
Mendengar langsung dari mulut Sarah alasan Yusuf dipecat, membuat Bilqis merasa sakit hati. Dia berpikir apa salahnya kalau Yusuf mencintai Zulaikha dan memutuskan menikah dengannya? Kenapa Kakaknya Sarah sampai harus membuat Yusuf kehilangan pekerjaan karena menolak cinta adiknya?
Meski hati Bilqis merasa kecewa karena kini Yusuf menambatkan hatinya pada gadis OSIS itu. Itu juga tidak membuat dirinya benci kepada Yusuf atau Zulaikha. Mungkin itu memang sudah jodohnya. Dulu dia sempat marah dan kecewa kepada keluarganya, dikarenakan menolak Yusuf dan memaksa harus menerima Samiri sebagai calon suaminya. Kalau Yusuf ditakdirkan menjadi jodohnya, pastinya seberat apapun rintangan yang mereka hadapi dulu, tidak akan mudah berpaling darinya. Bilqis juga mulai menerima takdir yang terjadi padanya. Mungkin Yusuf bukan jodoh yang Allah berikan untuknya karena akan ada laki-laki yang lebih baik dari Yusuf untuknya.
Takdir itu misteri dan hanya Tuhan yang tahu. Mungkin saja jodoh yang kita cari jauh-jauh itu ternyata dekat dengan kita. Atau sebaliknya, jodoh kita berada di belahan bumi yang lain. Sehingga kita harus mencarinya.
Bilqis mendengarkan curhatan Sarah. Apa yang sedang atasannya itu rasakan? Cerita dia yang berkeliling mencari Yusuf dan kabar tentangnya yang hampir 2 minggu ini bak di telan bumi. Menginginkan laki-laki itu untuk kembali bekerja padanya.
"Mungkin Pak Yusuf sudah mendapat pekerjaan baru dan pindah dari apartemen itu," kata Bilqis setelah Sarah selesai berbicara.
"Aku akan ajak dia kembali lagi ke sini," ujar Sarah sambil mengelap ingus yang keluar karena menangis terus.
"Kalau dia tidak mau, Bu Sarah jangan memaksanya. Nanti, dia menjadi nggak respek lagi sama Ibu," balas Bilqis.
"Aku sungguh-sungguh sangat mencintai dia. Sejak awal bertemu dengannya, aku langsung suka sama dia," ucap Sarah yang masih menghapus air matanya.
"Maaf, Bu. Ini sudah waktunya saya kembali bekerja karena akan ada pertemuan penting dengan jajaran direksi. Apa Bu Sarah juga ikut dalam pertemuan ini?" Bilqis berdiri dari sofa yang sejak tadi dia duduki.
***
William mendatangi Fatih. Dia meminta cucunya itu untuk membebaskan Rayyan dari hukuman kurungan rumah.
"Apa kamu tidak terlalu keras memberikan hukuman pada putra bungsunya Mentari," ucap William.
"Tidak Kakek Willi, ini masih dalam tahap wajar hukumannya dibandingkan dengan masa depan anak itu," balas Yusuf.
"Raya itu anak yang pintar hanya perlu diberi tahu kalau hal itu jangan dilakukan. Maka dia mengerti," kata William.
"Bukan sekali dua kali, aku dan Mentari memberi tahu batasan antara wanita dan laki-laki. Sudah berulang kali kami menasehati. Namun, Raya masih saja melakukan itu. Hal yang kemarin itu sudah bukan hal yang wajar dilakukan oleh seorang anak kecil," ujar Fatih.
"Dia begitu meniru kamu," seloroh William.
__ADS_1
"Aku dan Mentari pernah memperlihatkan ciuman seperti itu di depan anak-anak. Raya melihat itu saat di Amerika kemarin. Entah apa yang dia pikirkan saat melihat hal itu," bantah Fatih.
"Sepertinya benar, kalau Raya harus dinikahkan dengan gadis itu," kata William sambil tersenyum sedangkan Fatih melotot.
"Kakek Willi! Kamu bicara apa? Bocah bau kencur begitu dinikahkan! Yang benar saja, yang ada nanti aku dipanggil KPAI karena menikahkan bocah balita," teriak Fatih.
"Apa kamu tahu apa yang Raya katakan kemarin kepada aku?" William tersenyum puas saat Fatih memalingkan mukanya. Dia tahu kalau cucunya itu sedang cemburu karena dia berhasil merebut kembali hati si bungsu.
"Dia bilang mau ikut aku ke Amerika dan bawa juga Asiah," lanjut si Duda Bule.
"Kamu lakukan itu. Aku ubrak-abrik perusahaan milik kamu Kakek!" ancam Fatih.
"Kurangi masa hukuman Raya! Atau aku beneran akan bawa bocah itu ke Amerika," ucap William memberikan peringatan.
Fatih hanya menyeringai lalu berkata, "Lihat harga saham perusahaan milikmu besok Kakek!"
"Ayo, kita lihat kemampuan hacker siapa yang lebih hebat!" tantang William.
"Sayang?"
"Baby?"
Kedua laki-laki dewasa itu terkejut dengan kedatangan Mentari yang membawa paper bag yang berisi kotak makan siang. Wanita berjilbab itu berjalan dengan anggun menuju sofa.
"Aku boleh ikutan 'kan. Aku mau menyewa seorang hacker milik Kak Alex untuk melawan kalian berdua," ucap Mentari.
"Bolehkan suamiku?" tanya Mentari sambil mencium punggung tangan Fatih.
"Tidak boleh," jawab Fatih sambil memeluk tubuh istrinya dan mencium keningnya.
William hanya berdecih dan memalingkan mukanya. Meski sudah bertahun-tahun dan merelakan mantan kekasih sekaligus mantan istrinya itu kepada cucunya, tetap saja rasa sakit dan cemburu itu masih ada.
__ADS_1
***
Beberapa waktu sebelumnya ....
Sesuai janji kepada Asiah, Yusuf langsung menjemput putrinya itu begitu sampai Jakarta. Dia mendatangi kediaman Fatih dan di sambut oleh Mentari.
"Assalamu'alaikum," salam Yusuf.
"Wa'alaikumsalam," jawab Mentari.
"Ayah!" teriak Asiah dan berlari ke dalam pelukan laki-laki dewasa yang berdiri di depan pintu.
"Ayah Yusuf mana Kak Zulaikha?" tanya Raihan mencari sosok itu di belakang Yusuf.
"Sedang di rumah. Karena Kakek dan Nenek juga ikut ke Jakarta," jawab Yusuf.
"Kakek Yahya dan Nenek Hajar?" tanya Asiah ragu.
"Iya. Mereka sekarang sedang bersama Grandpa dan Grandma di rumah," jawab Yusuf.
"Asiah mau pulang! Sudah rindu semua orang," pinta gadis kecil itu.
"Bunda, boleh tidak Asiah pamitan pada Raya?" tanya Asiah kepada Mentari.
"I–Itu ...."
***
Bertengkarnya Fatih dan William harga saham taruhannya 😁😁😁 Presiden Direktur Vs Komisaris. Tetap saja bertekuk lutut di hadapan ibu rumah tangga 🤣🤣🤣. Apa Raya benar-benar akan keluar dari tahanan rumah? (karena Asiah masih di rumahnya jadi tahanan kamar dulu). Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih semangat dengan Kasih aku Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga ya Kakak, itu gratis Nggak bayar loh 🤭.
Sambil menunggu Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Cus ke karyanya seru loh Ceritanya.
__ADS_1