Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 60. Nonton Film di Mini Bioskop


__ADS_3

     Raihan dan Alin akhirnya menonton film di mini bioskop yang ada di rumah Fatih. Adanya sofa bad membuat keduanya menonton sambil tiduran. Kalau dulu Raihan berniat menjahili Alin dengan film horor. Kini dia memutar film bergenre adult romance. Tentu saja banyak adegan dewa_sa di sana dan membuat Alin malu. Bahkan dia belum pernah berciuman seperti itu.


     Alin akan memukul lengan suaminya jika dia menggodanya saat ada adegan si tokoh utama wanita dan laki-laki sedang bermesraan.


"Kak Ian, aku bilangin sama Bunda, loh! Kalau Kakak ajak aku menonton film seperti ini," kata Alin mengancam.


"Mereka hanya ciuman dan pelukan. Tidak ada menampilkan adegan ran_jang. Jadi, masih aman. Film ini terkenal loh, di luar negeri sana," balas Raihan.


"Kayaknya aku pernah lihat Kak Asiah dan Kak Raya, ciuman seperti itu," gumam Alin.


"Kamu mau mencobanya?" bisik Raihan.


     Alin langsung menjauh dari suaminya sambil menutup mulutnya. Dia menggelengkan kepala, tanda tidak mau.


"Aku masih dibawah umur!"


     Raihan pun tertawa terkekeh karena melihat ekspresi istrinya dan mendengar ucapannya. Dia pun mematikan film itu karena tahu akan ada adegan apalagi di bagian selanjutnya.


"Mending kita jalan-jalan mencari makanan enak, yuk!" ajak Raihan dan tentu saja di sambut gembira oleh Alin.


***


      Rain sedang mengajak Rania berwisata keliling kuliner jajanan Nusantara. Untuk mengembalikan mood istrinya adalah dengan membuatnya senang. Yaitu ajak makan ke tempat surganya para pecinta makanan kuliner.


     Sudah satu jam lebih mereka berdua berkeliling di sana. Membeli makanan kesukaan mereka. Rain menyangka kalau kali ini juga akan berhasil seperti biasanya. Namun, kali ini tidak. Rania sama sekali tidak menikmati makanannya. Bahkan senyum bahagia yang sering diperlihatkan setelah mencicipi makanan pun tidak ada.


     Rain pun mengajak ke rumah utamanya dan mengajak menonton di mini bioskop miliknya. Dia pun memutar film komedi romantis kesukaan Rania. Bukannya menonton, gadis itu malah tertidur. Padahal film baru berjalan 15 menit.


"Kenapa kamu marahnya lama sekali?" Rain melirik ke arah istrinya. 


"Kak, jangan pergi!" Rania mengigau.


    Rain sangat terkejut saat mendengar igauan istrinya barusan. Dia pun membelai pipi mulus Rania dengan ibu jarinya.


"Memangnya aku akan pergi ke mana?" Rain bermonolog.

__ADS_1


"Kamu ini ternyata masih gadis kecil yang suka merajuk dan membuat khawatir orang lain," lanjut Rain.


    Pemuda yang jarang banyak bicara itu, jika sudah berhadapan dengan Rania, selalu berubah jadi cerewet. Itu karena dia merasa kalau Rania adalah adiknya yang harus dia jaga. Rain tidak kalah cerewetnya dengan Raihan dan Rayyan jika berhubungan dengan Rania. Mau apapun itu.


       Handphone milik Rain pun bergetar. Kali ini ada pesan masuk ke grup khusus keluarnya dan keluarga Kiai Samsul. Tempat dia dan Amira jika bertukar pesan. Grup chat yang sudah sangat lama sekali tidak aktif karena dia dan Amira tidak berkirim pesan.


Assalamu'alaikum. Tumben ini grup sepi.


     Ummu Habibah yang pertama kali mengirim chat di sana. Rain bingung harus apa. Untungnya ada balasan masuk dari nomor mamanya.


Wa'alaikumsalam, Ummu Habibah. Bagaimana kabar di Indonesia sana?


      Melihat itu perasaan Rain merasa lega meski sedikit. Dia belum memberi tahu kepada Amira ataupun keluarganya tentang pernikahan dia dengan Rania. Ini karena status Rania yang masih sekolah. Apalagi istrinya baru akan naik ke kelas 3 SMA. Masih ada waktu 1 tahun lagi.


     Di grup itu kini berisi chat dari Ummu Habibah, Cantika, Bintang, dan Amira. Tidak ada sesuatu pun yang menyinggung Rain. Sebab pas kemunculan Bintang dia langsung bilang kalau Rain sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Hal yang paling mengejutkan lagi bagi Rain adalah Bintang juga bilang kalau dia tidak bisa datang ke rumah Tahfiz akhir pekan besok. Padahal Rain tidak bicara hal ini pada kakaknya itu.


"Apa Nia yang sudah cerita kepada Kakak? Dia kan sudah menganggap Kak Bintang itu adalah Mommy-nya," gumam Rain sambil menatap Rania. 


     Dia pun menarik napas panjang dan menghembuskan secara perlahan. Lalu dia pun memutuskan ikut tidur tanpa mematikan film yang masih berlangsung itu.


***


"Asiah!" panggil seorang wanita dengan aksen luar.


"Chloe? Kalian sudah tiba ternyata." Asiah langsung menyambut sahabat-sahabat baiknya saat di London. Wanita berambut pirang dengan tubuh montok, merentangkan tangannya.


"Aku rindu sekali pada kalian. Padahal belum ada satu tahun kita berpisah, tapi rasanya sudah terasa sangat lama bagiku," ucap Asiah pada teman yang selalu membela dirinya karena menggunakan jilbab.


"Tentu saja kami juga Rindu padamu, Asiah." Kali ini wanita berkulit hitam yang memeluk Asiah. Dia campuran Inggris-Afrika.


"Magdalena, sahabatku yang cerewet ini paling aku rindukan suaranya," balas Asiah.


"Kita senang bisa kumpul di sini berkat kamu, Asiah." Wanita berambut hitam legam dan memiliki paras khas wanita Italia.


"Violeta, bagaimana kabar kamu sekarang?" tanya Asiah pada teman yang punya hobi suka makan.

__ADS_1


"Belakangan ini sudah baik. Untuk apa menangisi lelaki berengsek seperti dia! Masih banyak laki-laki di dunia ini," jawab Violeta dan diangguki oleh Asiah.


"Andreas dan Samuel mana?" tanya Asiah pada Chole dan Magdalena yang merupakan kekasih mereka.


"Sebentar lagi mereka sampai ke sini. Tadi kita salah tempat parkir," jawab Magdalena sambil tertawa.


"Kenalkan ini suami aku, Rayyan. Ini pertemuan pertama kalian secara langsung 'kan, tanpa di balik kamera?" Asiah mengenalkan pada sahabat-sahabatnya itu.


"Wow, Asiah ternyata dia lebih tampan dan gagah dilihat secara langsung seperti ini!" pekik Violeta dan disetujui oleh dua orang lainnya.


"Selamat malam, senang bisa berjumpa secara langsung dengan kalian," balas Rayyan dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Oh, aku kira bisa memeluknya, Asiah. Kalau begini dia sudah memberi kode jangan sentuh aku," ucap Violeta dan teman-temannya hanya bisa tertawa.


     Jujur Rayyan tidak begitu suka dengan tingkah laku teman-temannya Asiah. Apalagi Violeta secara terang-terangan ingin menggodanya. Meski Asiah sudah sering mengingatkan dirinya.


"Kenapa kamu lama sekali?" Chloe menatap pada laki-laki berkulit eksotis dan berbadan atletis yang memiliki tato di lengan bagian atasnya.


"Ini semua gara-gara si bodoh Samuel yang tidak bisa memarkirkan mobilnya," umpat laki-laki bernama Andreas.


"Kalian parkir di mana? Di sini sudah ada petugas yang akan memarkirkan kendaraan kalian," tanya Asiah.


"Kita menginap di hotel sebelah karena di sini sudah penuh. Lalu kami parkir di luar area hotel," jawab Andreas.


"Asiah, kamu semakin cantik saja setelah tidak bertemu lama," ucap Andreas sambil menatap Asiah dengan penuh damba.


    Rayyan melirik ke arah istrinya, dan tanpa bicara dia merangkul bahu Asiah. Hal ini membuat Andreas mendengus kesal.


***


Bulan madu kali ini ada teman-teman Asiah yang akan meramaikan perjalanan bulan madu mereka. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk tambah penyemangat buat aku 🤗 🤗.


Sambil menunggu Rayyan dan Asiah up bab berikutnya. Yuk baca juga karya teman aku. Ceritanya nggak kalah seru, loh. Cus meluncur ke karyanya.


__ADS_1


__ADS_2