
"Tidak boleh menjalin hubungan khusus atau spesial antar sesama dosen atau mahasiswa," kata Raihan membaca sebuah kertas yang dilingkari oleh bolpoin merah.
Tawa Raihan langsung meledak saat membaca sebuah persyaratan yang tidak boleh dilanggar oleh dosen yang baru dalam masa kerja 3 tahun. Dia menertawakan nasib saudara kembarnya.
"Jadi …." Raihan melirik ke arah Rayyan sambil menyeringai.
"Gara-gara ada peraturan konyol ini aku dan Asiah harus menjalin hubungan secara diam-diam," ujar Rayyan dengan memasang wajah kesal.
"Sudah, yang penting sekarang kalian bisa sering bertemu. Tidak apa-apa kalian di kampus menahan diri untuk bermesraan. Setelah di luar kampus kalian bisa bertemu dan pergi kencan," ucap Raihan.
"Apa kamu bilang? Tidak apa-apa! Aku ingin saat usia kita dua puluh tahun sudah bisa menikah," kata Rayyan dengan ekspresi seakan mau melahap saudara kembarnya.
"Memangnya tidak boleh menikah?"
"Kalau ketahuan, aku bisa dipecat! Sementara Asiah baru masuk tingkat tiga. Ya Allah, kenapa dia lambat banget dalam hal pelajaran." Rayyan harus ekstra sabar dalam menghadapi kekurangan kekasihnya itu.
"Sebenarnya, Asiah itu otaknya standar, jangan paksa dia menjadi seperti dirimu," ujar Raihan sambil menyerahkan lembar kertas tadi.
"Aku tidak bilang kalau kekasihku bodoh. Hanya saja kenapa dia saat sekolah di Inggris tidak ambil kelas akselerasi. Terus dia kuliah dua tahun di sana …, akh! Sudahlah." Rayyan berdiri dan keluar dari kamar Raihan.
Raihan pun ingin tidur siang mumpung tidak ada adik-adiknya yang sering mengganggu. Biasanya mereka akan selalu minta mengajaknya untuk bermain main game. Namun, sebelum itu dia memeriksa laporan keuangan yang masuk ke email-nya.
Rayyan dan Raihan baru sebulan tinggal kembali di Indonesia, setelah mereka menyelesaikan S3 mereka di Amerika. Rayyan yang awalnya ingin melanjutkan S3 di Indonesia, jadi mengurungkan niatnya karena merasa percuma tidak ada Asiah di negeri tercintanya. Asiah semenjak SMA dia dikirim ke Inggris dan sekolah di sana.
Demi melaksanakan janji mereka, akhirnya kedua orang ini pulang ke Indonesia dan Asiah melanjutkan kuliah di sini. Tentu saja Yusuf yang memilihkan universitas tempatnya untuk menimba ilmu. Sehingga mau tidak mau Rayyan pun ikut melamar jadi dosen di sana. Namun, ada sebuah peraturan yang lagi-lagi menjadi penghalang hubungan mereka.
***
"Nia, kita jadikan kerja kelompok untuk tugas sejarah," kata Chelsea yang baru saja ikut bergabung dengan Rania, adiknya si kembar.
"Jadi, dong!" balas Rania setelah dia menyeruput jus jambu merah kesukaannya.
"Aku, sepertinya nggak ikut. Ngantuk semalam aku begadang nonton bola sampai dini hari," ucap seorang gadis yang menyandarkan kepalanya dengan lesu.
"Tidak bisa!" bantah kedua temannya.
__ADS_1
"Alin, kamu jangan curang. Ini tugas kelompok harus dikerjakan bersama-sama.
Gadis itu pun hanya mencebikan bibirnya. Dia akhirnya memilih memejamkan matanya.
"Parah nih, anak. Tiap hari kerjanya begadang. Bagus kalau begadang demi kebaikan. Ini begadang nonton bola. Kalau nggak MotoGP." Chelsea menggelengkan kepala karena kelakuan sahabatnya ini.
***
Seperti janji tadi di kantin ketiga gadis berseragam putih abu-abu itu mengerjakan tugas kelompoknya di rumah Rania. Kebetulan rumah dia yang paling dekat dengan sekolah.
Setelah berkutat dengan buku dan mengetik tugas di laptop, selama 1 jam 30 menit tugas mereka akhirnya selesai. Tinggal di print dan dijadikan makalah.
"Nia, aku ngantuk beneran. Sambil menunggu Ayah menjemput, aku ikut tidur, ya?" Alin sudah terkantuk-kantuk.
Rania dan Chelsea malah tertawa melihat Alin yang matanya terbuka dan tertutup karena menahan kantuknya. Merasa kasihan Rania pun menyuruhnya tidur di kamar dia saja.
Alin pun berjalan ke arah lift karena kamar Rania ada di lantai 3. Begitu pintu lift terbuka, Alin berjalan lurus ke kamar paling ujung. Mungkin karena mengantuk dia salah masuk kamar. Seharusnya kamar di jalur kiri, dia masuk ke kamar jalur kanan.
Tanpa memeriksa isi kamar karena matanya tertutup, Alin pun membuka jilbab dan kemeja putih serta rok abu-abu miliknya. Dia tidur hanya pakai celana rangkap dan tangtop saja.
Alin pun langsung merebahkan tubuhnya yang sudah merasa lemas. Tanpa dia sadari kalau ada seorang pemuda yang juga sedang tidur di atas kasur berukuran king size itu.
***
"Pak Rain, apa tugas ini akan di bawa pulang ke rumah atau Anda akan lembut," kata sekretarisnya.
"Malik, hari ini aku ada acara tidak bisa melanjutkan pekerjaan itu. Mungkin baru besok bisa aku kerjakan," ujarnya.
"Apa malam ini janji bertemu dengan Kiai Samsul?" tanya Malik.
"Iya. Beliau meminta aku untuk bertemu dengannya," jawab Rain lagi.
"Wah, jangan-jangan mau dijodohkan dengan Amira, kabarnya dia wanita cantik, hanya saja tidak ada yang tahu wajah di balik cadarnya, kecuali keluarganya."
Rain hanya diam saja. Dia paling tidak suka banyak bicara. Apalagi urusan pribadinya. Pemuda ini cenderung tertutup dan terkesan dingin bagi orang yang tidak mengenalnya.
__ADS_1
***
Sekitar jam 16.00 jemputan Alin datang. Terlihat Abimanyu turun dari mobilnya saat Mentari baru saja menyambut kepulangan Fatih.
"Assalamu'alaikum, Pak Fatih … Bu Mentari," sapa Abimanyu begitu di depan mereka.
"Wa'alaikumsalam," balas keduanya.
"Mau menjemput Alin?" tanya Mentari.
"Iya. Katanya dia kerja kelompok di sini," jawab Abimanyu.
"Kalau begitu masuk dulu!" ajak Fatih masuk ke dalam rumah.
***
"Nia, ada Ayahnya Alin datang menjemput," kata Mentari begitu masuk ke ruang keluarga.
"Alin sedang tidur di kamar Nia, Bun," sahut Rania.
Mentari pun pergi menuju kamar putrinya. Ketika dilorong dia bertemu dengan Rayyan yang sudah berpenampilan rapi dan wangi.
"Wah, gantengnya putra Bunda. Mau ke mana, nih?" tanya Mentari.
"Biasa, Bun. Calon mantu Bunda kalau nggak diapelin sehari saja, marahnya nggak ketulungan," jawab Rayyan.
"Kyaaaak!"
"Kyaaaak!"
Terdengar suara laki-laki dan perempuan di kamar sebelah Rayyan. Maka, Mentari dan Rayyan pun masuk ke kamar Raihan. Tempat yang merupakan sumber suara tadi.
"Astaghfirullahal'adzim. Ian … Alin! Apa yang sedang kalian lakukan!" Suara Mentari malah membuat kedua anak muda itu ketakutan.
Fatih dan Abimanyu pun datang menyusul. Begitu juga dengan Rania dan Chelsea.
__ADS_1
***
Cerita ini akan diawali oleh kisah Raihan dan Alin. Untuk Rayyan dan Asiah akan terakhir 😁 biarkan mereka uwu-uwu saat ini. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote 😍😍. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.