
"Apa aku bisa memercayaimu?" tanya Raja Gerald memicingkan mata.
"Tentu, Yang Mulia. Bahkan Joseph, sang kepala laboratorium pun mengetahui kedekatan saya dengan mendiang Louis." Dave memberi penjelasan agar sang Raja percaya padanya.
"Menteri sumber daya, apa yang kau ketahui tentang penelitian Louis? Sehingga kau datang membawaku dan mempertemukanku dengan Tuan Dave?" tanya sang Raja.
"Hamba hanya tahu jika semua hasil penelitian Tuan Louis tertimbun reruntuhan gunung saat terjadi gempa, pada awalnya. Namun, tiba-tiba Tuan Dave lah yang menemui saya, dia mengatakan jika tuan Louis masih memiliki tempat untuk menyembunyikan hasil penelitiannya. Jadi, saya tahu ini semua dari Tuan Dave," jelas sang Menteri.
"Begitu? Baiklah!" Sang Raja mengangguk-angguk, walau begitu ia tetap harus curiga, karena bagaimanapun juga menteri sumber daya ini akrab dengan menteri yang lainnya. Dimana tiga menteri yang dianggap memiliki kedudukan tertinggi merupakan paman dari Raja Gerald. Yakni, menteri ekonomi dan keuangan, Menteri pertahanan, juga Menteri hukum dan keamanan.
Ketiga menteri itulah yang paling vokal dalam menentang kerajaan.
Namun pihak kerajaan tidak memiliki wewenang untuk mengganti para menteri, karena yang berwenang untuk memilih menteri adalah para perdana menteri. Sementara perdana menteri yang di Raisilian, semuanya dipilih oleh rakyat.
Meski menteri sumber daya bukan termasuk golongan penentang Raja, namun tetap saja Raja Gerald perlu berhati-hati terhadap mereka.
"Yang Mulia, hamba hanya perlu tahu dimana tempat tuan Louis menyembunyikan penelitiannya yang lain. Karena saya juga membutuhkan sebagian data penelitian saya di sana," ujar Dave di sela-sela lamunan sang Raja.
"Jadi kau sebenarnya tidak tahu di mana tempatnya? Lantas, dari mana kau tau paman Louis punya tempat persembunyian lain?"
__ADS_1
"Tuan Louis sendiri yang bilang, jika penelitian saya bersamanya disimpan di laboratoriumnya yang lain, bukan di lereng gunung. Namun pada saat itu, sayang sekali saya tidak bisa menanyakannya di mana letaknya," jawab Dave lagi.
"Dia hanya menunjukkan ini pada saya." Dave menyerahkan sebuah gambar dari kertas berwarna putih kekuningan. Kertas itu cukup lebar namun dilipat agar terlihat lebih kecil dan masuk dalam saku.
Garis-garis lipatan pada kertas itu sudah cukup tegas dan berwarna kecoklatan. Sepertinya, kertas itu sudah seringkali dibuka oleh pemiliknya.
"Tuan Louis menyerahkan kertas berisikan gambar itu pada saya." Dave berkata lagi.
Raja menerimanya dan mengamati dengan seksama gambar tersebut.
Sebuah simbol berbentuk lingkaran yang terbelah menjadi dua. Lalu terdapat tulisan kecil dengan huruf-huruf yang tak ia kenali, juga angka 69 yang bersebelahan.
"Rasanya aku pernah melihat simbol ini, Antony," ujar Raja Gerald pada Antony yang juga ikut melihat gambar tersebut di sampingnya.
Tok tok tok
"Siapa yang berani bertamu saat aku sedang menerima tamu?" geram Raja Gerald.
"Biar hamba memeriksanya, Yang Mulia," jawab Antony sambil melangkah menuju ke arah pintu.
__ADS_1
Cklek
Terlihat Antony pun sedang berbincang dengan penjaga ruang pribadi Raja Gerald di luar. Lalu ia tiba-tiba masuk sambil memegang sesuatu dalam tanganya.
"Apa itu Antony?" tanya Raja penasaran.
"Surat untuk Yang Mulia," jawab Antony menyerahkan sebuah amplop putih berstempel resmi dari salah satu daerah Raisilian.
"Perdana menteri Arshville? Apa yang ingin dia sampaikan secara resmi begini?"
*
Bersambung ...
Teman-teman disclaimer dulu ya, sebelum kalian bertanya-tanya. Jadi di kerajaan Raisilian ini, tatanannya berbeda dengan negara kita maupun negara-negara lainnya yang ada di dunia ini. Jadi jangan kalian sama-samakan, ya.
Walau begitu, tetap saja, saya menjadikan sistem pemerintahan di beberapa negara di dunia sebagai referensi. Hanya saja, setelah saya padukan, hasilnya berbeda jauh dengan yang ada di dunia. Apalagi dengan kerajaan Angling Dharma, yes! Hehehe.
Terima kasih sudah mau menunggu setelah seharian kemarin saya mogok up. Hasil polling di instagram saya kemarin, membuat saya semangat lagi untuk up hari ini. Terima kasih, ya!
__ADS_1
Buat yang belum follow ig saya, bisa dicek ya, di @kak.ofa
Terima kasih ...!