
BAB 128
Rain dan Rania memberitahu keluarga mereka tentang kehamilan itu. Mereka semua ikut berbahagia karena mendengar kabar yang menyenangkan dan di tunggu-tunggu selama ini. Terutama bagi Mentari dan Cantika yang sudah menantikan hal ini sejak 5 tahun lalu.
Raihan dan Rayyan juga ikut senang saat mendengar kabar bahwa adik mereka akan punya bayi seperti yang selama ini telah mereka idaman. Apalagi hanya Rain yang belum punya anak, sementara mereka sudah akan memiliki tiga anak.
Ternyata bukan hanya Rania saja yang hamil, Chelsea pun kini sedang hamil 4 Minggu. Berbeda dua minggu dengan usia kehamilan dari Rania.
Alin sangat bersemangat sekali begitu tahu kedua sahabatnya juga sedang hamil saat ini. Sementara itu, dia sendiri sedang mempersiapkan kelahiran anak ketiganya.
^^^"Kita harus merayakan kebahagiaan ini bersama-sama," ucap Alin.^^^
"Bunda Mentari akan mengadakan syukuran di rumah kakek Ja'far," balasan Rania.
^^^"Asik, berarti kita akan kumpul-kumpul bersama lagi," ujar Alin.^^^
"Saat di sana kita tidur satu kamar lagi, yuk!" ajak Rania.
^^^"Ah, pastinya suami kita akan menggotong kita ke kamar masing-masing lagi seperti dulu lagi," balasan sambil tertawa terbahak.^^^
"Benar juga. Kenapa sih, mereka sulit sekali jauh dari kita kalau tidur. Pasti ujung-ujungnya mereka akan bawa kita lagi agar tidur bersamanya," gerutu Rania.
***
Saat ini Rania masih berada di Yogjakarta. Dia masih harus menyelesaikan masa koasnya yang tinggal beberapa bulan lagi. Sementara itu, Rain harus bolak-balik antara Jakarta dan Yogjakarta. Mereka hidup bahagia saat ini, meski kadang harus berpisah untuk beberapa hari. Untungnya Rania tidak mengidam yang aneh-aneh. Hanya saja dia kalau tidur harus mendengarkan dahulu suara lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Rain. Mereka sering melakukan video call jika Rian sedang berada di Jakarta.
Ternyata bukan hanya Rania saja yang mengalami ngidam. Rain juga mengalaminya, yaitu suka memakan yang asam-asam terutama rujak buah. Bahkan dia sering membuat repot saudara-saudaranya itu menuruti ngidamnya ini. Untungnya Mega juga mengalami hal yang sama, sehingga kedua calon papa muda itu sering membuat rujak petis bersama.
***
__ADS_1
"Kak, perut aku sakit," kata Alin sambil mengelus-elus perutnya yang buncit.
"Apa kamu mau melahirkan, Sayang?" tanya Raihan panik.
"Mungkin saja karena perutku sudah terasa sangat mengulas sekali," jawab Alin sambil meringis.
"Ayo, kita pergi ke rumah sakit!" ajak Raihan sambil membopong tubuh istrinya.
Raihan mengendarai kendaraan dengan sangat cepat karena takut istrinya melahirkan di tengah perjalanan. Dia selalu terkena panik, jika melihat Alin kesakitan saat hendak melahirkan.
"Sayang, sabar ya. Sebentar lagi kita akan sampai," kata Raihan yang sesekali melihat ke arah Alin.
"Apa anak-anak sedang berada di rumah bersama ayah dan bunda?" tanya Alin mengingat anak-anaknya tadi sedang tidur nyenyak.
"Iya, tadi bunda sudah datang ke rumah dan akan menjaga mereka," jawab Raihan dan memarkirkan mobil di depan pintu masuk rumah sakit.
Raihan pun membopong Alin yang mengerang kesakitan ke ruang IGD. Untungnya dokter kandungan—miss Angela—masih bertugas di sana malam ini. Dia dengan cepat menangani Alin yang meringis kesakitan dan mengerang karena terlihat akan melahirkan.
"Tentu saja saya ikut, Dok," jawaban yang tangannya menggenggam erat tangan Alin.
Proses Alin melahirkan saat ini lebih mudah dibandingkan anak pertama dan kedua mereka. Begitu masuk ruang bersalin, Alin sudah memasuki pembukaan ke-10. Sehingga, langsung dapat tindakan dari dokter kandungan dan dua orang perawat yang membantunya.
Hanya butuh waktu 10 menit saja bagi Alin untuk mengeluarkan bayi anak laki-lakinya. Tidak ada drama seperti kelahiran anak sebelumnya yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengeluarkan dari dalam perut saat itu. Betapa bahagianya Alin dan Raihan saat ini sehat melihat putra mereka yang terakhir dengan sehat dan sempurna.
Alin langsung memberikan ASI untuk bayinya. Terlihat wajah bayi itu masih dalam keadaan mengkerut kulitnya dan basah oleh cairan air ketuban. Tangis haru Alin rasakan saat melihat putranya yang sedang menyusu.
"Terima kasih, Sayang. Sudah berusaha keras untuk melahirkan putra kita," ucapan Raihan kemudian mencium kening Alin dengan penuh rasa sayang.
"Ini Sudah selayaknya saya lakukan sebagai seorang ibu," balas Alin dan mencium pipi Raihan dengan rasa sayang.
__ADS_1
Setelah disusui bayi itu dibawa oleh perawat untuk dibersihkan dari segala kotoran. Terdengar suara tangisan bayi itu begitu sangat nyaring.
"Selamat Tuan, putra Anda terlahir dengan tinggi badan 54 cm dan berat badan 3,1 kg," kata salah seorang perawat yang ikut membantu dalam proses persalinan tersebut.
"Alhamdulillahirobbilalamin. Ya Allah terima kasih putra kami telah lahir dengan sempurna dan dalam keadaan sehat," ucap Raihan dengan air mata berlinang. Dia pun menatap putranya dengan penuh sayang.
***
Kabar Alin yang melahirkan membuat bahagia semua orang. Apalagi keluarga Ja'far yang tadinya akan mengadakan syukuran kehamilan Chelsea dan Rania, kini bertambah dengan syukuran kelahiran anak dari Alin.
Keluarga Abimanyu dan Aruna pun ikut bahagia dan sengaja datang ke Jakarta untuk melihat cucu baru mereka. Mereka sangat senang saat mengetahui anggota keluarga anaknya bertambah lagi. Bahkan Adiyaksa, Maya, Diratama, dan Elina pun memaksa ikut ke Jakarta hanya untuk melihat cicit mereka.
Sewaktu Alin hamil pertama kali, dia sedang berada di Jerman dan hanya Fatih dan Mentari yang menemaninya saat proses bersalin. Abimanyu dan Aruna datang ke Jerman saat acara aqiqah. Serta mereka di sana tinggal hanya dua minggu, berbeda dengan Mentari yang terus menemani Alin sampai usia anaknya 4 bulan. Maka kali ini Aruna pun ingin tinggal lebih lama bersama Alin untuk membesarkan cucunya.
"Besok kita akan ada acara aqiqah untuk putra Raihan dan Alin sekalian acara syukuran kehamilan Chelsea dan Rania," kata Ja'far yang ini sudah sangat sepuh sekali. Meski begitu, dia masih dalam keadaan sehat dan bugar.
"Iya, Ayah. Semua orang sudah datang, tinggal menunggu Rania dan Rain yang akan pulang nanti malam. Karena Rania sedang bertugas sampai sore ini. Dia tidak boleh sering mengambil cuti saat dalam menjalani koas," kata Mentari kepada ayahnya.
"Tidak terasa ya, dulu Rania selalu senang digendong oleh ayah dan kini sekarang dia akan punya bayi," ucap Ja'far sambil tertawa terkekeh mengingat masa lalunya bersama sang cucu.
"Cucu yang paling dekat dengan ayah adalah Rasyid dan sekarang dia sudah duduk di bangku sekolah menengah atas," balas Mentari sambil tersenyum manis ke arah ayahnya.
"Itu karena Khalid selalu monopoli Rania," gerutu Ja'far karena dulu Khalid selalu saja ngomel saat dirinya membawa Rania. Dia tidak mengizinkan cucu perempuannya untuk tidur di rumahnya terlalu lama.
Mentari tertawa terbahak-bahak mengingat ayah dan ayah mertuanya selalu rambutan Rania saat masih kecil. Sebab saat itu Rania adalah satu-satunya cucu bayi perempuan dari pihak Jafar maupun dari keluarga Hakim.
"Awas saja kalau sekarang Rania tidak boleh lama menginap di rumah ini," kata Ja'far mengancam.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah keseruan mereka saat berkumpul bersama nanti? Tunggu kelanjutannya, ya!