
William membaringkan tubuhnya di kamar tidurnya yang dulu dilarang dimasuki oleh Bilqis. Dia memandangi foto pernikahan dirinya dengan Mentari yang berukuran sangat besar. Foto di mana dia mencium mesra bibir Mentari.
William menurunkan foto itu, lalu mengeluarkan foto itu dari bingkainya kemudian dia gulung dan diikat. Semua foto Mentari baik yang seorang diri atau yang bersamanya dan juga anak-anaknya, di simpan ke dalam sebuah kontainer.
"Ini sudah saatnya. Dulu aku mengira kalau tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku. Ternyata aku salah sedangkan kamu benar." William memegang pigura kecil yang menyimpan foto Mentari memeluk dirinya dari arah belakang.
Semua foto dan segala yang berhubungan dengan Mentari, dibereskan dan dirapikan oleh William. Hanya foto Christopher yang dipeluk oleh Jennifer dan Liam yang dia sisakan di sana.
"Sayang, semoga kamu selalu bahagia dan berada di manapun. Kalian anak kebanggaan Mommy dan Daddy," ucap William. Lalu semua barang yang di masukan ke dalam kontainer dan di simpan di gudang penyimpanan.
Kini rumah itu terlihat luas tidak ada foto Mentari ataupun dirinya. Ini adalah awal dia akan membuka lembaran baru bersama perempuan bernama Bilqis.
***
Bilqis sedang asik memotong buah-buahan untuk membuat salad buah. Tiba-tiba ada tangan yang menutup matanya dari arah belakang.
"Astaghfirullahal'adzim. Bintang! Eh, bukan. I-ini …." Bilqis diam sejenak. Dia bisa mencium wangi tubuh dari laki-laki yang dia rindukan.
__ADS_1
"Mis–ter?" Bilqis ragu memanggil nama itu.
"Aku kecewa karena kamu tidak bisa langsung mengenali ini aku," kata William sambil melepaskan kedua tangannya yang menutupi mata Bilqis.
"Ya ampun, Mister!" Kini perhatian Bilqis pada laki-laki itu. Rasanya dia ingin menerjang dan memeluknya erat. Namun, saat ini dia belum bisa melakukan itu.
"Assalamu'alaikum, Bunny," bisik William dengan lembut dan terdengar mesra.
"Wa'alaikumsalam, Mister," balas Bilqis malu-malu dengan pipi yang sudah merona. Dia selalu seperti itu kalau William memanggil dirinya dengan mesra. Jantung dia seperti melompat-lompat.
"Astaghfirullahal'adzim, Rania … Chelsea. Kalian berdua ini kerjanya mengagetkan Daddy saja. Bagaimana kalau Daddy jantungan?" William pura-pura memasang wajah galak.
"Ya, dibawa ke rumah sakit. Masa dibiarkan begitu saja," balas Rania dan Chelsea bersaman.
"Kalian ini bukan anak kembar, tapi kekompakan kalian sudah selayaknya anak kembar," gerutu William.
"Tentu saja. Karena kita kan di besarkan bersama-sama oleh Mommy Bintang," ujar mereka berdua kompak lagi. Ini adalah kata-kata yang sering kedua anak ini ucapkan jika ada orang yang bilang seperti saudara kandung atau saudara kembar.
__ADS_1
"Sudah Mister, kita tidak akan bisa menang kalau mereka berdua sudah bersatu seperti itu," kata Bilqis dengan senyum kecil menghiasi wajahnya.
"Kamu benar, Bunny. Mereka ini anak hasil didikan Bintang. Mana mungkin akan mau kalah kalau berdebat. Ujung-ujungnya kita juga yang harus mengalah," ucap William dan menarik napas kasar lalu menghembuskan ya.
"Apa Daddy marah sama kami, berdua?" tanya Rania dengan mata yang berkaca-kaca karena melihat William menarik napas dan mengeluarkan dengan cara seperti itu.
"Tidak, Sayang. Mana mungkin aku marah pada kalian," balas si duda bule. Namun, dalam hatinya dia berkata, 'aku masih sayang sama nyawa aku. Tidak mau berurusan dengan orang tua kalian kalau membuat mereka marah.'
***
Tidak terasa hari yang di tunggu-tunggu oleh William dan Bilqis kini sudah tiba. William yang memakai baju pengantin pria dengan jas koko berwarna putih bersih sedang mematut dirinya di depan cermin. Dia ingin hari ini berjalan dengan lancar dan penuh hidmat.
"Ya Allah, berilah kelancaran dalam melaksanakannya." William gugup bukan main. Ini serasa baru pertama kali baginya mau melaksanakan ijab qobul. Padahal ini yang kedua kali dalam hidupnya ini.
***
Yey, si Kakek Willi mau nikah, nih! Semoga berjalan lancar ya? Jangan ada gangguan saat perayaan hari bahagianya 😊. Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote 😍. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.
__ADS_1