
"Ini ramuan herbal rumput mandelish dan ginseng hutan untuk pangeran Arshlan." Seorang pelayan berdiri di depan pintu ruang kerja raja Gerald seraya membawa secangkir ramuan.
"Bawalah ke mari," titah raja Gerald yang sedang duduk berhadapan dengan pangeran Arshlan. Mereka berdua sedang berbincang di ruang kerja sang raja dari Raisilian itu.
Pelayan dengan seragam hitam merah itu pun masuk ke ruang kerja raja Gerald dan menyerahkan cangkir berisi ramuan untuk sang pangeran.
"Silakan, Pangeran."
Pangeran Arshlan mengangguk dan mengambil cangkir tersebut. Kemudian dia menghabiskan ramuannya hanya dalam beberapa tegukan.
"Terima kasih," jawab sang pangeran sambil menyerahkan kembali cangkir ramuan tersebut ke atas nampan milik sang pelayan.
Raja Gerald terdiam sejenak, menjeda obrolan mereka sambil menunggu sang pangeran minum ramuan.
"Jadi ... kau akan kembali ke Noirland malam ini?" tanya sang raja memulai kembali percakapan mereka.
__ADS_1
"Iya, sepertinya harus begitu. Ibu suri Paula sudah cukup membaik, tinggal tunggu saja beberapa hari lagi, beliau pasti akan sadarkan diri," jawab pangeran Arshlan.
"Tak apa, aku mengerti. Yang Mulia Ratu Allura sedang membutuhkanmu!" Sang raja mengangguk perlahan.
"Aku hanya bisa membantu sampai di sini, semoga Yang Mulia ibu suri juga lebih cepat untuk sadarkan diri," harap sang pangeran untuk ibunda dari sahabatnya itu.
"Ngomong-ngomong, penyebab adanya energi hitam yang tertanam dalam tubuh ratu Allura adalah energi kiriman. Memangnya, siapa orang yang memusuhi beliau. Menurutku, orang sebaik ratu Allura tidak mungkin memiliki musuh." Raja Gerald mengungkapkan pendapatnya. Lalu sepertinya bukan hanya raja Gerald, hampir semua orang yang mengenal ratu Allura akan merasakan kemustahilan jika ratu Noirland itu memiliki musuh.
Pangeran Arshlan menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak tahu kalau hal itu. Tapi ... jika dilihat, pemberi energi hitam itu mengirimkannya melalui makanan. Karena energi hitam itu bercokol di kerongkongannya, tepatnya di katup epiglotis belakang lidah," papar sang pangeran yang membuat raja semakin mengerutkan dahi sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Dugaan raja Gerald membuat pangeran Arshlan terperangah.
Lalu sang raja Raisilian itu melanjutkan dugaannya. "Bukannya kau dulu pernah bilang, energi hitam itu muncul pada tubuh ratu Allura sekitar sebelas tahun yang lalu. Itu artinya, saat itu putri Estelle sendiri berusia sepuluh tahun. Jika aku tidak salah ingat, putri Estelle bercerita bahwa kasih sayang ayahnya sangat berubah ketika ia berusia sepuluh tahun, yakni ketika kedatangan Emilda dan ibunya ke istana Noirland."
Pangeran Arshlan semakin terperangah. Ia pun mengangguk-anggukkan kepalanya. "Dugaanmu memang ada benarnya. Cukup masuk akal jika seandainya selir Sofi dan anaknya yang tak tau diri itu pelakunya. Mengingat, mereka memang pernah mendalami ilmu tenaga dalam di Yorksland."
__ADS_1
"Ya, kan? Aku juga mau menambahkan seperti itu."
"Iya, karena tidak ada yang bisa menanam energi jahat seperti itu, selain mereka yang memahami teknik bela diri dan pengedalian tenaga dalam dari kerajaan Yorksland."
"Ya, selir Sofi ternyata mantan ninja pembunuh berdarah dingin." Raja Gerald menambahkan informasinya.
"Dan Emilda mengikuti jejak ibunya," imbuh pangeran Arshlan.
"Beruntung mereka sudah mati saja!"
"Mereka memang punya gangguan jiwa."
"Tidak baik kalian berdua mengumpat pada orang yang sudah meninggal, Yang Mulia." Seseorang mengingatkan dan menegur mereka.
Mereka pun kompak menoleh. "Antony! Kau mengagetkan kami!"
__ADS_1