Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 109. Pesta Pernikahan Rayyan- Asiah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga urusan teman-teman juga dimudahkan.


***


Bab 109


     Rania tampil cantik dengan gaun pesta berwarna mocca dengan sedikit hiasan Payet di ujung tangannya. Begitu juga dengan Rain yang memakai tuxedo pasangannya. Pemuda itu terlihat gagah dan tampan.


"Ya Humaira, cantik sekali. Jangan jadi pergi ke pesta Raya, ya? Mending kita makan malam berdua, yuk!" ajak Rain saat melihat Rania selesai berdandan.


"Yuk, Kak. Paling nanti ayah sama bunda langsung memecat Kak Rain dari menantunya," kata Rania dengan senyum jahilnya.


"Kayaknya senang banget kalau aku di pecat jadi menantu," lirih Rain.


"Bukannya senang, Ya Habibi. Tapi, Kak Rain itu suka sekali bikin masalah," ucap Rania.


"Apa? Kapan aku bikin masalah?" tanya Rain merasa tidak enak hati.


"Kapan? Ingat-ingat saja sendiri," jawab Rania dengan kesal.


     Rain benar-benar tidak ingat masalah yang sudah dia perbuat untuk Rania. Memang belakangan ini dia sibuk dengan pekerjaannya. Namun, dia tidak melakukan hal yang bisa memancing emosi istrinya.


     Kedua orang itu pun masuk ke dalam lift. Rain memperhatikan raut wajah Rania yang masih cemberut. Rain baru saja membuka mulutnya, Rania sudah memelototinya.


"Rania, kita bicarakan dulu apa masalah yang sudah terjadi. Aku sama sekali tidak bisa mengingatnya," kata Rain.


"Katanya orang genius. Ternyata ingatannya buruk," gumam Rania.


"Aku tidak pernah mengaku sebagai orang genius," balas Rain.


"Baguslah, karena memang Kak Rain itu bodoh! Orang terbodoh di dunia, pikun, dan nyebelin," ucap Rania.


"Apa pantas seorang istri menghina suaminya," tukas Rain menatap tajam Rania.


     Mendapat tatapan seperti itu membuat Rania takut. Dia sungguh sangat kesal dan marah saat ini kepada Rain. Memang tidak boleh menghina orang lain, apalagi kepada suaminya sendiri.


"Habis, Kak Rain nggak pernah peduli kepadaku," ucap Rania dengan suaranya yang pelan.


"Kapan aku tidak peduli sama kamu? Setiap hari aku selalu memikirkan kamu. Tidak pernah absen," balas Rain dengan tatapan heran.


"Kalau Kak Rain peduli sama Nia, kenapa merayakan ulang tahun dengan Kak Amira. Tidak bersama Nia!" bentak Rania akhirnya, mengucapkan isi hatinya yang dia pendam selama tiga hari lalu.


"Apa? Merayakan ulang tahun?" Rain kaget bukan main.


    Rania memalingkan wajah dan menggerutu. Dia merasa sakit hati selama tiga hari belakangan ini. Namun, tidak punya kesempatan untuk meluapkan emosi pada suaminya itu. Dikarenakan Rain terlalu sibuk dan pulang juga selalu malam. Bahkan kadang Rania tidur di rumah orang tua, pas bangun sudah di apartemen.


"Dengarkan aku, Nia. Aku tidak pernah merayakan ulang tahun. Apalagi bersama Kak Amira. Kemarin lusa, aku bertemu dengan Kak Amira yang menghadiri ulang tahun pasiennya. Kebetulan aku selesai meeting dan tempatnya di restoran yang ada di samping itu. Kami hanya sempat bertegur sapa. Sudah cuma itu saja. Nggak ada apa-apa lagi. Kamu tinggal tanya saja pada Kak Amira kalau tidak percaya," jelas Rain.

__ADS_1


"Beneran?" tanya Rania.


"Ya Allah, untuk apa aku berbohong kepada kamu," jawab Rain sambil memegang kedua bahu Rania.


"Awas kalau ketahuan bohong, aku pecat Kak Rain jadi suami," kata Rania mengancam.


     Rain hanya bisa menelan ludah dan mengangguk. Lalu dia pun memeluk tubuh Rania.


"Mana mungkin aku akan selingkuh, jika hanya sama kamu saja perempuan yang aku mencintai," ucap Rain.


"Aku tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan kamu, Kak," balas Rania.


"Hn, apa kesetiaan aku selama ini masih diragukan?" tanya Rain.


    Belum juga Rania menjawab, pintu lift terbuka dan sudah banyak tamu undangan yang datang. Rain melihat keluarga dari Amerika sudah datang semua.


"Mama!" Rania berlari ke arah Cantika dan langsung memeluknya.


"Sayang, cantik sekali kamu malam ini," puji Cantika pada menantunya.


"Pastinya Rain ingin mengurung Rania," bisik Shine kepada Sky.


"Pastinya. Lihat saja wajahnya seperti itu!" balas Sky sambil tertawa cekikikan.


"Apa?" tanya Rain dengan mode wajah galak.


"Aku yakin kalau Rania masih di segel," ujar Shine bicara frontal.


"Kalian iri sama aku karena sudah menikah duluan. Sana cari istri! Jangan nempel terus sama mama," balas Rain.


"Kejamnya adik bungsu kita," ucap Sky.


"Aku sudah punya incaran menikah sebelum usia tiga puluh tahun," kata Shine.


"Kita tidak tertarik menikah di usia muda," tambah Sky sambil mengangguk.


"Kalau hormon keluarga Green sudah berkembang dalam tubuh kalian, baru tahu rasa," gerutu Rain sambil pergi meninggalkan saudaranya itu.


"Marah dia," ujar Shine.


"Lucu banget adik kita itu," lanjut Sky dan keduanya pun tertawa terkekeh.


    Semua keluarga besar Alex kumpul, Angkasa, Bintang, Langit, Shine, dan Sky. Belum lagi cucu-cucunya yang jumlahnya sudah selusin. Semakin ramai saja keluarga Andersson itu.


"Kamu mau ikut gabung mana?" tanya Rain kepada Rania.


"Nia," panggil seseorang.

__ADS_1


"Eh, Pak Baim. Datang juga ke pesta ini?" Rania tidak tahu kalau gurunya itu diundang juga.


"Iya. Asiah dan Raya adalah teman aku saat sekolah TK," jawab Ibrahim.


"Oh, saya baru tahu, Pak," lanjut Rania.


"Sayang, ayo!" Rain merangkul pinggang Rania dan membawanya ke kursi yang baru di isi oleh kedua orang tuanya, Shine, dan Sky. Masih ada dua kursi kosong di sana.


"Kasihan banget Chelsea dan Kak Mega tidak satu meja," bisik Rania kepada Rain.


"Karena Ada Om Erlangga," balas Rain.


"Alin dan Kak Ian mana, ya?" Rania mengedarkan penglihatannya ke seluruh penjuru ruangan ballroom hotel.


***


"Kak, acaranya akan segera dimulai," bisik Alin saat Raihan membawanya ke kamar hotel di lantai paling atas.


"Tidak apa-apa sudah dimulai juga. Kita akan datang terlambat," balas Raihan. 


"Emang kita mau apa, sih?" tanya Alin penasaran.


"Membuat kejutan untuk pengantin," jawab Raihan dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Apa kejutannya?" tanya Alin penasaran.


"Sini aku bisikkan," jawab Raihan.


***


     Acara berjalan dengan lancar Rayyan terlihat sangat tampan berbalut tuxedo berwarna gold, begitu juga dengan Asiah yang mengenakan gaun pengantin berwarna gold. Meski sedang hamil dua bulan, perut Asiah belum terlihat membuncit.


     Banyak para tamu undangan dari kalangan perempuan yang iri kepada Asiah karena bisa menikah dengan Rayyan. Mereka juga malah ikut mengabadikan foto Rayyan karena sosok itu jarang hadir di depan publik secara langsung.


     Tiba-tiba lampu ruangan ballroom mati dan itu membuat orang-orang di sana gaduh. Begitu juga dengan Rania yang ikutan terkejut. Dia pun memanggil suaminya, apalagi saat dia merasakan ada sesuatu yang merayap ditangannya. 


"Kak Rain, ada kecoa!" pekik Rania.


"Mana mungkin," bantah Rain sambil menarik tubuh Rania dalam kegelapan itu.


"Kenapa bisa mati lampu?" tanya Rania sambil memeluk leher suaminya.


"Mana aku tahu," jawab Rain.


***


Apakah akan ada kejadian tidak terduga lagi di pesta pernikahan Rayyan dan Asiah? Kejutan apa yang akan diberikan oleh Raihan untuk Rayyan? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Mampir juga ke karya novel aku yang baru. Buat yang suka genre romantis action dan teka-teki. Boleh ramaikan.



__ADS_2