Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kisah William


__ADS_3

    Bilqis merasa sangat malu. Dia merasa sudah lancang banyak tanya hal pribadi kepada seorang pengusaha terkenal di dunia ini.


"Aku waktu kecil dibesarkan oleh Mama Aurora yang notabenenya adalah keponakan aku. Kamu tahu kalau aku itu menurut silsilah pohon keluarga adalah buyut si Kembar," kata William sambil tersenyum tipis.


    Bilqis terkejut, dia menyangka kalau William itu paman si Kembar yang dipanggil Daddy karena Bunda mereka itu mantan istrinya.


"Aku baru tahu hal ini Mister, ini sangat mengejutkan bagiku," balas Bilqis.


"Aku, Fatih, dan Alex dibesarkan dan tumbuh bersama bahkan aku rela mengulang sekolah agar bisa bersama-sama dengan Alex dan Fatih. Walau usia aku satu tahun lebih tua dari mereka, tapi aku malah mengikuti apa kata mereka terutama Alex. Apapun yang dia lakukan, maka aku pun akan mengikutinya. Alex di sunat, aku juga ikut di sunat. Alex menjadi mualaf, aku juga jadi mualaf. Alex masuk TK, aku juga ikut masuk TK. Alex masuk pesantren aku juga ikut masuk pesantren,—"


"Oh, pantas saja Anda pintar mengaji, ternyata pernah masuk pesantren?" Bilqis benar-benar sangat senang mengetahui kisah sang konglomerat muda ini.


"Ya, setiap kita sepulang liburan ke luar negeri, kita di suruh tinggal di pesantren milik keluarga Hakim selama lima hari sampai dua minggu terlebih dahulu, sebelum pulang ke rumah," jelas William.


"Kenapa harus seperti itu?" tanya Bilqis tidak mengerti.


"Agar kebiasaan sewaktu di Amerika tidak terbawa di sini. Papa Khalid tidak suka kalau kita bangun kesiangan sampai melewatkan waktu shalat tahajud. Sampai-sampai Papa Khalid itu selalu membangunkan kami, dimanapun kami berada. Dia akan meminta kepada Daddy untuk membangunkan kami, jika waktu shalat sudah masuk. Bahkan dia akan meminta seseorang di dekat kita untuk melapor apa kami ini sudah shalat atau belum," jawab sang duda bule.

__ADS_1


    Bilqis tertawa membayangkan 3 anak badung yang sering dipatau jadwal sholat mereka. Dia tidak menyangka kalau orang di depannya ini termasuk orang yang ramah.


"Tertawa dan tersenyum lah! Kamu harus membuat masa depan kamu menjadi berwarna cerah dan singkirkan kabut kelabu dalam hidup kamu," ucap William sambil menatap Bilqis yang masih tertawa sambil menutup mulut dengan tangannya.


"Maaf kan saya—" perkataan Bilqis terpotong oleh William.


"Kenapa kamu selalu meminta maaf. Jika bukan karena sudah melakukan kesalahan, jangan kamu katakan 'maaf atau minta maaf' itu kesannya kamu orang yang selalu berbuat salah. Kamu menertawakan cerita aku karena merasa ini cerita lucu. Dan kalau diingat-ingat lagi, aku juga selalu ingin tertawa. Apalagi kehidupan saat di pesantren, kita sering berbuat konyol. Walau aku yang sering bertingkah begitu. Ya, atau gara-gara aku Fatih dan Alex jadi kebawa-bawa," ujar William.


"Kisah Anda saat kecil sangat menyenangkan. Bisa dibayangkan betapa bahagianya kehidupan yang Anda jalani dulu," kata Bilqis.


"Kamu jangan berprasangka kalau hidup aku lebih baik dari kamu. Kami juga sama-sama merasakan sakit, takut, kecewa, marah, sedih, dan sakit hati. Setiap orang mempunyai kisahnya masing-masing. Hanya saja aku bukan tipe orang yang senang mengingat-ingat kenangan buruk yang pernah aku rasakan. Justru sebaliknya, aku suka mengingat hal-hal yang menyenangkan bagiku," ujar William.


***


"Mi, ini bagus!" seru Zulaikha saat melihat gaun pengantin yang transparan bagian bahu sampai dada atas dan banyak bertabur cristal Swarovski.


"Bukannya sekarang kamu pakai hijab. Cari yang bisa kamu pakai," sanggah Maharani dan itu membuat Zulaikha cemberut.

__ADS_1


"Iya, aku cari yang lainnya," balas Zulaikha sambil membulak-balikan halaman majalah itu.


"Sayang, sedang apa?" tanya Yusuf yang baru pulang dari masjid.


"A~ng, bantuin pilih gaun pengantin. Bingung pilih yang mana? Karena semuanya bagus!" pinta Zulaikha sambil menunjukkan gambar gaun-gaun itu.


    Yusuf dan Zulaikha pun duduk berdampingan sambil melihat-lihat semua koleksi foto gaun pengantin untuk muslimah. Yusuf juga punya beberapa model yang diperkirakan akan cocok, jika dipakai oleh istrinya. 


"Ini bagus!" tunjuk Yusuf.


"Nggak suka. Aku suka yang ini!" tunjuk Zulaikha sambil memperlihatkan gaun pernikahan busana muslim yang pas badan sehingga terlihat semua lekuk tubuh karena jilbabnya diikatkan dileher sehingga tidak menutup dada.


"Sayang, jilbab itu kain yang menutup sampai ke dada. Kalau ini dadanya kelihatan. Aku nggak mau aset kamu ini tercetak jelas dan banyak laki-laki yang melihatnya," tolak Yusuf.


    Zulaikha cemberut karena gaun pengantin yang dipilih Yusuf itu bercadar. Mana mau di wajahnya di tutup begitu. Apalagi dia ingin pamer sama orang-orang saat dia berdandan pengantin.


"Sayang ...."

__ADS_1


***


Nah kira-kira Zulaikha akan menurut sama Yusuf atau mau melancarkan jurus godaan agar keinginannya dituruti oleh suaminya 😁😁. Duh, Bilqis sudah bisa bicara nyaman nih dengan Duda Bule yang tajir melintir. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya 🥰. Jangan lupa kasih aku dukungan dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗. Kasih penyemangat dengan kasih Like dan Komentar 😘😘😘


__ADS_2