
Pagi harinya William dan Bilqis di sibukkan dengan ketiga bocah perempuan itu. Keduanya hanya pasrah belum bisa bermesraan karena anak-anak kecil itu ingin mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk adik bayi mereka.
"Daddy, cepat!" titah Rania sambil menarik tangan William.
"Iya, Sayang. Ini juga jalannya sudah cepat," balas William sambil mengikuti bocah kecil itu.
"Kita lari!" ajak Rania.
"Tidak boleh berlari di lorong atau di kawasan rumah sakit, Sayang." William masih dengan sabar berjalan sambil dituntun putrinya Fatih.
'Hari-hari menyenangkan sebagai pengantin baru, kapan bisa aku rasakan?' gumam William dalam hati.
Bilqis hanya tersenyum simpul saat dilihatnya William yang sesekali meliriknya. Dia tahu apa yang ada dalam pikiran suaminya. Apalagi saat dini hari ketika William mengajak dirinya pindah ke kamar lainnya, Rania terbangun. Hasilnya, mereka gagal total mau memadu kasih. Apalagi anak-anak yang lain bangun tidur sebelum adzan Subuh berkumandang.
***
William mengantarkan dulu Rania dan Chelsea ke ruangan Bintang. Mereka begitu semangat melihat adik kecil yang kini sedang dimandikan oleh Cantika.
Setelah itu baru mengantarkan Asiah ke ruang rawat Zulaikha yang berada di sampingnya. Ada Aurora dan Khalid yang menemani Zulaikha di sana. Sementara Yusuf, sedang mengambil perlengkapan bayi.
__ADS_1
"Mama," panggil Asiah dan berlari memeluk Zulaikha.
"Eh, Asiah Sayang. Sama siapa ke sini?" tanya Zulaikha.
"Sama Daddy dan Mommy Bilqis," jawab Asiah sambil menunjuk William dan Bilqis yang sedang mencium tangan Aurora dan Khalid secara bergantian.
"Uncle Willi, terima kasih sudah mau mengantarkan Asiah ke sini," ucap Zulaikha dengan senyum manisnya.
"Bukan hanya mengantar ke sini. Kami berdua sudah menjaga anak kamu itu dari semalam," balas William dengan memasang wajah jutek pada Zulaikha.
"Maaf … maaf. Sudah mengganggu acara malam indah kalian," ujar Zulaikha sambil tertawa.
"Awas kalau nanti kalian kirim bocah-bocah itu lagi," bisik William dan malah membuat Zulaikha tertawa.
***
Saat masuk ke dalam apartemen itu Bilqis sangat terkejut. Semua yang ada di sana terasa baru. Bahkan dia merasa baru pertama kali datang ke sana.
"Bagaimana, Bunny? Apa kamu suka?" tanya William dengan lembut.
__ADS_1
"Ya, Mas. Suka … sangat suka," jawab Bilqis dengan berkaca-kaca. Apalagi melihat foto dirinya terpampang dengan jelas karena ukurannya yang sangat besar.
"Kita memulai kisah kita di sini. Aku ingin tempat ini dipenuhi kenangan aku dan kamu," ucap William dengan lembut. Bilqis pun mengangguk.
Siang pertama mereka setelah gagal semalam mereguk indahnya surga dunia. Kini dapat terbayar tunai. Apalagi kenyataan kalau Bilqis masih perawan, membuat William senang. Bilqis juga merasa bangga karena bisa memjaga kesucian dan kehormatan dirinya sebagai perempuan.
Kegiatan mereka di mulai setelah Dzuhur dan berakhir saat Ashar. Dilanjutkan dengan mandi bersama dan sholat berjamaah. Memasak bersama dengan menu yang sederhana karena mereka berencana ingin makan malam romantis.
Senyum kebahagiaan keduanya tidak pudar. Semua alat komunikasi dimatikan, tidak ingin diganggu. Terserah dunia luar sedang heboh dengan kejadian apa, yang penting bagi mereka dunia-nya terasa indah.
"Bunny, kita berangkat honeymoon besok," kata William ketika mereka pulang makan malam romantis.
"Apa tidak bisa ditangguhkan waktunya sampai minggu depan, Mas?" tanya Bilqis.
"Aku inginnya besok kita sudah meninggalkan Indonesia," jawab William.
"Mas, tidak suka tinggal di sini?" tanya Bilqis dengan nada sendu.
"Bukan begitu, Bunny. Aku merasakan firasat yang buruk saja," balas William dengan lemah.
__ADS_1
***
Akhirnya, si Kakek Willi belah duren juga! Tambah bahagia karena ternyata Bilqis masih di segel 🙈🙈. Apakah mereka akan jadi pergi honeymoon? Firasat apa yang akan terjadi yang dirasakan oleh William? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Mumpung hari Senin 😁😁.