Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
Bab 141. Gara-Gara Ngidam


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.


***


Bab 141


     Zulaikha mengalami ngidam saat usia kehamilannya. Dia selalu ingin makan masakan yang dibuat oleh Rayyan. Mau tidak mau menantunya selalu mengusahakan memasak untuk memenuhi ngidam mertuanya.


"Raya, mama mau makan soto betawi," pinta Zulaikha menghubungi Rayyan pagi-pagi sekali.


^^^"Baik, Mama Zulaikha."^^^


     Rayyan pun mematikan panggilan itu. Dia melihat Asiah yang memperhatikannya. Senyum lebar terukir saat istrinya tertawa kecil.


"Kali ini, mama minta apa?" tanya Asiah.


"Ingin dibuatkan soto betawi," jawab Rayyan.


"Apa? Soto lagi!" Asiah menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya belum bosan dengan yang namanya soto," balas Rayyan.


"Kemarin minta soto jawa, lusa kemarin soto sunda, besok minta soto mana lagi?" Asiah melingkarkan pelukannya pada leher Rayyan.


"Aku harus lihat tutorial memasak soto betawi. Biar tidak aneh banget rasanya nanti," kata Rayyan sambil membuka video di internet.


***


     Sementara itu, di rumah Zulaikha, Yusuf menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya. Dia merasa aneh dengan ngidamnya kali ini. Istrinya itu mau makan jika masakan yang dibuat oleh menantunya. Bahkan masakan dia, tidak bisa membuat mengobati ngidamnya.


"Sayang, kasihan Raya. Pagi-pagi dia disibukan dengan memasak makanan keinginan kamu. Lalu, mengantarkannya ke sini. Masakan aku juga nggak kalah enaknya dengan buatan Raya," ucap Yusuf.


"Beda, Aang. Makanan yang dibuat oleh Rayyan itu terasa jauh … jauh lebih enak," balas Zulaikha.


"Ya Allah, semoga saja ngidam istriku ini sampai hari ini. Besok-besok tidak ngidam lagi," ucap Yusuf.


"Aamiin. Kalau bisa aku nggak ngidam," kata Zulaikha.


***

__ADS_1


     Selain ngidam ingin makan yang di masak oleh Rayyan, Zulaikha juga suka sekali mendatangi Bintang. Dia lagi menegosiasi agar Aqilah jadi menantunya.


"Zul, aku tidak bisa memaksa Aqilah untuk menikah dengan Athaya. Dia masih ingin menikmati waktu masa mudanya. Dia ingin kuliah sampai S3, baru memikirkan menikah," kata Bintang, entah untuk yang ke berapa kalinya.


"Apa tidak bisa? Bukannya bisa menikah meski sambil kuliah," tanya Zulaikha.


"Itu keinginan Aqilah, Zul," jawab Bintang.


"Kakek dan neneknya sudah sepuh dan keinginannya adalah melihat Athaya menikah," lirih Zulaikha.


"Kenapa keinginannya itu harus ingin melihat Athaya menikah?" tanya Bintang.


"Mereka merasa tenang jika cucunya sudah menyempurnakan sebagian dari agama. Itu yang sering mereka katakan," jawab Zulaikha.


***


     Saat tengah malam Zulaikha terbangun dan ingin makan sesuatu yang panas-panas. Dia pun membangunkan suaminya. Mereka berdua memasak mie instan dan Yusuf juga menyuapi Zulaikha, tanpa dia tahu kalau Zulaikha sedang melakukan live di media sosialnya. Tentu saja banyak yang memberikan like, love dan komentar. Bahkan putra mereka juga ikutan melihat apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang tuanya itu.


      Pagi-paginya, terjadi kehebohan di grup chat gara-gara acara live Zulaikha dan Yusuf semalam. Tentu saja Yusuf tidak tahu kalau dirinya yang menggoda dan bermesraan itu terpublikasi pada publik.


"Sayang, emang ada apa, sih? Kenapa mereka pada heboh dan sebut-sebut nama aku di grup chat?" tanya Yusuf saat melihat sudah ada lebih dari seribu pesan di grup chat, padahal anggota grup itu bisa dihitung jari.


"Apa? Jadi, saat kita ber-cium-an pun terekam?" tanya Yusuf tergagap.


"I-ya," jawab Zulaikha takut kalau suaminya marah.


"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, muka aku harus ditaruh di mana?" Yusuf menutup mukanya sejenak.


"Justru banyak yang suka saat melihat cara Aang mencium aku seperti itu," kata Zulaikha malu-malu.


"Semalam aku berapa kali mencium kamu, Sayang?" tanya Yusuf.


"Hmmm, saat masak tiga kali. Lalu, saat makan lima kali, dan terakhir saat mencuci bekas masak dan makan dua kali. Jadi, total sepuluh kali," jawab Zulaikha sambil menunjukan kesepuluh jarinya.


"Apa? Se-puluh kali," ucap Yusuf dengan raut wajah yang semakin memerah.


"Pantas saja Ghazali menyebut aku dengan rajanya ciuman," gumam Yusuf.


"Kenapa, Ang? Apa Aang sekang sedang malu?" tanya Zulaikha sambil memperhatikan suaminya.

__ADS_1


"Tentu saja malu, Sayang. Kegiatan pribadi kita terekspos ke publik," jawab Yusuf.


"Ya, sudah mulai sekarang kita tidak boleh ciuman, kalau—"


"Bukan begitu, Sayang. Bukannya aku tidak suka saat berciuman dengan kamu. Tapi, kita tidak boleh berciuman saat kamu mengadakan acara live seperti semalam. Atau tidak berciuman di tempat umum dan di depan orang lain," potong Yusuf takut istrinya salah paham.


"Itu juga yang mau aku katakan, Ang. Aang, sih, main potong pembicaraan orang lain," gerutu Zulaikha.


"Maaf, Sayang. Habis, aku tidak mau kamu ngambek," ucap Yusuf sambil membelai kepala Zulaikha.


***


"Ian, tolong kemari, dong! Ajak Alin dan anak-anak juga." Mega menghubungi sepupunya.


^^^"Kenapa lagi?"^^^


"Chelsea, ingin berkaraoke dengan Nia dan Alin."


^^^"Apa? Setelah kemarin ingin menonton bioskop sekarang ingin berkaraoke?"^^^


"Ini, masih mending. Daripada, pergi ke taman hiburan seharian."


^^^"Enggak. Sekarang hari Minggu, waktunya bersama dengan aku. Tidak bisa diganggu gugat!"^^^


"Kamu jadi paman, jahat banget!"


^^^"Istri kamu itu ngidam aneh banget, ingin melakukan apa-apa harus bertiga dengan Nia dan Alin."^^^


"Mereka bertiga 'kan, soulmate."


^^^"Alin itu soulmate aku!"^^^


"Dasar pelit. Awas, ya! Kalau kamu minta bantuan aku. Aku pun akan pelit sama kamu."


^^^"Kalau mau suruh datang Chelsea ke rumah aku, sini. Bukan kita yang nyamperin."^^^


Mega dan Raihan terus berdebat gara-gara masalah siapa yang harus mengunjungi siapa. Tanpa mereka tahu kalau istri-istri mereka itu sedang asik ngobrol di grup, bercanda tawa bersama teman-teman yang lainnya.


***

__ADS_1


Sedang nggak mood nulis, gara-gara perut tidak enak. Rasanya mual terus 😭. Efek nulis sambil tengkurap dan rebahan di lantai, kayaknya.


__ADS_2