Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Ciuman Jarak Jauh


__ADS_3

     Saat makan malam tiba Yusuf menanti kedatangan Zulaikha. Namun, yang ditunggu-tunggu tidak datang juga sampai acara makan malam selesai.


"Zulaikha, ke mana, ya? Kenapa dia tidak datang untuk makan malam?" gumam Yusuf sangat pelan.


     Dilihatnya Asiah yang anteng bermain bersama Abah Taha. Dia juga merasa heran karena putrinya itu tidak merengek padanya untuk menelepon Zulaikha. Biasanya tidak bertemu sehari saja dia akan menangis menanyakan Mama Zulaikha.


     Yusuf melihat ponsel miliknya. Tidak ada pesan atau panggilan tak terjawab di sana. Hal ini membuat dia menjadi tidak tenang. Bayang-bayang Zulaikha di culik dan dibunuh oleh laki-laki bernama Qorun, langsung terlintas dalam pikirannya.


'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah lindungilah Zulaikha di mana pun dia berada.' Yusuf melapalkan doa untuk gadis nakalnya itu.


     Hati Yusuf masih tidak tenang karena belum mendapat kabar dari si perawan penggoda. Unggahan di sosial media miliknya juga tidak ada foto terbaru miliknya, masih sama seperti kemarin. Foto dia bersama Asiah saat mereka menghabiskan waktu bersama.


     Akhirnya, Yusuf pun menghubungi Zulaikha karena sudah tidak tahan lagi. Dia ketakutan kalau telah terjadi sesuatu pada perawan penguasa hatinya saat ini.


[Assalamualaikum.]


"Wa'alaikumsalam. Zulaikha, sekarang kamu sedang berada di mana?"


[Di apartemen, Om. Ada apa?]


"Kenapa kamu tidak datang untuk makan malam?"


[Aku kebetulan makan malam diluar tadi.]


"Jam berapa kamu pulang ke apartemen, tadi?"


[Aku nggak lihat jam, Om. Hanya saja begitu aku pulang langsung mandi. Saat ini baru saja selesai. Bahkan aku belum pakai baju. Jadi kira-kira beberapa menit yang lalu lah.]


     Otak Yusuf kena bisikan setan. Membayangkan tubuh Zulaikha tanpa baju. Dia bisa membayangkannya karena pernah melihat gadis itu dalam keadaan polos.


"Astaghfirullahal'adzim. Buang pikiran kotor kamu itu, Yusuf! Kamu tidak boleh memikirkannya. Haram! Haram!" ucap Yusuf tanpa dia ketahui kalau Zulaikha bisa mendengar kata-katanya ini. Si gadis nakalnya itu malah tersenyum senang.


[Om!]


"Ah, iya. Kamu harus cepat istirahat dan jangan begadang. Besok masih ada ujian 'kan?"


[Iya. Kalau gitu aku minta transferan energinya, dong. Om!]


"Transfer energi? Bagaimana caranya?"


[Ciuman jauh. Muach! Muach!]

__ADS_1


     Yusuf malah malu sendiri mendengarnya. Tanpa dia sadar wajah sampai telinga dia memerah. Lalu bagaimana dia akan membalas ciumannya itu.


"Kamu itu selalu berbuat dan meminta yang aneh."


[Om, nggak mau kasih aku ciuman jarak jauh? Apa Om maunya ciuman langsung saja?]


     Yusuf rasanya ingin membungkus gadisnya itu saking gemesnya. Bukanya dia tidak suka, hanya saja saat ini dia belum boleh melakukan hal itu padanya.


"Selamat malam, Zulaikha. Semoga mimpi yang indah. Muach!"


     Saking malunya Yusuf langsung cepat-cepat menutup panggilan telepon itu. Jantung dia berdetak kencang. Wajahnya terasa panas, tapi bibirnya menyunggingkan senyumannya yang lebar. Dulu dia sering melakuakan itu dengan Aisha, tetapi tidak seperti ini. Rasanya berbeda.


"Zulaikha, kamu membuatku seperti orang gila," gumam Yusuf.


     Hajar sejak tadi berdiri tidak jauh dari Yusuf. Jadi, dia bisa mendengar kata-kata yang diucapkan oleh putranya itu.


'Apa kamu sangat mencintai gadis pilihan kamu itu, Nak?' 


'Kamu kayak anak-anak remaja yang lagi jatuh cinta.'


'Semoga saja dia itu wanita yang pantas untukmu.'


***


     Zulaikha sesaat diam terpaku setelah mendengarkan kalimat terakhir dari sang pujaan hati sebelum dia memutuskan panggilannya. Dia merasakan ada ribuan kupu-kupu di dalam perutnya. Bahkan dia merasa kalau tubuhnya terasa melayang.


"Aaaaakh! Om ... kenapa? Kenapa teleponnya langsung di tutup?" pekik Zulaikha.


"Aku ingin mendengarkan itu sekali lagi!" teriak Zulaikha senang. Dia berguling-guling di atas kasur, yang masih memakai kimono handuknya.


***


     Pagi harinya Zulaikha bangun kesiangan. Bahkan dia sholat Subuh pun hampir jam 06.30 saat matahari sudah setinggi tombak. 


"Ini gara-gara ciuman jarak jauh si Om. Aku jadi nggak bisa tidur," gerutu Zulaikha malah menyalahkan orang lain. Padahal itu permintaannya sendiri.


"Hei, Nona! Mau sampai kapan kamu di dalam kamar," teriak Yunus di depan pintu kamar Zulaikha.


"Berisik aku belum mandi!"


"Emangnya kamu baru bangun tidur?" tanya Yunus masih dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Iya! Jangan ganggu lagi. Aku mau mandi." Zulaikha membalas dengan berteriak.


***


    Akibat dari kesiangan Zulaikha tidak sarapan di tempat Yusuf. Bahkan dia pun kena omelan Yunus karena mereka hampir terlambat mengikuti ujian.


     Yusuf sendiri sejak tadi menghubungi Zulaikha, tetapi tidak diangkat olehnya. Dia mengira kalau Zulaikha sudah berangkat duluan. Sehingga dia berangkat bersama Asiah terlebih dahulu.


"Tunggu! Tolong tahan pintu liftnya!" teriak Zulaikha saat dia dan Yunus hendak berangkat ke sekolah dengan waktu yang hampir menunjukan jam 07.15 ada sisa 15 menit lagi sampai waktu ujian dimulai.


     Seorang lelaki paruh baya menahan pintu liftnya. Di dalam sana ada Abah Taha, Mang Sholeh, dan Hajar. Tanpa Zulaikha tahu kalau mereka adalah keluarganya Yusuf.


"Terima kasih," ucap Zulaikha.


"Kamu kesiangan, Nak?" tanya Hajar.


"Iya, Bu." Zulaikha menjawab diiringi senyuman.


"Apa dia kekasih kamu?" tanya Hajar dengan berbisik sambil melirik ke arah Yunus.


"Bukan, Bu. Dia itu saudara jauh yang menumpang di tempat aku," jawab Zulaikha.


"Kasihan sekali," balas Hajar dengan tatapan iba.


"Iya, Bu. Makanya aku tampung dia, kasihan," lanjut Zulaikha dengan melirik ke arah Yunus yang sedang memasang wajah kesal.


'Rasakan! Karena kamu tidak membangunkan aku.' kata Zulaikha dalam hatinya.


'Awas kamu, Zulaikha!' gerutu Yunus dalam hati.


"Siapa nama kamu, Nak?" tanya Hajar.


"Zulaikha, Bu," jawab Zulaikha dengan senyum manisnya.


"Nama yang cantik. Secantik orangnya." Zulaikha merasa melambung tinggi di puji oleh orang lain.


Abah Taha terkejut saat mendengar gadis itu mengenalkan namanya dengan Zulaikha.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2