Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kisah Yusuf & Aisha


__ADS_3

     Malam ini merupakan malam yang indah dan berkesan bagi Zulaikha. Setelah tadi sore bilang kalau hari ini adalah terburuknya setelah kejadian penculikan itu. 


'Aku ubah, hari ini adalah hari yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku!" Janji Zulaikha.


    Bagaimana mungkin Zulaikha melupakan malam ini. Setelah makan malam di restoran mewah dengan berpakaian traning dan sandal jepit. Dia di ajak Yusuf jalan-jalan menelusuri taman bunga sakura. Meski akan terlihat indah di siang hari. Namun, saat malam hari pun tidak kalah indahnya. Bunga sakura yang berguguran membuat suasana di sana terasa romantis. Zulaikha pun banyak mengambil foto dirinya dan Yusuf. Lalu mengunggahnya di sosial media miliknya.


***


     Setelah itu mereka pun pergi menonton bioskop. Mereka malah menonton film bergenre romantis yang banyak menampilkan adegan dewasa dan itu membuat Yusuf dan Zulaikha harus menahan dirinya. 


"Kenapa isi filmnya seperti ini?" tanya Zulaikha saat adegan tokoh laki-laki mencium bibir tokoh wanita setelah mengungkapkan perasaannya.


"Bagi orang-orang di sini kan hal itu wajar," jawab Yusuf.


"Om, dulu saat mengungkapkan perasaan kita berciuman nggak?" tanya Zulaikha dengan polos membuat Yusuf batuk. Dengan cepat Zulaikha memberikan air minumnya.


"Aku lupa. Tapi kayaknya enggak," jawab Yusuf.


"Issssh, itu karena Om tidak romantis," balas Zulaikha.


"Nanti setelah kamu menjadi istriku, sebanyak apapun itu, akan aku kasih," ujar Yusuf dan itu membuat Zulaikha tersenyum tersipu malu.


***


     Setelah nonton bioskop mereka pun pulang. Bukannya tidur, keduanya malah duduk di kursi taman belakang sambil menikmati pemandangan langit malam yang berbintang dan bulan yang tinggal sebagian.

__ADS_1


Zulaikha duduk di kursi tunggal sedangkan Yusuf di kursi yang panjang. Keduanya asik bercerita masa lalu mereka saat anak-anak. 


"Om dan Tante Aisha sudah bersama sejak kecil, ya? Pasti sangat menyenangkan kalau aku juga lahir di tahun yang sama dengan kalian," ucap Zulaikha.


"Kita beda desa. Tapi saat masuk SD kita satu sekolah. Dikampung itu dulu jarang sekolahan di tiap desa. Abah Taha dulu adalah guru di tempat sekolah kami. Makanya dia sudah mengenal aku." Yusuf membuka memori dalam otaknya.


"Om sama Tante Aisha pintaran siapa?" tanya Zulaikha penasaran.


"Kita itu saingan sejak dari zaman SD sampai SMP, dan itu kami bergiliran menempati rangking pertama," jawab Yusuf.


"Jangan-jangan kalian saling jatuh cinta karena sering bersaing," kata Zulaikha tertawa.


"Mungkin juga, karena kita dulu sering saingan dan ikut cerdas cermat atau olimpiade bersama-sama, jadinya kami dekat," jelas Yusuf.


"Om, mulai menjalin hubungan dengan Tante Aisha sejak kapan?" tanya si Gadis Nakal ini penasaran.


"Wah, ungkapan perasaan Om pada Tante Aisha itu di pesantren?" tanya Zulaikha semangat. Dia ingin tahu kisah cinta calon suaminya dengan almarhum istrinya.


"Tidak. Aku mengungkapkan perasaanku saat dia pulang. Aku mendatangi rumahnya dan bilang mencintainya lalu aku melamar dia saat itu juga," jawab Yusuf.


"Jadi, Tante Aisha itu sebenarnya sudah suka sama Om dari dulu, dong! Kalau dia langsung menerima lamaran Om," kata Zulaikha.


"Tidak. Dia tidak bilang cinta sama aku. Dia juga tidak langsung jawab lamaran aku. Dia minta satu minggu untuk istikharah. Setelah itu aku dipanggil oleh Abah. Selama hampir tiga jam aku diinterogasi sama Abah. Sampai Abah bilang akan menyerahkan Aisha kepadaku. Aku pun bilang sama kedua orang tuaku. Mereka terkejut saat aku bilang mau melamar Gadis Kembang Desa itu. Semua rencana kami berjalan baik dan lancar. Kita pun berpisah saat masuk perguruan tinggi. Hanya saling kirim surat kita bertukar kabar. Setelah di wisuda kita langsung menikah," ucap Yusuf menceritakan masa lalunya.


     Zulaikha menatap takjub dengan kisah Yusuf dan Aisha. Dia menatap calon suaminya itu dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Apa kamu tahu kapan pertama kali Aisha bilang cinta sama aku?" tanya Yusuf.


"Kapan itu, Om?" Zulaikha jadi penasaran.


"Setelah aku mengucapkan ijab qobul. Dan dia telah sah menjadi istriku. Ciuman pertama kami dan pertama kali kami berpelukan itu, saat malam pertama sebagai pengantin baru. Sebelum kami menikah, kita tidak ada godaan ingin berciuman atau berpelukan," pungkas Yusuf.


"Kalau sama aku banyak godaan ya, Om?" Zulaikha menyeringai nakal.


"Itu karena kamu suka menggoda aku," balas Yusuf.


"Tante Aisha tidak pernah menggoda, Om, ya?" tanya Zulaikha.


"Sebelum menikah, ya. Beda setelah menikah. Dan itu membuat hubungan kami terjalin kuat meski kita hidup terpisah," jawab si Duda.


"Kenapa kalian tidak tinggal bersama?" tanya Zulaikha sudah seperti wartawan.


"Karena saat bayi Asiah tidak cocok tinggal di Jakarta. Selain itu Ayah juga sakit stroke, Abah mulai memasuki usia pensiun dan sering sakit-sakitan. Awalnya aku juga mau kembali saja ke kampung dan memulai usaha di sana. Namun, Aisha melarang hal itu. Makanya setiap Jumat malam aku selalu pulang ke kampung dan Senin dini hari sudah kembali ke Jakarta. Aisha yang kasihan melihat aku bolak-balik tiap minggunya, meminta aku untuk satu bulan sekali pulang. Tapi, aku tidak mau. Aku selalu merindukan keluarga aku. Hati kecil aku tidak mau berjauhan dengan mereka. Meski tiap hari kita bicara lewat telepon, tetap saja itu berasa kurang bagiku," tutur Yusuf menceritakan semua kisah dia.


"Kalau hal yang sama terjadi lagi pada kita berdua, apa yang akan Om lakukan?" tanya Zulaikha ingin tahu.


***


Kira-kira jawaban apa yang akan diberikan oleh Yusuf? Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk kasih dukungan buat aku, ya teman-teman 🥰. Yuk Kirim Like, Komentar, Bunga, Kopi, dan Vote. Buat aku semakin bersemangat!


Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Ceritanya nggak kalah bagus dan menarik. Yuk kepoin novelnya.

__ADS_1



__ADS_2