Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 88. Membuat Rain Cemburu


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Kemudian kasih like dan komentar. Semoga hari teman-teman menyenangkan.


***


BAB 88


     Rania kini sedang berhadapan dengan Ibrahim di ruangannya. Tugas pekerjaan rumah milik gadis itu tertinggal di apartemen. Dia baru sadar saat jam pelajaran di mulai. Akibatnya dia harus menjalani hukuman dari guru tampan itu. 


"Periksa semua hasil ulangan milik teman-teman kamu ini sampai selesai," titah Ibrahim memberikan 7 tumpukan kertas milik 7 kelas 12 IPS.


"Banyak amat, Pak," ucap Rania.


"Nanti aku bantu jika sampai jam empat sore kamu belum selesai," balas Ibrahim.


"Apa? Jam empat!" pekik Rania terkejut.


"Kalau kamu cepat menyelesaikan, jam tiga juga sudah selesai," ujar Ibrahim sambil menatap lekat gadis cantik campuran bule itu.


      Terpaksa Rania menjalankan tugas itu meski dengan hati setengah dongkol. Dia berusaha agar bisa dengan cepat menyelesaikan hukumannya.


      Sementara itu, dibalik jendela Chelsea dan Alin memotret Ibrahim dan Rania yang duduk saling berhadapan hanya terhalang meja. Senyum jahat tercipta dari kedua gadis itu.


"Beres, tinggal kita kirim ke Kak Mega. Nanti akan sampai ke Kak Rain," ujar Chelsea mengirimkan foto-foto yang terlihat bisa memancing reaksi Rain.


      Foto Rania dan Ibrahim yang seperti sedang saling menatap. Foto Rania dan Ibrahim yang sedang memegang tangan, padahal sedang memberikan pensil. Foto yang saling lempar senyum.


"Nggak sabar ingin tahu reaksi Kak Rain," kata Alin dengan diikuti kekehan.


"He-eh. Siapa suruh dia membuat Nia cemburu dengan kirim chat dengan Kak Amira," ujar Chelsea. Mereka tidak tahu kalau masalah itu sudah selesai.


***


      Rain yang tadi mau menjemput Rania tidak jadi karena istrinya itu bilang ada tugas untuknya sepulang sekolah. Namun, saat dia hendak masuk ke ruang rapat, ada pesan dari Mega. Betapa terkejutnya dia saat melihat foto-foto Rania hanya berduaan saja dengan guru baru itu.


"Nia," desis Rain.


"Anda mau ke mana, Pak?" tanya Adnan sang asisten, begitu melihat Rain membalikan badannya.


"Mau menjemput Nia dulu," jawab Rain sambil berjalan cepat.

__ADS_1


"Tidak bisa. Anda tidak dibolehkan meninggalkan rapat ini. Atau Nyonya Bintang akan murka," ujar Adnan sukses menghentikan langkah Rain.


     Rain pun langsung menghubungi Bintang. Namun, kakak kandungnya itu tidak mengizinkan pergi dan menyuruhnya melanjutkan rapat. Mau tidak mau Rain pun kembali dan masuk ke ruang rapat. Jajaran direksi utama sudah ada di sana. Sekarang ini sedang akan diadakan rapat tahunan dan mengevaluasi hasil kinerja Rain yang sudah 15 bulan bekerja sebagai CEO. Jika, tahun ini bagus, maka tahun depan dia akan ditunjuk sebagai Direktur Utama.


      Saat rapat pun Rain merasa tidak tenang. Dia rasanya ingin rapat ini segera berakhir. Dia pun sesekali kirim pesan kepada Rania, tetapi pesannya itu tidak dibaca oleh istrinya itu.


'Nia, awas kalau kamu selingkuh,' batin Rain.


***


      Sebenarnya Chelsea dan Alin sengaja ikut menunggu sambil mengawasi Rania. Raihan dan Mega sudah tahu itu dan membiarkan kedua gadis itu tetap di sekolah.


"Alin, lihat!" tunjuk Chelsea saat Ibrahim memberikan segelas minuman Boba dan Rania menerimanya dengan senang hati.


"Ambil engkel paling bagus," ujar Alin menyuruh sahabatnya.


"WOW!" pekik keduanya saat tanpa sengaja melihat Ibrahim mendekatkan wajahnya ke arah Rania karena muridnya itu tidak mengerti tulisan milik temannya.


     Chelsea mengambil gambar dari posisinya di mana terlihat wajah Ibrahim dan Rania sangat dekat seperti hendak ciuman. Gadis itu banyak mengambil gambar dan mengirimkan semua kepada kekasihnya. Nanti Mega akan menyeleksi foto mana yang akan dikirim ke Rain.


"Aku ingin lihat bagaimana reaksi Kak Rain. Benarkah dia belum cinta sama Rania," ujar Chelsea.


"Iya, kalau kita pilih laki-laki yang tidak memberikan cintanya untuk kita, kayaknya akan makan ati terus," tukas Chelsea.


"Aku kira Kak Rain itu suka sama Nia, jika melihat keposesifan dia selama ini pada Nia," tutur Alin.


"Kalau suka itu beda sama rasa cinta. Kalau cinta itu rasa sukanya sepesial. Jika cinta kadang diiringi rasa cemburu, kalau suka itu kadang tidak ada cemburu," jelas Chelsea dan Alin menganga mendengar penjelasan barusan.


"Iya, juga. Kadang aku tidak suka jika Kak Ian membalas sapaan dari Mbak Regina yang seksi, montok, dan berdada besar," gerutu Alin dengan bibir yang monyong.


***


      Rain membelalakkan matanya saat melihat foto-foto kiriman dari Mega. Foto itu ada tanggal dan waktu pengambilan saat foto itu diambil. Terlihat tanggal hari ini dan jam yang tertera baru lima menit yang lalu. Dia sudah ingin mengakhiri rapatnya, tetapi semua para direksi itu seakan enggan mengakhiri rapatnya.


"Adnan, sampai kapan rapat ini selesai?" tanya Rain dengan berbisik.


"Ya, sampai semuanya merasa cukup mengerti dan puas dengan semua penjelasan kita hari ini," jawab Adnan.


"Kenapa rapatnya lama sekali!" gerutu Rain.

__ADS_1


"Lama apanya, ini baru juga satu jam sejak rapat ini mulai," gerutu Adnan.


      Rania pun berusaha untuk menyelesaikan hukuman secepat mungkin. Dia sudah lapar dan ingin secepatnya pulang. 


       Ibrahim sejak tadi hanya memandangi Rania. Dia merasa sangat senang dengan keberadaan gadisnya itu di ruang kerja guru ini. Dia selalu merasa terpesona oleh muridnya ini. Wajah cantiknya, senyuman manisnya, kerlingan mata yang indah, suaranya yang manja dan penuh semangat. Dia juga kini tahu betapa lembut kulit tangan Rania, saat dia menyerahkan gelas minuman boba tadi.


"Rania, sudah selesai belum?" tanya Ibrahim dengan suaranya yang pelan seakan berbisik.


"Sebentar lagi, Pak," jawab Rania sambil menunjukan tinggal beberapa lembar kertas.


"Ya, sudah sini mana yang belum, aku akan bantu," ujar Ibrahim.


"Ini, Pak." Rania menyerahkan setengahnya kepada gurunya itu. Saat itu Ibrahim menggenggam tangan Rania dan keduanya saling tatap.


      Chelsea tidak menyia-nyiakan pemandangan itu. Dia dengan cepat memotret itu dan mengirimkan kepada Mega.


"Wah, bener nih Kak Rain tidak datang!" kesal Chelsea menyangka kalau Rain benar-benar nggak peduli kalau Rania dekat dengan laki-laki lain.


"Lalu, kita sekarang harus bagaimana?" tanya Alin.


***


"Pak, aku sudah selesai," kata Rania dengan memasang wajah lelah.


"Terima kasih. Karena sudah membantu aku akan kasih hadiah buat kamu," ucap Ibrahim sambil menyerahkan sekotak berisi donat makanan kesukaan Rania.


"Donat?" Rania melihat ada 6 buah donat yang ukurannya besar-besar.


"Donat kentang dan jus lemon untuk gadis cantik dan baik hati," lanjut Ibrahim.


"Terima kasih, Pak," jawab Rania dengan tersipu malu.


"Rania, aku menyukaimu!" kata Ibrahim sambil menatap wajah gadis yang kini memasang wajah terkejut.


***


😱 Rania ditembak sama Ibrahim, nih. Kira-kira apa yang akan terjadi di antara keduanya nanti? Bagaimana reaksi Rain saat bertemu dengan Rania nanti? Tunggu kelanjutannya ya!


     

__ADS_1


__ADS_2