
"Assalamu'alaikum," salam Yusuf.
"Wa'alaikumsalam," balas Hajar dan Asiah bersama.
Saat Yusuf pulang ke apartemen, Ibu dan putrinya sedang menonton televisi sambil tiduran. Sementara itu, Abah Taha sedang dipijat kakinya oleh Mang Sholeh di ruang kerjanya.
"Bu, ada yang mau Yusuf bicarakan," kata Yusuf mengawali pembicaraan dengan wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
"Apa itu, Nak?" tanya Hajar sambil bangun dari rebahannya.
"Bu, masih ingat nggak? Kalau beberapa hari yang lalu, Yusuf pernah bilang ingin mencari ibu bagi Asiah," tanya Yusuf pada Hajar.
"Tentu saja ibu masih ingat. Kenapa? Apa gadis itu menolak kamu? Atau kamu berubah pikiran?" tanya ibu dengan beruntun.
"Setelah Yunus melakukan istikharah, hati ini malah condong kepada gadis yang lain. Dan kebetulan gadis itu juga menyukai Yusuf," jawab Yusuf.
"Bagus itu, kalau kalian saling menyukai," balas ibunya Yusuf.
"Alhamdulillah, Bu. Yusuf baru menyadari kalau punya perasaan padanya, ketika dia menjaga jarak atau tidak peduli pada Yusuf lagi. Selain itu Asiah juga sangat menyukainya. Dan Yusuf berkeinginan untuk meminang dia. Atau kalau nggak yang penting mengikat dia terlebih dahulu," jawab Yusuf.
__ADS_1
Hajar tersenyum kepada anak semata wayangnya. Kemudian disentuh wajah putra kesayangannya itu.
"Carilah wanita minimal seperti Aisha. Kalau bisa lebih banyak cari baik dari menantu Mama, itu."
"Aku tidak bisa menyamakan Zulaikha dengan Aisha. Mereka berdua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi, yang Yusuf harapkan dalam mencari pasangan adalah sama-sama mengharapkan kebagian di dunia dan akhirat. Aisha bukan Zulaikha, begitu juga sebaliknya, Zulaikha bukan Aisha. Aisha punya tempat khusus di hati Yusuf. Begitu juga dengan Zulaikha."
***
Pembicaraan Yusuf dan Hajar terhenti saat Abah Taha dan Mang Sholeh ikut bergabung di ruangan keluarga. Obrolan mereka berubah menjadi membicarakan tentang pembangunan masjid di kampung. Dari sana Yusuf merambat ke pernikahan secara agama.
"Sebaiknya kalau mau menikah secara agama dahulu itu, tetap hadirkan orang tua dan keluarga dari pihak laki-laki maupun wanita," jelas Abah Taha.
"Itu karena orang tuanya tinggal jauh dari luar negeri dan keimanan mereka juga berbeda. Yusuf takut kita berdua jatuh pada gelimang dosa zina."
"Bagus kalau kamu ingin langsung menghalalkan gadis itu, Abah sangat setuju!" tukas Abah Taha dengan senyum di wajah teduhnya.
"Kenapa kamu buru-buru sekali ingin menikahinya?" tanya Hajar karena dia masih mengharapkan menantu seperti Aisha.
"Karena .... Yusuf adalah laki-laki yang normal, Bu," kata Yusuf dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Wah, siapa gadis itu? Ibu ingin bertemu dengannya!" ujar Hajar dengan senyum jahil menggoda putranya.
"Nanti dia akan ke sini," balas Yusuf.
***
Untuk bertemu dengan calon mertuanya, maka Zulaikha benar-benar mempersiapkan dirinya. Dia mandi luluran, creambath, dan gosok gigi. Dia ingin tampil sempurna di hadapan Ibunya Yusuf, agar mudah lolos jadi calon menantunya.
Wajahnya juga diberikan sentuhan makeup natural. Mata bengkaknya sudah tidak terlihat. Baju yang dia pakai juga berupa dress di bawah selutut dengan lengan sampai siku. rambut dihiasi oleh bando mutiara.
"Jangan gugup Zulaikha! Kamu sudah cantik ... sudah wangi dan sudah pastinya si Om juga akan mendukung kamu!" kata Zulaikha bermonolog di depan kaca.
***
Teman-teman, aku mengucapkan. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI.
Taqabalallahu Minna wa minkum shiyamana wa syiamakum. Minal Aidzin Wal Faidzin.
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin.