Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Berat Badan


__ADS_3

     Untung tubuh Langit lebih tinggi dari Yusuf sehingga dia bisa menggendongnya. Sementara Aria, dia memanggul tubuh Baggy yang besar. Zulaikha hanya mengikuti di samping Langit.


"Langit," panggil Zulaikha.


"Apa?" tanya Langit.


"Itu tubuh si Om berat nggak?" tanya Zulaikha lagi.


"Lumayan ...," jawab Langit.


"Jadi, nggak berat kan?" tanya Zulaikha senang.


"Emangnya kenapa dengan berat badan Om Yusuf?" tanya Langit merasa heran.


"Kira-kira aku bisa menggendongnya tidak, ya?" Zulaikha balik bertanya.


"Kamu mau coba?" tanya Langit dan Zulaikha mengangguk. 


    Di mata Zulaikha, Langit menggendong Yusuf seperti ringan. Makanya dia penasaran. Nanti juga siapa tahu akan mendapat pujian dari sang kekasih karena sudah menggendongnya.


"Iya." Zulaikha mengangguk.


     Langit pun menurunkan, kemudian menyerahkan Yusuf pada Zulaikha. Dengan senang hati Zulaikha mau mengambil alih duda kesayangannya.


"Hati-hati loh!" Langit mengingatkan.


"Iya, tentu saja. Karena ini tubuh berarti milik kekasihku. Masa depan aku juga," balas Zulaikha.


"Siap-siap!" Langit memberi aba-aba dan Zulaikha pun hendak mengangkat kedua kaki Yusuf.


"Hup! Aduk pinggang aku!" Zulaikha hampir nyungsep karena berat badan milik Yusuf.


"Langit! Ini berat banget! Apanya yang lumayan?" Zulaikha menggerutu dengan mimik wajah kesal.


"Bagi aku lumayan ... berat, loh!" balas Langit.

__ADS_1


"Nih gendong lagi, si Om. Berat banget badannya," kata Zulaikha tanpa tahu kalau Yusuf sudah mulai sadar.


"Kayaknya bukan aku yang perlu meringankan berat badan, tapi si Om deh, kayaknya," ujar Zulaikha lagi.


    Saat Langit hendak menggendong kembali, dia melihat Yusuf sudah mulai sayup-sayup matanya antara mau lanjut tidur atau bangun. Maka Langit memilih berdiri dulu. Membiarkan duda beranak satu itu mengumpulkan nyawanya.


"Om Yusuf, sudah sadar?" tanya Langit.


    Mendengar ucapan Langit, Zulaikha jadi penasaran. Maka, dia pun melihat ke arah Yusuf.


"Om, akhirnya sadar juga!" Zulaikha langsung memeluk tubuh calon suaminya.


"Zul, kamu jangan main peluk-peluk. Atau aku laporkan pada Asiah," kata Bintang yang baru saja sampai di sana.


"Bintang!" Zulaikha melepaskan pelukannya pada Yusuf dan beralih memeluk Bintang.


     Yusuf yang belum bisa memulihkan tenaganya. Hampir saja nyungsep lagi, jika tidak di tahan oleh Langit.


"Dasar si Zul anak ceroboh! Kalau calon suaminya kenapa-kenapa, gimana? Pastinya nangis kejer-kejer!" 


     Bintang juga merasa sangat senang karena melihat temannya selamat. Kedua anak gadis itu saling berpelukan dengan tangis haru.


"Tapi, kamu hebat bisa bertahan tidak sampai tertangkap olehnya," puji Bintang.


"Tentu saja aku ini hebat. Nona Zulaikha, gitu loh," kata Zulaikha mulai sombong di hadapan Bintang.


"Tapi masih jauh hebat aku deh, kayaknya. Aku kan sudah berhasil mengalahkan musuh sampai tidak berdaya," balas Bintang sambil tertawa senang. Zulaikha hanya mendengus sebal. Mau protes juga itu emang kenyataannya.


    Perhatian Zulaikha pun beralih pada Yusuf. Senyum bahagia langsung tercipta di wajah Zulaikha. Dia pun kembali berlari ke arah sang pujaan hati. Lalu memeluknya erat.


"Akhirnya, Om sadar juga!" ucap Zulaikha.


"Ya, aku tersadar saat tubuh aku hampir jatuh dan kamu menggerutu kalau berat badan aku berat dan meminta aku untuk diet," ucap Yusuf.


'Astaghfirullahal'adzim. Zulaikha apa sudah kamu lakukan tadi! Bisa-bisanya kamu menggerutu di depan orangnya langsung,' batin Zulaikha meronta-ronta karena malu.

__ADS_1


"Aku yakin si Zulaikha lagi merutuki dirinya sendiri," kata Langit kepada Bintang.


"Emangnya kenapa?" tanya Bintang dan Langit pun menceritakan kejadian tadi.


"Rayu, Zul. Kamu harus buat Om Yusuf luluh dan memaafkan kamu," ucap Bintang masih dengan terkekeh.


Yusuf sebenarnya tidak marah. Dia malah ingin gantian menjahili Zulaikha.


***


Buggy dan Oliver sudah dibawa oleh pihak kepolisian. Mereka pun dipasangkan borgol di tangan dan kakinya. Keduanya kini sudah dalam keadaan sadar.


"Apa kali ini kita akan lolos dari jerat hukum?" tanya Buggy.


"Sepertinya akan sulit. Karena keluarga Andersson juga ikut terlibat. Pastinya mereka akan mengorek kita sampai ke akar-akarnya," jawab Oliver.


"Kita pasrah saja kalau begitu," kata Buggy.


"Ya. Hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan kita," ucap Oliver.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku, nih. Ceritanya bagus dan seru deh. Aku juga sudah baca. Yuk kepoin karyanya.


Author: Eet Wahyuni Shandi


Judul: The Relm Of Cultivation


Blurb :


Bagaimana rasanya, jika kamu hidup dalam dunia fantasy dari novel yang kamu buat sendiri?


Ya! Itulah yang dialami oleh Ryana Zhang. Seorang author wanita dari dunia modern dan masuk ke tahun 775 dalam tubuh Zhang Rui, yang menjadi tokoh sampah dan paling sial dalam novelnya sendiri. Dia harus berjuang untuk memutar alur cerita agar bisa selamat dari kejamnya dunia budidaya di novel yang dia beri judul 'The Realm Of Cultivation' sebuah novel fantasy yang menuai banyak hujatan.

__ADS_1


Bagaimana cara Ryana Zhang menyusun kembali alur kehidupan di novel miliknya itu?


Lalu, apakah dia bisa pulang ke dunia modern untuk kembali me-revisi novel 'The Realm Of Cultivation' yang banyak mendapat hujatan pembacanya?


__ADS_2