Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kencan 2 Tahun yang Lalu


__ADS_3

Asiah sudah tidak sabar menanti datangnya hari wisuda Rayyan dan kedua saudara lainnya. Dia dan keluarganya juga akan datang ke Kanada.


"Sabar Asiah, ada dua Minggu lagi," gumamnya sambil melihat kalender di meja belajarnya.


Dia pun membuka folder yang berisi foto dirinya dan Rayyan saat mereka tidak sengaja bertemu di Amerika saat liburan 2 tahun yang lalu. Diam-diam mereka pun pergi berkencan ala anak muda di sana. Waktu itu Asiah bilang ingin pergi menonton bioskop film yang sedang ramai dibicarakan kedua orang tuanya. Baik Yusuf maupun Zulaikha tidak bisa menemani Asiah pergi ke bioskop karena Yusuf harus membantu mengurus perusahaan Clive, dan Zulaikha mengurus Papinya yang sedang sakit waktu itu. Jadinya, Asiah di antar oleh sopir ke bioskop.


Flashback on.


Dua tahun yang lalu ...


Asiah tampil cantik dengan setelan tunik dan jilbab pasmina. Tas kecil tempat dompet dan handphone, juga mukena parasit yang mudah dibawa kemana-mana. Wajahnya dia poles dengan bedak bayi dan bibirnya diberi *lip balm* rasa *strawberry*.


Kencan hari ke-1 ....


Begitu Asiah turun dari mobil, dia langsung berlari menuju tempat janjian dengan sang pujaan hati. Asiah melihat ke sekeliling tidak dilihatnya ada sosok yang kemarin sudah membuat janji dengannya.



Tiba-tiba ada yang menutup matanya dari arah belakang. Asiah bisa menghirup wangi parfum yang menyegarkan. Seperti wangi orang yang kemarin memeluknya dengan erat. Jadi, dia tahu betul wanginya sekarang.


"Ra–ya?" Asiah menyebut namanya.


"Kamu, lama sekali," bisik Rayyan di dekat telinga Asiah.


Gadis berjilbab itu pun membalikan badannya. Dilihatnya wajah campuran yang selalu dia sebut namanya dalam doa.


"Kangen!" Dipeluknya tubuh pemuda yang kini sudah jauh melebihi tingginya.


"Aku, juga." Rayyan membalas pelukan kekasihnya.


"Aa, ke sini sama siapa?" tanya Asiah sambil melihat ke sekeliling.


"Sendiri. Bisa gawat nanti kalau Ian dan Rain juga ikut," jawab Rayyan.


"Kenapa?" tanya Asiah.


"Sebaiknya kita masuk ke dalam dulu. Keburu banyak orang." Rayyan menggandeng tangan Asiah dan masuk ke dalam ruang yang banyak kursinya.

__ADS_1


Muka Asiah langsung memerah saat melihat banyak orang bermesraan di sana. Rayyan memesan tiket kelas VVIP yang berbeda tempat. Kursi yang nyaman, dan tidak akan terganggu oleh orang lain.



Meski sudah tahu bagaimana gaya hidup orang barat. Namun, Asiah tetap saja terkejut dan malu saat melihat dua pasang manusia sedang bercumbu.


'Apa nanti kita juga akan seperti itu?' tanya Asiah dalam hatinya.


'Tidak ... tidak! Raya dan aku sudah berjanji tidak akan melewati batas lagi.' Asiah menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rayyan tersenyum geli melihat tingkah kekasihnya. Dia tahu apa yang ada di otak Asiah saat ini. Jiwa jahilnya pun bangkit lagi. Setelah sekian lama tertidur.


"Asiah, Sayang. Kalau kamu mau, kita bisa melakukannya juga," kata Rayyan sambil berbisik dengan mesra.


"Tidak! Kita tidak boleh berciuman," tolak Asiah.


"Berciuman?" tanya Rayyan pura-pura tidak mengerti.


Asiah terdiam sejenak. Dia kembali mengingat-ingat lagi apa yang sudah dibicarakan oleh kekasihnya itu. Mukanya langsung merah lagi karena Rayyan tidak pernah bilang berciuman.


"I–tu ...." Asiah menunduk malu dan bingung mau bicara apa.


"Kalau kamu mau, kita bisa makan pop corn ini bersama-sama. Atau kamu mau aku suapi seperti dulu," kata Rayyan sambil menyodorkan pop corn ditangannya ke mulut Asiah.


"Aa~ jahil!" Asiah memukul dada Rayyan saking malunya, tapi tetap saja menerima suapan ke mulutnya.


Kedua remaja itu menghabiskan waktu seharian di mall. Makan siang bersama dan berfoto untuk mengabadikan waktu kebersamaan mereka. Kencan di hari pertama lolos tidak melakukan hal-hal yang mereka anggap melewati batas.


***


Kencan hari ke-2 ....


Rayyan dan Asiah pergi ke taman hiburan. Kalau kemarin kencan dari pagi menjelang siang sampai sore hari. Maka hari ini, mereka kencan saat sore hari menjelang malam.


Taman hiburan adalah salah satu tempat favorit untuk berkencan anak muda. Rayyan dan Asiah juga menaiki wahana di sana. Lagi-lagi kejahilan Rayyan akan suka menggoda Asiah, mengajak gadis itu ke rumah hantu setelah sebelumnya bersenang-senang di rumah cermin.


"A, aku takut. Asiah memeluk erat tubuh Rayyan sambil menyembunyikan wajahnya."

__ADS_1


"Hei, mereka itu bohongan. Masa begini saja takut," ujar Rayyan sambil merangkul tubuh Asiah.


"Aku takut kalau tiba-tiba ada pocong dan kuntilanak muncul. Aku nggak mau melihatnya!" balas Asiah masih menyembunyikan wajahnya di dada Rayyan.


Rayyan tidak bisa menahan tawanya. Saat mendengar ketakutan dari sang kekasih.


"Mana ada pocong dan kuntilanak di Amerika?"


"Bisa saja dia sedang bermain ke sini. Seperti yang dikatakan oleh Rania padaku kemarin."


'Ow, Rania ... kamu sudah berani menjahili calon kakak ipar kamu.'


"Baca ayat kursi, qulhu, Falaq, binmas( Al-Baqarah 255, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)."


"Benar juga, ya." Asiah kini tidak takut lagi.


***


Asiah pun mengajak Rayyan naik komidi putar, dan terakhir pastinya bianglala. Saat malam hari pemandangan kota akan terlihat indah dari atas. lampu-lampu kota yang menyala terlihat seperti lautan bintang.


"Aa, lihat cantik sekali!" Asiah menunjuk ke arah sebuah menara yang menyala warna-warni bergantian warna.


"Bagiku tidak ada yang lebih cantik darimu, Asiah." Rayyan berbisik tepat di belakang tubuh Asiah.


Wajah Asiah merona mendengar gombalan kekasihnya. Dia merasa melambung tinggi saat dipuji oleh Rayyan. Dia pun membalikan badannya dan kini saling berhadapan dengan begitu dekat.


"Aa, jangan terlalu memuji Asiah. Nanti, aku lupa diri," ucap Asiah sambil menatap netra pujaan hati dia.


"Aku ingin tahu lupa diri kamu itu seperti apa?" tantang Rayyan.


Asiah menarik tengkuk Rayyan dan menyatukan bibir mereka. Sebenarnya Asiah dari kemarin sudah menahan diri untuk tidak mencium kekasihnya. Namun, kini dia tidak bisa menahannya lagi.


Seperti biasa bagi Rayyan kalau sudah terlanjur kepalang basah, berenang saja sekalian. Begitu juga dengan saat ini, dia membalas ciuman dari kekasihnya itu. Berapa kali mereka melakukan itu saat kencan malam ini. Jangan tanya Author karena malah malu sendiri.


Flashback off.


***

__ADS_1


πŸ™ˆπŸ™ˆ Asiah kali ini yang nyosor duluan. Semoga saja kedepannya enggak. Bisa tahan godaan setan. Eh, apa godaan Rayyan? Terserah lah. Sebelum aku buat mereka menangis karena ingin cepat kawin 🀣🀣. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan untuk aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat πŸ€—πŸ€—.


__ADS_2