Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Makan Malam Romantis


__ADS_3

     Asiah seharian ini murung terus. Baim merayu dengan berbagai macam mainan dan makanan, tetap tidak bisa membuat Asiah tersenyum. Adam yang kesal karena Asiah diam tidak cerewet seperti biasanya. Kalau si kembar lagi galau karena mereka ingin ikut pergi ke Amerika bersama Rain dan keluarganya. Namun, Ayah dan Bundanya melarang dia ikut ke Amerika. Meski Daddy mereka bilang akan menjemput di bandara. Ancaman Mentari kepada si Kembar membuat mereka menyimpan kembali tas ransel berisi baju dan paspor milik masing-masing.


"Kalian itu kenapa, sih? Bikin aku jengkel saja saat melihat muka masam kalian!" ujar Baim sambil bertolak pinggang dengan bibir mengerucut. 


"Diam kamu, Baim! Kita sedang tidak ingin bicara," tukas Rayyan, kemudian pergi ke tempat lain dan di ikuti Raihan.mengekori


     Asiah pun ikut  si Kembar. Dia juga sedang tidak ingin bicara dengan Baim yang suka bentak-bentak.


"Kita kabur, yuk!" ajak Raihan yang berjalan di belakang Rayyan.


"Ingat Bunda sudah mengancam, nggak akan ajak kita lagi kalau nanti pergi jalan-jalan sama Ayah. Jika, kita bersikukuh pergi ke Amerika, ikut Rain. Ah ... kita minta Daddy untuk ke Indonesia dulu, baru nanti kita ke Amerika bersama," kata Rayyan memberikan ide.


"Aku setuju!" Raihan mengacungkan jempolnya.


     Asiah yang sejak tadi hanya diam saja, kini merasa ingin ikut ke Amerika bersama mereka. Dia marah sama Ayahnya karena tadi pagi bertengkar dengan Mama Zulaikha.


"Aku, boleh ikut nggak?" tanya Asiah.


"Kemana? Ke Amerika?" Raihan balik bertanya.


"Iya. Aku ingin pergi sama kalian ke mana pun itu," jawab Asiah.


"Kamu sedang ada masalah ya, di rumah!" Rayyan menebak.


     Asiah matanya kembali berkaca-kaca dan hidung serta pipinya kini mulai memerah. Dia pun menganggukan kepalanya.


"Kamu boleh cerita sama kita. Siapa tahu kita bisa membantu?" lanjut Rayyan dengan gaya orang dewasa meniru Bundanya ketika mendengar curhatan para ibu-ibu sosialita.


     Rayyan menuntun Asiah lalu menyuruhnya duduk berdampingan. Dia juga menghapus air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata. Satu kedipan saja air mata itu akan meluncur bebas di pipi gembul Asiah.

__ADS_1


     Raihan juga duduk di sisi satunya. Dia mengusap-usap punggung Asiah. Temannya yang selalu ceria dan cerewet kalau ada yang teman yang nakal itu, kini seperti langit yang tertutup awan kelabu.


"Tadi pagi Ayah dan Mama Zulaikha bertengkar. Ayah memarahi Mama Zulaikha, sampai dia menangis. Aku bisa dengar meski pintu rumahnya di tutup." Asiah mulai menceritakan kejadian tadi pagi-pagi secara jelas dari awal sampai akhir dia ceritakan semuanya.


"Kamu ingin Ayah dan Mama Zulaikha baikan kembali?" tanya Rayyan.


"Iya." Asiah menganggukan kepala.


"Kalau Ayah sama Bunda kita pernah marahan, nggak sih?" tanya Raihan pada Rayyan.


"Aku nggak tahu. Kita tahunya kalau Ayah cemberut, Bunda akan menggodanya. Sebaliknya, kalau Bunda ngambek, Ayah akan merayunya. Itu 'kan berarti salah satu dari mereka ada yang mencoba memperbaiki mood pasangannya. Masalah Ayah kamu dan Mama Zulaikha itu harus ada orang ketiga yang mendamaikannya. Aku rasa itu tugas kamu, Asiah." Rayyan sedang meniru mode Mentari ketika bersama teman-temannya.


     Raihan pun setuju dengan apa yang diucapkan oleh kembarannya itu. Kemudian dia berkata, "Kita buat rencana agar mereka bisa saling bicara dan memaafkan satu sama lain, agar tidak marahan terus."


"Apa rencananya?" tanya Asiah kini melihat ke arah Raihan.


"Makan malam romantis itu seperti apa?" tanya Asiah yang tidak tahu soal begituan.


"Hmmm, biasanya Ayah dan Bunda pergi ke restoran atau hotel. Mereka pastinya makan yang enak-enak." Tebak Rayyan karena dia sendiri juga tidak tahu makan malam romantis itu seperti apa.


"Eh kata Rain, makan malam romantis itu makanannya cuma sedikit nggak bisa nambah," kata Raihan.


"Memangnya Rain pernah melakukan makan malam romantis?" tanya Rayyan.


"Dia 'kan melihat foto Mama dan Papanya yang sedang makan malam romantis. Lalu dia bilang ingin makanan yang seperti di foto itu, lalu mamanya bilang sudah habis karena hanya ada sedikit," terang Raihan.


"Mungkin restorannya itu pelit, kasih makan tamu kok, sedikit." Rayyan juga penasaran dengan makanan makan malam.


"Bagaimana kalau kita juga melakukan makan malam romantis. Kita minta bantuan sama Om Ghaza!" Raihan mencetuskan idenya.

__ADS_1


"Iya. Aku setuju. Aku penasaran makan malam romantis itu seperti apa?" lanjut Rayyan.


"Lalu Ayah dan Mama Zulaikha, gimana?" tanya Asiah.


"Ya, kita sama-sama saja lakukan makan malam romantis," ujar Raihan.


"Kalau begitu sama saja dengan makan malam yang biasa kita lakukan, ya. Apa bedanya? Mending kita makan di rumah, bisa nambah lagi kalau masih lapar. Makanan di rumahkan kita bisa buat yang banyak," ucap Asiah.


"Iya, juga. Orang dewasa itu membingungkan, ya? Buat apa pergi jauh-jauh ke luar rumah. Makanannya juga sedikit. Mending pesan aja makanan restoran dan kita makannya di rumah rame-rame," tukas Raihan.


"Namanya juga orang dewasa. Kita nggak tahu apa yang sedang mereka pikirkan. Suka sekali membuat hidup mereka sulit." Rayyan melihat ada orang asing yang sejak tadi seperti sedang memperhatikan mereka.


"Ian. Di arah jam sepuluh apa kamu bisa mengingat wajah orang itu," kata Rayyan kepada kembarannya.


     Raihan pun melihat ke arah yang dimaksud. Dia melihat laki-laki berwajah campuran seperti dirinya. 


"Ya, aku bisa mengingatnya," balas Raihan.


"Ingat wajah itu baik-baik. Dan perkiraan tinggi badan orang itu dibawah tinggi Ayah."


"Siapa?" tanya Asiah penasaran.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Buat yang belum baca kisah orang tua Rayyan dan Raihan, baca juga di karya aku ini. DIPAKASA MENIKAHI CUCU MANTAN SUAMI


__ADS_1


__ADS_2