
Perjalanan pulang kali ini terasa sangat menyenangkan bagi semua orang. Apalagi Yusuf yang sudah tidak merasa risau lagi akan pekerjaan nanti. Zulaikha duduk di samping Yusuf, mereka banyak bercerita tanpa merahasiakan sesuatu.
Yusuf juga baru bilang sama Zulaikha semalam, kalau dia itu sudah berhenti dari perusahaan milik keluarga Sarah. Dikarenakan dirinya memilih Zulaikha dari pada pekerjaan di sana. Hal ini membuat Zulaikha menangis terharu karena baru pertama kali ada orang yang rela berkorban masa depannya demi dirinya. Zulaikha pun menyuruh Yusuf untuk masuk ke perusahaan miliknya yang diwariskan dari Kakek pihak ibu, yang kini sedang dijalankan oleh orang-orang kepercayaannya.
Semalaman Zulaikha pun menangis tergugu saat dia mengajukan pertanyaan, "Kenapa Om memilih berhenti bekerja?"
Yusuf pun menjawab, "Aku lebih baik kehilangan pekerjaan di sana, daripada harus melepaskan gadis yang aku dicintai."
Hati Zulaikha merasa sakit karena laki-laki itu mencintai dirinya, dia harus kehilangan mata pencahariannya. Zulaikha pun berjanji akan ridho dan ikhlas berapapun uang nafkah yang akan diberikan oleh Yusuf nanti.
***
"Tidak ada awan berbentuk yang aneh lagi, ya?" Zulaikha melihat ke arah kaca jendela yang menampakan gumpalan-gumpalan awan putih.
"Kamu senang banget melihat bentuk awan yang aneh," balas Yusuf.
"Siapa tahu kejadian kayak dulu terjadi lagi," bisik Zulaikha dan membuat Yusuf tertawa tertahan. Gara-gara awan berbentuk kelinci, bibir mereka beradu dan akhirnya ciuman manis dan romantis pun terjadi.
***
Rayyan bersandar pada Asiah, dan memintanya mengusap-usap lembut kepalanya. Agar dia bisa tidur. Semalam dirinya tidak bisa tidur karena Asiah bilang akan tinggal bersama Neneknya di kampung setelah Ayahnya menikah dengan Zulaikha.
"Raya tidur?" Raihan melihat kembarannya yang sudah memejamkan matanya.
"Iya, dia bilang semalam tidak bisa tidur," balas Asiah.
__ADS_1
"Jadi, beneran kamu akan tinggal bersama Nenek kamu nanti setelah Ayah Yusuf menikah?" tanya Raihan.
"Iya. Kata Ayah setelah menikah dengan Mama Zulaikha, mereka akan pergi beberapa waktu dan aku akan tinggal bersama Nenek," jawab Asiah.
"Lalu kamu akan pindah sekolah lagi?" tanya Raihan.
"Ayah nggak bilang aku akan pindah sekolah. Justru Mama Zulaikha dan Ayah bilang nanti setelah mereka menikah kita akan tinggal di rumah besar milik Mama Zulaikha," balas Asiah.
"Oh, mungkinkah Ayah Yusuf dan Kak Zulaikha mau pergi honeymoon!" pekik Raihan.
"Honeymoon itu apa?" tanya Asiah dengan tatapan penasaran.
"Honeymoon itu pengantin pergi liburan ke tempat-tempat yang indah dan menginap di hotel. Aku dan Raya juga sering ikut Ayah dan Bunda pergi honeymoon. Tiap tahun mereka merayakan hari pernikahan dan pergi honeymoon. Hanya saja tahun ini kita tidak diajak. Eh, Opa dan Oma membawa aku dan Raya pergi berlibur ke Eropa." Raihan mengingat-ingat lagi.
"Kalau gitu aku juga boleh ikut Ayah pergi honeymoon?" tanya Asiah.
"Asik ...! Apa kalian juga akan ikut?" tanya Asiah antusias.
"Kapan mereka pergi? Karena bisa saja jadwalnya kita sudah masuk ke sekolah," ucap Raihan.
"Katanya kalau Mama Zulaikha sudah lulus sekolah. Saat ini belum diumumkan hari kelulusannya." Asiah bicara masih tetap setia mengelus kepala Rayyan.
Kedua bocah itu pun bicara ngalor-ngidul, sampai Rayyan terbangun dari tidurnya. Dia terganggu karena bahu Asiah bergerak-gerak karena tertawa.
"Ada apa, sih? Kenapa kalian tertawa?" tanya Rayyan.
__ADS_1
"Asiah bilang dia dulu sering berenang di sungai bersama teman-temannya," jawab Raihan.
"Oh, kayak anak-anak di kampungnya Nenek Mirna dan Abah," ujar Rayyan. (Adakah yang ingat siapa Mirna 😁)
"Oh, iya. Kita sudah lama nggak main ke sana," ucap Raihan.
"Apa kalian juga pernah berenang di sungai?" tanya Asiah.
"Pernah," jawab Rayyan dan Raihan bersamaan.
"Kalau gitu, bagaimana kalau nanti kalian ikut aku ke kampung? Di sana kita berenang di sungai bersama teman-teman aku yang lainnya." Asiah memberikan sebuah ide dan tentu saja mereka berdua setuju.
***
Zulaikha mendengarkan pembicaraan ketiga bocah itu. Di mana mereka akan ikut ke kampung halaman Yusuf.
'Gawat! Kalau mereka akan juga ikut ke sana,' gerutu Zulaikha dalam hatinya.
'Aku harus menghentikan agar si Kembar nggak ikut. Bagaimana caranya, ya?' Zulaikha berpikir.
'Tante Mentari! Ya, aku harus meminta bantuan dia agar bocah-bocah tengil itu nggak mengganggu agenda yang sudah aku susun selama di kampungnya Om Yusuf.' Zulaikha pun tersenyum senang.
***
Akan kah Zulaikha berhasil menghentikan si Kembar? Secara mereka sudah kebelet mau main di sungai bersama Asiah. Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan buat aku. Kasih aku Like, Komentar, Bunga, Vote. Agar semakin semangat up date. 😁😁
__ADS_1
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku. Yuk kepoin ceritanya karena nggak kalah bagus loh.