Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Malam Pertama (1)


__ADS_3

William merangkul pinggang Bilqis dan berjalan ke kamar yang sudah disiapkan untuk malam pertama mereka. Inginnya dia menggendong ala bridal style, tapi Bilqis memohon jangan melakukan itu, katanya malu.


Begitu pintu kamar menutup, mantan duda bule itu langsung memeluk tubuh istrinya dan mencium kepala dan kedua mata sayu milik Bilqis. Kemudian kedua pipi dan pucuk hidungnya.


"Bunny, kamu sungguh cantik," bisik William dan membuat Bilqis tersenyum malu-malu.


"Izinkan aku memanjakan kamu malam ini," lanjut William dan Bilqis pun mengangguk.


    Mereka melakukan sholat sunat terlebih dahulu. Setelah itu Bilqis minta izin untuk mengganti pakaiannya dengan baju dinas malam yang sudah di siapkan oleh Bintang.


"Astaghfirullahal'adzim. Bintang …  ini benaran?" Bilqis memakai sebuah lingerie berwarna marun. Terlihat jelas kulit kuning Langsat miliknya semakin terlihat cantik, seksi, dan menggoda.


"Aduh, aku malu," gumam Bilqis sambil melihat pantulan dirinya di cermin.


"Bunny, ada apa? Kenapa lama sekali?" William mengetuk pintu kamar mandi.


"Sebentar, Mas," balas Bilqis.

__ADS_1


    William sudah tidak sabar ingin melaksanakan ritual malam pertama seperti kebanyakan para pengantin. Dia juga sebenarnya masih gugup, takut kejantanannya belum berfungsi dengan maksimal. Meski kini sudah ada reaksi terhadap Bilqis.


    Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok perempuan yang memakai gaun tidur yang tertutup jubah. Jantung William mulai berdetak kencang, darahnya terasa berdesir di seluruh tubuhnya, dan inti tubuhnya memberikan reaksi lagi.


    Melihat istrinya malah diam di tempat membuat William gemas. Maka, dengan cepat dia berjalan ke arahnya lalu menggendongnya.


"Aaaahk, Mas!" Bilqis langsung merangkulkan kedua tangannya ke leher suaminya.


"Bunny, kamu sudah membuat aku menunggu lama," kata William dan mendudukan Bilqis di pangkuannya.


    William membenarkan anak rambut Bilqis, dan mengaitkan rambut ke balik telinganya. Ini untuk ke dua kalinya dia melihat Bilqis tanpa hijabnya.


"Hmmm, justru aku yang harusnya mengucapkan terima kasih. Sudah menolong aku beberapa kali. Mas, selalu menjaga Bilqis dan membantu setiap Bilqis mengalami kesulitan. Mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan cinta darimu, sudah membuat aku bersyukur. Aku selalu mendoakan setiap perbuatan Mas kepada aku mendapat balasan dari Allah. Aku juga selalu mendoakan kebahagiaanmu, Mas. Walau kadang ke egoisan aku, selalu meminta kepada Allah agar kita di jodohkan di dunia dan akhirat. Aku … aku sangat mencintaimu, Mas." Bilqis bicara dengan lembut tapi meyakinkan karena dia berkata dengan jujur.


"Aku juga mencintaimu, istriku." William memberikan satu kecupan ringan di kening Bilqis.


"Terima kasih … terima kasih … Mas. Aku sangat amat bahagia." Air mata bahagia membasahi mata sayu Bilqis.

__ADS_1


"Kamu sudah siapkan?" bisik lembut William.


"Insya Allah, sudah siap, Mas." Bilqis menunduk malu.


"Semoga malam ini menjadi malam yang tidak akan kita lupakan dalam hidup kita," ucap William.


"Iya, Mas. Aku juga berharap ini adalah awal dari malam-malam indah yang akan selalu kita jalani selama hidup kita," lanjut Bilqis.


Belum juga mulai sudah terdengar bel pintu di berbunyi. Tentu saja ini membuat William kesal karena sudah menganggu.


"Aduh, siapa sih yang sudah mengganggu?" rutuknya sambil melirik ke arah pintu.


"Bunny, tunggu dulu, ya! Aku akan secepatnya kembali," kata William sambil menurunkan Bilqis di pangkuannya.


'Awas saja, sudah mengganggu malam pertama aku,' kata William sambil berjalan ke arah pintu.


***

__ADS_1


Siapa tuh yang membunyikan bel kamar William? Apa benar malam pertama William akan terganggu? Atau malah lancar jaya tanpa hambatan? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga.


__ADS_2