Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Perburuan Dimulai


__ADS_3

     Kedua sejoli itu kini jalan beriringan sambil bergandengan tangan. Senyum manis kadang mereka saling lempar. Sambil menikmati malam hari yang sepi. Tidak tahu kalau di tempat lain ada banyak orang yang sedang kalang kabut mengkhawatirkan keadaan mereka.


"Aaaaakh!" Tiba-tiba saja Zulaikha berteriak.


"Ada apa?" tanya Yusuf panik karena kekasihnya itu tiba-tiba saja berteriak.


"Kenapa harus ada undang-undang pernikahan minimal sembilan belas tahun! Padahal zaman dulu umur tiga belas tahun saja bisa menikah." Zulaikha sungguh sangat kesal.


"Itu karena pemerintah merasa kasihan kepada warganya. Zaman sekarang banyak sekali rentan terjadi kematian pada ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Jadi, kita harus mengikuti apa yang sudah diatur oleh Pemerintah."


"Tapi 'kan lebih baik kalau usia baligh sudah bisa menikah. Daripada pada zina. Hamil di luar nikah. Lebih berisiko mana?"


"Makanya diperlukan ilmu agama. Agar kita terjaga dari perbuatan dosa. Kayak kita sekarang ini!" Yusuf mengangkat tangan yang sedang dipegang oleh Zulaikha.


     Maka dengan cepat Zulaikha melepaskan tangannya. Dia tersenyum malu.


"Om, beberapa bulan lagi kita akan menikah. Jadi nggak apa-apa, dong. Itu kan cuma pegang sedikit," kata Zulaikha dengan seringai menghiasi wajahnya.


"Apa kamu tahu Zulaikha. Selama dekat dan bersentuhan dengan kamu. Hasrat dalam diriku selalu terusik. Kadang aku kalah oleh napsu sendiri. Menyentuh kamu, memeluk tubuh kamu, atau mencium bibir kamu. Aku selalu ingin melakukannya. Saat iman aku lemah, maka hal itu terjadi. Lupa akan dosa yang ada hanya menuruti hawa napsu mencari kepuasan. Kamu sering membuat aku harus menahan diri."


"Apa benar di mata Om, aku ini begitu menggoda? Karena berapa kali usaha yang aku lakukan untuk menggoda Om itu kayaknya tidak berhasil. Terus kata teman-teman aku katanya kalau menyukai seseorang itu selalu kebawa mimpi. Apa itu benar?" Zulaikha menanyakan sesuatu yang malah membuat Yusuf malu.


"Apa kamu ingin tahu?" Yusuf balik bertanya. Gadis itu pun mengangguk. Maka Yusuf pun membisikan jawabannya seolah tidak ada yang boleh mendengar.


    Zulaikha menatap laki-laki yang sudah melamarnya itu. Dia sangat malu karena dia suka memancing dan menggoda sang duda beranak satu ini. Dia tidak menyangka kalau kelakuannya itu bisa membuat pujaan hatinya kesusahan. Dia pun menutup mukanya dan berjalan dengan cepat meninggal si duda.


"Hei, Sayang ...!" Goda Yusuf sengaja agar gadis nakal itu semakin malu.


"Om, jangan panggil-panggil aku! Aku sangat malu. Besok saja kalau aku sudah tidak malu, panggil Sayang-nya!" teriak Zulaikha masih berjalan cepat. Sementara Yusuf malah tertawa terkekeh.


***


     Bintang melaju ke arah titik bernama Zulaikha dan Yusuf. Titik itu bergerak meski pelan. Dia pun senang karena itu menandakan mereka masih hidup. Entah dalam keadaan baik-baik saja atau terluka. Itu sudah membuatnya senang.


[Bintang! Cepat cari keberadaan Zulaikha! Laki-laki yang bersamanya itu adalah Oliver. Pamannya yang ingin membunuh Zulaikha.]


"Iya, Langit. Ini juga aku sedang menuju ke sana. Yunus dalam keadaan terluka dan tidak sadarkan diri."


[Apa? Di mana dia sekarang?]


"Sedang bersama Michael. Aku sudah meminta tim keselamatan untuk datang."


[Bintang, percepat laju kamu! Oliver masih hidup dan dia sudah dekat dengan Zulaikha dan Om Yusuf.]


"Bukannya Zulaikha dari tadi bersama Oliver?"


[Tidak tahu! Titik nama Oliver tadi diam tidak bergerak sementara titik Zulaikha dan Om Yusuf bergerak. Sepertinya mereka berhasil kabur tadi. Kini titik Oliver semakin mendekati mereka berdua.]


"Baiklah." Bintang pun semakin kencang melajukan motornya seperti orang yang kesurupan.


***

__ADS_1


     Oliver, tadi dia berhasil melompat ke luar sebelum mobil menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang. Hanya saja dia pingsan karena kepalanya membentur tanah di bahu jalan. Setelah sadar dia pun berjalan ke arah yang sama dengan Yusuf dan Zulaikha.


     Sudah berjalan jauh dia tidak menemukan siapapun. Sampai dari arah belakangnya ada suara klakson mobil. Lampu mobil yang menyilaukan matanya tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.


"Oliver!" seru panggil orang yang ada di dalam mobil.


"Buggy!" Senyum lebar kini menghiasi wajahnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu tidak datang-datang?" tanya laki-laki yang sudah menepikan mobilnya.


"Terjadi sebuah insiden. Sehingga mereka berhasil kabur," jawab Oliver sambil masuk ke dalam mobil.


"Jadi, mereka berhasil kabur?"


"Ya. Karena aku tidak menemukan mayatnya sepanjang aku berjalan tadi."


"Baiklah kita cari mereka!"


***


     Yusuf kini gantian yang menggoda Zulaikha. Dia pun tertawa terkekeh karena tingkah Zulaikha yang malu-malu.


"Mana Zulaikha yang aku kenal suka menggoda itu?" 


"Sudah dong, Om. Jangan goda aku lagi. Aku menyerah. Terserah Om, deh. Nanti kalau kita sudah menikah. Aku akan pasrah," kata Zulaikha.


"Kamu itu bicara selalu ambigu, deh. Nanti pikiran orang lain malah yang nggak-nggak lagi, tentang apa yang sedang kita bicarakan," balas Yusuf.


"Terserah mereka saja deh."


"Om, kayaknya ada mobil yang mendekat kemari."


"Mana?"


"Itu!"


Dor!


      Yusuf pun langsung mendorong Zulaikha ke pinggir jalan. Keduanya pun jatuh terduduk saat sebuah peluru meluncur dan mengenai batang pohon yang tidak jauh dari mereka.


"Musuh?"


"Iya. Ayo kita lari!" Yusuf menarik tangan Zulaikha dan masuk ke dalam hutan. Keduanya berlari masuk lebih ke dalam hutan.


"Om, kenapa kita berlari ke dalam hutan?" tanya Zulaikha sambil terus berlari menahan sakit di lututnya.


"Karena hanya di dalam hutan kita bisa bersembunyi. Kalau di jalan kita tidak bisa lari dari mereka yang mengendarai pakai mobil," jawab Yusuf.


    Yusuf dan Zulaikha bersembunyi di dekat semak belukar. Napas mereka putus-putus.


***

__ADS_1


    Oliver dan Buggy turun dari mobil mereka. Keduanya memegang pistol dan memasuki hutan. Keduanya menerka-nerka jalan yang sudah dilalui oleh Zulaikha.


     Bintang yang hampir bersamaan sampai di sana. Dia pun menembakan tembakan cahaya di atas hutan. Sehingga cahaya itu menyinari hutan itu. Orang-orang yang berada di dalam hutan sangat terkejut karena hutan tiba-tiba terang. 


     Bintang pun bisa melihat Oliver dan Buggy sedang berdiri sambil menengadah karena  cahaya yang tiba-tiba berpendar di asan. Bintang pun melesatkan tembakannya ke arah Oliver dan Buggy.


Dor! Dor!


"Mereka memakai baju anti peluru rupanya," kata Bintang bermonolog.


     Oliver dan Buggy pun mengalihkan perhatiannya kepada arah Bintang yang masih berdiri di bibir hutan. Lalu mereka pun menembakan peluru ke arah anak perempuan Alex.


Dor!


Dor!


    Bintang bisa menghindari 2 tembakan dari 2 orang itu. Dia juga menembak balik mereka. Kini semua orang saling bersembunyi satu sama lain.


     Yusuf dan Zulaikha yang bersembunyi di semak-semak mendengar dengan jelas suara tembakan yang saling balas membalas.


"Om, apa bantuan untuk kita sudah datang?" tanya Zulaikha dengan berbisik.


"Mungkin saja!" jawab Yusuf.


"Zul! Bersembunyi di tempat yang aman. Jangan keluar selangkah pun. Diam di sana sampai semua berakhir!" perintah Bintang dengan suaranya yang nyaring.


"Om, itu Bintang!" pekik Zulaikha senang. Yusuf langsung menutup mulutnya agar tidak bicara lagi.


"Diamlah! Bintang bilang jangan keluar." Yusuf bicara dengan berbisik.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.


Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha. Yuk baca karya teman aku. Ceritanya nggak kalah seru. Rekomen banget buat kakak baca. Kepoin novelnya ya.


Author: ippiiieee


Judul: Dosen Tampan Pemikat


Blurb:


Aldo Alexander seorang siswa kelas 12 SMA, jatuh cinta kepada gurunya sendiri Vega Aprillia guru Fisika.


Sosok Aldo yang tampan dan sedikit jail, membuat Aldo dikenal sebagai siswa yang somplak diantara teman-temannya.


Vega Aprillia adalah guru Fisika yang baru di sekolah Aldo.


Aldo sangat membenci pelajaran Fisika, setiap Vega datang ke kelasnya, Aldo selalu membuat kegaduhan, sehingga membuat Vega dibuat pusing bukan kepalang, namun siapa sangka Aldo justru jatuh cinta kepada guru Fisikanya itu.


Apakah Vega akan menerima cinta dari sang murid? Mengingat Vega sudah memiliki seorang tunangan?

__ADS_1


Akankah cinta Aldo bisa tersampaikan kepada gurunya?


Ikuti yuk kisah mereka yang pastinya bikin ngakak dan romantis...


__ADS_2