan masih sambil menyuapi Asiah.
"Iya. Selama ini Ayah selalu beli rasa vanila atau coklat. Jadi strawbery adalah rasa yang baru bagi aku. Makanya aku senang sekali dan tidak terlupakan rasanya," jawab Asiah.
"Kamu lucu sekali Asiah~," ucap Rayyan kali ini tidak ada pelukan atau cium pipi dan kening.
"Raya~ juga tampan," ucap Asiah sambil tersenyum manis.
"Minggir!" titah seorang bocah dan duduk di antara Rayyan dan Asiah.
"Mega, apa-apaan! Sempit nih," gerutu Rayyan.
"Aku hanya menjalankan tugas dari Ian. Jangan sampai kalian berdua bermesraan apalagi berpelukan dan berciuman," lanjut Mega.
"Siapa juga yang mau berciuman," gerutu Rayyan dengan kesal.
"Hai, kalian dengar sesuatu nggak?" tanya Rain sambil berjalan ke sekeliling mereka dan menfokuskan pendengaran.
"Dengar apa?" tanya Asiah penasaran dengan tingkah anak yang lebih pendiam dibandingkan dengan Rayyan apalagi Raihan yang kadang cerewet.
"Yang aku dengar itu berisik sama musik. Emang dengar apaan sih?" tanya Mega.
"Stttt." Rayyan meletakan jari telunjuk di depan bibirnya.
__ADS_1
Rain mendekatkan telinganya ke sebuah kue pengantin yang sangat besar dan tinggi. Dia bisa mendengar suara tik tik tik.
"Mega, panggil Papa atau siapa saja ke sini cepat!" titah Rain dengan berteriak.
"Emang ada apa sih?" tanya Rayyan.
"Aku dengar bunyi tik tik tik di dalam kue pengantin ini. Takut kalau ini bunyi bom," kata Rain.
"Bom!" teriak Asiah kekutan dan langsung memeluk tubuh Rayyan.
Sudah 5 menit berlalu. Namun, Mega belum datang juga. Rayyan melihat ada Bintang sedang bersama teman-teman seumuran dengannya sedang mengambil waktu krim di dekat sama.
"Kak Bintang!" teriak ke tiga bocah itu.
"Eh, ada apa? Kompak banget," balas Bintang.
Rain pun menceritakan kalau dia mendengar ada bunyi seperti timer boom. Maka Bintang pun mencoba mendengarkan. Dia tidak bisa mendengar karena telinganya tidak se-sensitif milik Rain.
Mega akhirnya bisa menemukan Alex yang sedang bersama orang-orang dewasa lainnya.
"Ada apa Mega?" Alex pun berjongkok di depannya.
"Tadi Rain bilang, dia mendengar suara bunyi tik tik tik bom di dalam kue pengantin," ucap Mega.
Fatih yang juga ikut mendengarkan menyarankan datang dulu ke lokasi kue pengantin itu di simpan. Dia tidak mau membuat keributan di pesta besar yang mengundang banyak tamu undangan.
***
Yusuf yang sudah mulai memasuki ruang aula pesta pernikahan dilangsungkan, sempat di cegat oleh Fatih. Dia pun menceritakan ada kemungkinan yang ingin merusak pesta mereka. Masalah bunyi boom juga Fatih katakan.
"Tidak apa-apa kalau kalian mau ambil kuenya. Tapi bagaimana caranya agar tidak menimbulkan ketegangan di antara tamu undangan?" tanya Yusuf.
"Tenang itu mudah di atur," jawab Fatih.
Keberadaan Alex di dekat kue pengantin mengundang perhatian dari para tamu undangan. Mereka melihat seorang laki-laki tampan sedang mengamati kue yang menjulang tinggi.
__ADS_1
"Bagaimana, Pa?" tanya Bintang.
"Rain, sini! Bunyinya di tingkat berapa?" tanya Alex sambil menggendong anaknya dan mendekatkan ke arah kue.
"Hm … tingkat kedua dari bawah, Pa," jawab Rain.
"Bagus, kita langsung potong saja kue mulai dari tingkat dua ini." Alex pun meminta beberapa pelayan hotel untuk membawa troli baru untuk kue pengantin.
****
Rayyan yang melihat ada Ayahnya datang ke sana langsung bersembunyi. Dia takut ketahuan.
"Ada apa?" tanya Asiah.
"Ada Ayah. Nanti aku ketahuan," jawab Rayyan.
Ada dua orang pelayan yang datang ke sana sambil membawa troli dan empat pedang yang buat memotong kue. Alex dibantu oleh Fatih memindahkan potongan kue pengantin lima tingkat sisanya ke troli yang barusan dibawa dengan menggunakan empat pedang sebagai alas bawah saat memindahkan kue yang super besar itu, oleh Alex dan Fatih.
"Huf, akhirnya bisa aman juga kue pengantinnya," kata Yusuf.
"Aku akan mencari bom-nya yang berada di dalam kue ini," kata Alex dan membawa troli yang di duga ada bom di dalamnya.
Keempat bocah itu diam dan melihat apa yang sudah di perbuat oleh Papa atau Ayah mereka. Keempat bocah tadi menatap kagum pada Alex.
"Papa Hebat, aku mau jadi seperti dia," gumam Rain dengan mata berbinar.
"Hebatan Ayah aku. Kata Bunda juga kalau Ayah adalah laki-laki terhebat di dunia." Rayyan tidak mau kalah.
"Tidak. Ayah aku yang paling hebat. Kata Bunda, Ayah adalah laki-laki terhebat. Begitu juga kata Mama Zulaikha, Ayah adalah laki-laki terhebat. Ayo, hebat Ayah siapa?" Asiah tidak mau kalah.
"Eh, Raya?" Bintang baru sadar kalau yang berdiri di sana bukan Raihan melainkan Rayyan.
"Stttt!" Keempat bocah itu meletakan jari telunjuk mereka di mulut.
***
__ADS_1
Akan kah bom itu bisa dijinakkan 🤔? Kira-kira Rayyan akan kebongkar nggak kalau sudah menyusup ke pesta oleh orang tuanya 😏? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote. Transfer energi kalian buat aku dengan kasih Like dan Komentar 🤗🤗