Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Postingan


__ADS_3

     Sarapan sudah disiapkan oleh Yusuf dan Asiah juga sedang duduk manis di kursi meja makan. Hanya Zulaikha yang belum ada di sana.


"Itu anak ke mana? Kenapa jam segini belum juga datang?" gumam Yusuf sambil melihat arloji di tangannya.


"Sayang, kamu makan dulu, ya! Ayah mau panggilkan Kak Zulaikha, dulu." Yusuf pun pergi mendatangi apartemen milik Zulaikha.


     Bel pintu berbunyi saat Yunus baru menyelesaikan sarapannya. Dilihatnya siapa yang sudah membunyikan bel di pagi hari. 


"Si Duda sepertinya mencari kamu," ucap Yunus sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Tumben kenapa tidak langsung masuk seperti biasanya?" gumam Zulaikha beranjak dari kursinya.


"Aku mengganti nomor kode pintu ini dengan tanggal pertemuan pertama kita," ujar Yunus.


"Kenapa kamu mengganti kode pintu tanpa sepengetahuan aku?" tanya Zulaikha membalikkan badannya menghadap Yunus.


"Itu baru saja ganti dan akan memberitahu kamu setelah selesai sarapan," jawab Yunus.


"Kamu jangan bertindak seenaknya!" teriak Zulaikha dengan kesal.


"Kamu ingin keberadaan aku di sini diketahui olehnya? Aku sih, nggak masalah," tukas Yunus dengan senyum miringnya.


     Zulaikha berjalan kembali ke arah pintu dengan langkah dihentak-hentakan karena kesal. Dia pun membuka pintu hanya sebagian, takut Yusuf bisa melihat Yunus yang ada di dalam.


"Eh, Om. Ada apa?" tanya Zulaikha.

__ADS_1


"Ayo, sarapan!" ajak Yusuf dengan senyum tipis.


"Aku baru saja selesai sarapan, Om." Zulaikha secara tidak langsung menolak ajakan si duda beranak satu itu.


     Senyum milik Yusuf langsung hilang. Dia merasa tidak suka saat Zulaikha menolak ajakan sarapannya.


"Kamu tidak berbohong 'kan?" tanya Ayahnya Asiah.


"Aku benaran sudah sarapan, Om. Perasaan aku sudah bilang kalau aku nggak akan makan di tempat Om, lagi deh?" Zulaikha melihat ada perubahan dari raut wajah tetangganya itu.


"Kamu sedang tidak berusaha menghindari aku 'kan?" tanya Yusuf lagi.


     Zulaikha mau jujur nanti takut Yusuf akan menjauhinya dan menjauhkan Asiah darinya. Dikarenakan takut terseret bahaya jika terus masih dekat atau berhubungan dekat dengannya. Jika, dia berbohong. Maka dosanya akan semakin bertambah.


"Kamu itu masih sekolah. Pikirkan saja sekolahmu agar bisa lulus dengan nilai memuaskan," balas Yusuf sambil terkekeh geli dan satu sentilan di kening Zulaikha.


"Om selalu melihat aku seperti anak remaja yang baru gede. Padahal usia aku ini sudah bisa di ajak buat anak, loh Om." Zulaikha mendelik dengan kesal.


"Zulaikha! Aku tidak suka kamu bicara seperti itu. Kamu jangan merendahkan harga diri kamu karena napsu sesaat," ujar Yusuf dengan nada tinggi. Dia ingin menyadarkan Zulaikha, bahwa harga dirinya sebagai seorang perempuan yang memiliki martabat wanita terhormat.


"Itu karena Om selalu memandang aku sebagai anak kecil? Aku ingin membuktikan kalau aku ini bukan bocah lagi!"


"Bukan dengan begitu caranya. Aku yakin suatu hari kamu akan menjadi gadis dewasa. Dan carilah laki-laki yang—" Yusuf tidak melanjutkan lagi kata-katanya. Dia merasa tidak rela jika Zulaikha akan bergelayut manja pada laki-laki lain.


"Apa? Kenapa tidak dilanjutkan?" Tantang Zulaikha.

__ADS_1


"Saat ini kamu masih bocah, jangan terlalu berpikiran lebih jauh," balas Yusuf.


"Kenapa nggak jujur saja Om. Bilang kalau aku itu adalah anak yang patut dikasihani, gadis lemah dan memprihatinkan karena tidak punya siapa-siapa di dekatnya!" 


     Zulaikha tadi subuh melihat status yang dibuat oleh Yusuf di media sosialnya. Sebenarnya, itu dibuat 3 bulan yang lalu. Saat di menulis kata 'Aku rindu padamu!' yang ditujukan untuk istrinya. Namun, teman-temannya malah banyak yang bergurau. Mereka tahu kalau ada anak gadis berseragam OSIS yang selalu mengejar-ngejar dan menggoda Yusuf. Kemudian, memberikan komentar 'Apakah rindu pada si Gadis OSIS berinisial Z?' dan banyak menanggapi chat itu. Dikarenakan malah semakin banyak teman yang menggodanya dan demi menjaga perasaan istrinya. Yusuf menjelaskan siapa itu Zulaikha.


Ternyata postingan itu masih saja jadi bahan bercandaan teman-temannya sampai sekarang. Sementara Zulaikha baru tahu akan adanya postingan itu, dia tidak melihat tanggal kapan itu dibuat karena terlanjur sakit hati di jadikan bahan candaan oleh Yusuf dan teman-temannya.


"Kamu kenapa lagi? Apa lagi datang bulan? Mood kamu sering berubah-ubah belakangan ini. Semenjak ...." Yusuf tidak mau menambah lagi masalah dengan Zulaikha.


"Aku tahu, kamu berbuat dan berkata seperti ini pasti ada sebabnya. Katakan apa itu? Kalau aku salah aku akan meminta maaf," ucap Yusuf dengan lembut.


"Aku benci, Om! Kenapa aku harus jatuh cinta sama, Om. Kayak nggak ada laki-laki lain. Aku mau move on dari Om. Aku akan pergi jauh!"


Mendengar Zulaikha ingin pergi menjauh darinya Yusuf merasa ada tombak yang menancap di hatinya. Keberadaan gadis nakal ini sudah memberikan pengaruh besar dalam hidupnya, bukan dalam hidup putrinya saja.


"Jangan pergi!" ucap Yusuf tanpa dia sadari air matanya jatuh. Dia merasakan hatinya sakit seperti saat Aisha meninggal. Dia tidak suka perasaan seperti ini. Ditinggalkan oleh orang yang mencintainya.


"Om, kenapa menangis?" Zulaikha menyeka air mata Yusuf.


Yusuf memeluk erat tubuh Zulaikha dan berkata, "Jangan pernah pergi meninggalkan aku!"


***


Komentar ya, aku nulis sambil ngantuk karena semalaman nggak bisa tidur. Aku belum tidur karena seharian kemarin aku tidur terus. Bangun hanya sholat dan ngetik sebentar tidur lagi. Otak aku merasa blank ini nyambung nggak sih ceritanya dengan bab kemarin.

__ADS_1


__ADS_2