Suamiku Seorang Raja

Suamiku Seorang Raja
Pangeran Arshlan


__ADS_3

Pssss


Pssss


"Yes ... aku berhasil menggembesi mobilnya," ujar putri Estelle kegirangan. Mobil itu terparkir di pinggir jalanan pedesaan yang membelah hutan. Kemudian ia pun kembali mengendap-endap dan berniat untuk sembunyi di dalam hutan.


"Hei! Kau apakan mobilku?"


Deg


Itu bukan suara Putri Emilda. Melainkan suara bas yang terdengar sangat maskulin.


Putri Estelle bergegas lari sambil mengangkat gaunnya. Ia melompati akar-akar pohon yang besar, dan juga batu-batuan yang tersebar di dalam hutan.


Namun, hanya seorang putri Estelle yang tidak pernah berlatih fisik, selain itu memakai gaun kerajaan pula. Mana mungkin ia bisa kabur dari seorang pria yang mengejar-ngejarnya meski secepat mungkin ia berusaha untuk lari.


"Aduduh! Aduh! Aduh!" Putri Estelle merasa ada yang menarik bagian punggung gaunnya sehingga sedikit terangkat.


"Kamu siapa?" tanya pria itu.


Putri Estelle mendongak, melihat pada pria tersebut. Sejenak bertatapan, keduanya pun saling membelalakkan mata.


"Pangeran Arshlan?"


"Putri Estelle?"


Ujar Keduanya memanggil nama satu sama lain bersamaan.

__ADS_1


"Sedang apa putri Noirland yang cengeng dan manja ini di sini?" tanya sang pangeran.


"Aku tidak cengeng dan manja!" protes Putri Estelle.


"Aku tidak peduli! Yang penting di mataku kau itu memang cengeng dan manja!" tukas pangeran tampan. "Eh, sebentar! Kau harus ganti rugi mobilku yang kau rusak!"


"Aku ... aku akan ganti, tapi nanti! Ok! Eh, eh! Tapi ... aku tidak merusaknya, aku hanya ... sedikit menggembesi ban mobilmu," tawar Putri Estelle.


"Tidak bisa! Meski hanya ban mobil yang kau gembesi, kau harus perbaiki sekarang! Aku akan pergi ke Raisilian sekarang juga!"


Srek srek srek


Suara gesekan dedaunan kering dalam hutan menghentikan perdebatan mereka.


Sret


"Sssst! Diamlah ...," bisik Pangeran Arshlan.


Putri Estelle membelalak, apa yang sedang pangeran Arshlan lakukan?


"Tidak ada! Cari Putri Emilda sampai ketemu!" ujar orang-orang berseragam itu.


Mereka tidak mencariku? Batin sang pangeran bertanya-tanya.


Kupikir mereka adalah orang-orang kiriman paman untuk memburuku.


"I-itu ... pasti anggota keamanan Raisilian. Kita bisa minta pertolongan pada mereka," ucap putri Estelle.

__ADS_1


Gadis kerajaan itu sangat gugup ketika tiba-tiba pangeran Arshlan menarik dan memeluknya untuk bersembunyi.


"Kau mengenal mereka?" tanya sang pangeran.


"Eemh!" Putri Estelle mengangguk. "Mereka mengincar kakakku!"


"Kakakmu? Kalau begitu ... mengapa-"


"Ssst! Tidak ada waktu untuk menjelaskan!"


Sang Putri pun langsung pergi dan berlari mengejar para anggota keamanan itu.


"Hei, kalian!" teriak putri Estelle memanggil.


"Yang Mulia Putri Estelle!" seru sang prajurit begitu salah satu dari mereka menoleh.


"Anda baik-baik saja, Tuan Putri?"


"Ya! Aku baik-baik saja. Tapi kakakku, melarikan diri," jawab Sang Putri.


"Hai," sapa pangeran Arshlan pada para prajurit keamanan itu. Ia muncul mengikuti putri Estelle.


"Yang Mulia Pangeran Arshlan, ada keperluan apa yang membawa pangeran ke mari?" tanya sang prajurit keheranan.


"Aku ada sesuatu yang harus kubicarakan dengan Yang Mulia Raja Gerald. Bisakah kalian membantuku? Seseorang yang kehilangan otaknya telah menggembesi dua ban mobilku yang di bagian belakang," jelas Pangeran Arshlan yang membuat Putri Estelle mendelik.


"Sebuah kehormatan bagi kami bisa menolong Tuan Putri dan Pangeran," timpal sang prajurit.

__ADS_1


Pada akhirnya, Putri Estelle dan Pangeran Arshlan mendapat pertolongan dari prajurit Raisilian yang tidak sengaja bertemu dengan mereka.


__ADS_2