
Yusuf mencoba menghubungi Bilqis, tetapi panggilannya tidak di jawab. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengirim pesan permintaan maafnya karena menyalahi janji untuk datang ke rumah orang tua Bilqis. Dia menyebutkan alasan kenapa sampai tidak jadi datang dan baru bisa menghubunginya.
"Ya Allah, apakah ini jawaban dari shalat istikharah aku?" Yusuf bertanya-tanya.
Dia melihat Asiah yang sedang tertidur pulas. Dibelainya kepala putrinya itu dengan penuh sayang. Yusuf baru sadar kalau Asiah juga harus dilibatkan dalam mencari calon ibunya. Meski anaknya itu sayang kepada Bilqis, tetapi jauh lebih sayang kepada Zulaikha. Menyebabkan dirinya tidak mau kehilangan si gadis nakal itu.
***
Yunus sudah memperingatkan Zulaikha. Kalau Yusuf dan Asiah sudah diketahui sebagai orang yang selalu berada di dekatnya oleh Qorun. Dari pantauan kamera rahasia, Yunus beberapa kali menangkap sosok Qorun. Hal yang dia takutkan adalah lawannya ini ikut menempati salah satu apartemen di gedung ini.
Meski tempat ini termasuk apartemen mewah. Ada kemungkinan Qorun bisa menyewa salah satunya untuk beberapa waktu saja.
"Aku harus cari tempat yang kira-kira tidak bisa dijangkau oleh Qorun. Apakah ada tempat seperti itu, ya?" gumam Yunus.
Sementara itu, Zulaikha sedang tidur dengan nyenyak setelah tadi Yusuf memintanya untuk selalu berada di dekat Asiah. Otak pas-pasan miliknya mengira kalau dirinya akan menjadikan istri oleh Yusuf. Padahal maksud Yusuf agar Zulaikha tidak pergi menjauh atau menjauhi Asiah.
***
Yusuf melakuakan shalat istikharah kembali malam ini. Dia meminta segala sesuatunya di permudahkan dan lancar. Apapun hasilnya nanti itu merupakan hal yang terbaik baginya juga bagi Asiah.
Saat Yusuf baru saja menyelesaikan sholat malam. Ada pesan masuk dari Bilqis dan Zulaikha hampir bersamaan. Yusuf membuka pesan dari Bilqis terlebih dahulu.
[Wa'alaikumsalam. Maaf, Pak. Semalam sepertinya saya sudah tertidur. Saya memahami alasan Bapak tidak jadi datang ke rumah. Lalu apa sekarang Asiah baik-baik saja?]
__ADS_1
Yusuf pun membuka pesan dari Zulaikha.
[Assalammualaikum, Om ganteng calon imam aku. Doakan aku dalam setiap sujudmu, ya! Agar aku kelak bisa menjadi istri sholeha yang bisa mendampingi Om, seumur hidupku. Bisa menjadi ibu yang baik bagi Asiah. Jangan lupa ya, Om! Doa-nya. Terima kasih sudah memilih aku agar selalu berada di dekat kalian. Salam cinta dari gadis perawanmu.]
Yusuf tercengang membaca pesan dari Zulaikha. Kemudian dia memijat pelipisnya yang mendadak merasa sakit.
"Ini anak perawan, kayaknya salah menangkap maksud perkataan aku semalam," gumam Yusuf.
***
Untuk pertama kalinya Zulaikha melakukan sholat malam. Barusan dia menelepon Bintang dan menanyakan sholat untuk meminta jodoh. Dia ingin berdoa agar bisa berjodoh dengan Yusuf. Setelah melakukan sholat tahajud, dia melakukan sholat hajat. Dia meminta kepada Sang pemberi jodoh, agar menjodohkan Yuauf dengan dirinya bukan dengan Bilqis.
Meski pemahaman agama Zulaikha masih sangat sedikit dan memerlukan banyak belajar. Dia tahu kalau ada takdir yang bisa diubah dengan doa. Malam ini dia berdoa dengan sungguh-sungguh, agar Yusuf menjadi jodohnya.
***
"Ya Allah jadikanlah aku yang terbaik baginya. Begitu juga dengan dia merupakan yang terbaik bagiku," ucap Bilqis dalam lantunan doanya.
Panggilan tak terjawab dan pesan dari Yusuf yang belum sempat dibuka karena dirinya sudah tidur semalam. Dia senang saat tahu alasan kenapa tidak jadi datang ke rumah. Padahal dia semalam sempat berpikir yang enggak-enggak.
***
Pagi-pagi seperti biasa Yusuf membuat sarapan. Asiah sudah bisa menyiapkan keperluannya yang akan dia bawa ke sekolah.
__ADS_1
"Ayah, kata si Kembar aku bisa ikut pulang dan bermain di rumah mereka, asal dimintakan izin dulu sama Ayah pada Bu Hawa. Apa itu benar?" tanya Asiah.
"Kenapa? Asiah ingin bermain di rumah si kembar hari ini?" Yusuf malah balik bertanya.
"Soalnya di sekolah nggak menyenangkan kalau nggak ada si Kembar," jawab Asiah.
"Bukannya selama ini kamu selalu betah di sekolah?" Yusuf penasaran alasan putrinya.
"Karena sekarang nggak ada Bu Bilqis di sekolah," balas Asiah.
"Kalau Bu Bilqis jadi ibu sambung Asiah, apa mau?" tanya Yusuf untuk memastikan keinginan Asiah.
"Kalau Bu Bilqis jadi ibu sambung berarti akan ikut tinggal bersama kita?" tanya Asiah dan mendapat anggukan kepala dari Yusuf.
"Itu artinya nanti Mama Zulaikha, tidak boleh ke sini lagi, ya? Asiah juga sangat sayang sama Mama Zulaikha," ucap si gadis kecil sambil memasang wajah sendu.
"Tentu saja bisa. Mama Zulaikha bebas mau datang ke sini dan main bersama kamu nanti. Nggak akan berubah, Ayah nggak akan melarang kalian bertemu dan bermain bersama," balas sang Ayah.
"Asal Asiah dan Mama Zulaikha bisa selalu bersama. Asiah tidak mau jika Mama Zulaikha pergi dan tidak mau bersama Asiah lagi karena ada Bu Bilqis di sini," ucap putri semata wayang Yusuf.
Yusuf jadi galau, dia takutnya Zulaikha yang akan pergi meninggalkan mereka karena marah dan kecewa padanya. Dia harus bisa mengambil keputusan untuk masa depan keluarganya.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.