
“Gerald, kamu ada di mana?” Ibu suri datang mencari raja Gerald.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan adalah keahlian seorang pecundang. Menyerang seseorang yang lebih lemah bukanlah sifat ksatria. Tapi … apakah penjahat memedulikan hal itu?
Menteri Garfield yang sedang menahan sakit di ulu hati akibat serangan dari Antony langsung melihat peluang dengan datangnya Ibu suri Paula.
Dia segera bangkit, berlari dengan cepat dan meraih ibu suri Paula yang ada di dekatnya.
“Yang Mulia ibu suri, awas!”
Bug!
Sebuah pukulan dari telapak tangan menteri Garfield mengenai ibu suri. Pukulan yang mengandung tenaga dalam namun orang biasa, memberikan hasil yang cukup fatal.
Ahk!
“Yang Mulia ibu suri!” teriak Antony histeris.
“Kurang ajar!” Antony mengejar menteri Garfield dan berusaha membalasnya. Namun ia melompat melalui jendela istana lantai empat.
__ADS_1
“Antony … tolong …!” Antony urung mengejar pecundang yang tengah melarikan diri, ia memilih untuk segera menolong ibu suri yang sedang kritis.
“Yang Mulia, anda baik-baik saja?” Antony langsung memangku kepala ibu suri.
“Penjaga! Panggil tim medis, yang lain panggil Yang Mulia Raja!” titah Antony.
Menteri Garfield yang berlari ternyata bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menemui sang raja dan menyempurnakan keinginannya.
“Gerald! Mulai hari ini, berakhirlah panggilan Yang Mulia untuk dirimu!” geram sang menteri dengan dendam meletup-letup.
Keinginannya untuk menguasai Raisilian ia rasa harus dipenuhi. Dirinya berpikir jika Raisilian akan menjadi kerajaan yang lebih baik di bawah kepemimpinannya.
“Noirland dengan mudah aku taklukan dengan segala hasutanku! Melalui Sofi, aku bisa dengan mudah mengendalikan Jeremy, si raja bodoh itu. Jika Raisilian sangat sulit untuk ditaklukan dengan cara yang lembut maka aku akan menggunakan caraku sendiri dan menyerang Raisilian sampai habis tak bersisa!” Sang menteri pun tertawa terbahak-bahak.
“Jika aku yang kau cari? Maka ke marilah!” Raja Gerald langsung memasang posisi bertarung yang telah ia pelajari selama di Yorksland. Meski tak sebaik pangeran Arshlan, namun kemampuan bertarungnya termasuk sebagai urutan 10 petarung terbaik di angkatannya saat itu.
“Anak kecil mau melawanku? Aku tak akan segan lagi! Bersiaplah!” Menteri Garfield memberikan satu serangan pada Yang Mulia raja Gerald.
Raja Gerald berhasil menghindar dan menjadikan tembok di sisinya sebagai korban yang menerima serangan menteri untuk menggantikannya.
__ADS_1
Sang Raja masih waspada, dia melihat betapa dahsyatnya serangan sang menteri dari kerusakan tembok di sampingnya. Hal ini menjadikannya lebih hati-hati karena lawan di depannya tak mudah ditaklukan.
“Kenapa? Kamu takut melihatku? Anak kecil sepertimu lebih pantas bermain video game daripada memimpin sebuah kerajaan!” gertak menteri Garfield dengan mulut buayanya.
Raja Gerald tak gentar. Ia tetap menjernihkan pikirannya tanpa harus termakan oleh bualan dari sang menteri.
“Terimalah ini!” Sang raja membuat sebuah serangan dan mengenai dada menteri Garfield.
Sang menteri pun jatuh tersungkur, beberapa detik ia terdiam, lalu kemudian ia bangun. “Hahahaha!” Dia tertawa terbahak-bahak.
Raja Gerald membelalak melihat serangannya tak berarti apa-apa untuk menteri Garfield. Perbedaan kekuatan yang sangat jauh terlihat jelas pada pertarungan ini. Raja Gerald memang bukanlah ahli dalam pertarungan, namun ia ahli dalam memikirkan strategi.
Sang raja kembali waspada karena menteri Garfield kembali menyerangnya. Dia mencabut tombak yang menjadi pajangan kerajaan. Dengan tombak itu, dia menahan tangan sang menteri agar tak mengenainya.
Kemudian sang menteri mendesak raja Gerald. Tombak yang dibawa sang raja tak menjadi penghalang baginya untuk menyudutkan lawan. Raja Gerald terpukul mundur, namun ia melihat ke bagian atas tangga kerajaan, dan ….
__ADS_1