Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kenapa Sakit Sekali Rasanya!


__ADS_3

     Zulaikha mengerutkan keningnya. Telah terjadi kesalahpahaman di antar mereka.


"Bukan begitu, Om. Mulai sekarang aku harus membiasakan diri lagi makan di rumah sendiri. Nggak enak dong, nanti kalau ada Bu Bilqis di tempat Om. Jadi, lebih baik kalau mulai sekarang aku jaga jarak dengan laki-laki calon suami orang," kata Zulaikha menyindir Yusuf.


"Bukannya kamu bilang kemarin nggak akan pernah menyerah sebelum ijab qobul terucap," balas Yusuf dengan nada balasan seperti Zulaikha.


"Setelah dipikir-pikir lagi, ngapain juga aku mengejar-ngejar laki-laki yang nggak cinta sama aku apalagi laki-laki itu sudah menyukai wanita lain. Kayak nggak ada pria lainnya lagi di dunia ini," lanjut Zulaikha.


     Yusuf merasa tersayat hatinya mendengar perkataan Zulaikha barusan. Wajah dan senyuman menggoda milik Zulaikha juga tidak nampak di wajahnya. Justru kini terkesan dingin dan tak peduli padanya. Yusuf tidak menyukai ini. Dia ingin melihat Zulaikha yang biasanya. Gadis labil yang senang menggoda dan bawel setiap bertemu. Anak perawan yang tidak tahu malu selalu menempel dan bilang cinta padanya.


"Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Yusuf dengan tatapan menyelidik.


"Tidak. Saat ini aku mau fokus pada sesuatu dulu," jawab Zulaikha.


"Jangan bohong! Aku melihatmu sedang berciuman dengan seorang laki-laki di sekolahmu kemarin!" Suara Yusuf meninggi satu oktaf dari yang biasanya lemah lembut nadanya saat bicara.


     Zulaikha membelalakkan matanya saking terkejut. Dia merasa tidak pernah berciuman kecuali semalam.


"Om, bicara apa? Kapan aku berciuman? Asal Om tahu, semalam itu ciuman pertama aku!" balas Zulaikha dengan sedikit emosi.


     Yunus yang berdiri di balik pintu terkejut saat mengetahui kejadian yang membuat muka Zulaikha semalam berubah merah.

__ADS_1


'Oh, jadi gara-gara berciuman dengan si Om, muka dia merah seperti itu,' kata batin Yunus.


"Aku, melihat dengan mata kepala aku sendiri saat kamu dan dia berciuman di halaman sekolah saat aku mau mengantarkan bekal makan siang milik kamu," tukas Yusuf.


     Yunus dan Zulaikha langsung mengingat kejadian di halaman saat kelilipan.


'Ini si Om, sudah salah paham,' batin Zulaikha dan Yunus bersamaan.


"Sepertinya Om salah paham, deh! Kemarin itu mata aku kelilipan dan .... Aku rasa ini bukan urusan Om. Mau aku punya pacar atau enggak. Mau ciuman sama siapapun itu bukan urusan Om," ujar Zulaikha sambil melipatkan tangannya di dada.


     Tanpa mereka sadari kalau sejak tadi Asiah menyaksikan pertengkaran mereka berdua. Bagi Asiah ini pertama kalinya dia menyaksikan orang-orang yang di sayangi olehnya bertengkar. Kalau kemarin dia hanya tahu saat Zulaikha pergi dengan wajah masam, tidak menyaksikan secara langsung.


     Yusuf dan Zulaikha lupa akan keberadaan Asiah yang sejak tadi ada di sana. Keduanya beristighfar karena sudah memperlihatkan sesuatu yang pantas di hadapan anak kecil.


"Asiah, maafkan Mama. Ma—" Zulaikha belum selesai bicara sudah dipotong oleh Yusuf.


"Asiah, Ayah minta maaf. Kalau barusan membuat kamu sedih. Tapi, Ayah tidak bertengkar kok sama Kak Zulaikha," kata Yusuf yang berjongkok di depan putrinya.


"Ayah barusan itu namanya bertengkar. Ayah tidak biasanya seperti itu sama Mama Zulaikha," balas Asiah.


     Yusuf menarik napas dan menghembuskan perlahan. Kemudian dia berdiri dan menatap Zulaikha.

__ADS_1


"Aku minta maaf, kalau perkataan aku tadi memancing emosi kamu. Itu semua hak kamu. Kamu boleh melakukan apapun yang kamu suka. Aku tidak punya hak untuk melarang." Yusuf mengatakan itu dengan hati yang terluka.


     Begitu juga dengan Zulaikha. Dia merasa hatinya sakit. Saat orang yang dicintai olehnya bilang secara tidak langsung nggak mau peduli lagi padanya.


     Keduanya saling beradu pandang. Dari tatapan mereka tersirat rasa sakit karena terluka yang tidak mengeluarkan darah.


     Zulaikha yang sudah tidak bisa menahan tangisnya langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya. Dia jatuh terduduk bersandar di balik pintu. Menangis histeris dan sejadi-jadinya. Bahkan Yusuf bisa mendengar sayup-sayup suara tangis itu.


     Yunus yang melihat majikannya menangis seperti itu, merasa kasihan.


"Kamu harus kuat. Ini salah satu cara untuk melindungi mereka. Jangan sampai orang itu mengincar juga orang yang kamu sayangi," kata Yunus dengan pelan.


"Sakit ...! Kenapa sakit sekali rasanya," ucap Zulaikha memegang dadanya.


"Bertahanlah sampai kita bisa menyingkirkan dia dari hidup kamu." Yunus berjongkok di depan Zulaikha dan membelai lembut kepalanya.


"Sampai kapan aku harus bertahan?" tanya Zulaikha dengan berlinang air mata. Dia tidak suka dengan situasinya sekarang. Harus menjauh dari orang-orang yang dia cintai.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2