
"Bibi, aku ini hanya dayang, pelayan, pengasuh bayi. Mana mungkin aku boleh jatuh cinta pada Yang Mulia Raja?" Eliana menyangsikan ucapan dayang Odeth.
Dayang itu mengangkat alisnya. "Yah, mungkin Nona yang tidak menyadarinya!" Dayang Odeth mencoba untuk ngeyel sesuai dengan kepribadiannya.
"Aku ... aku sadar, kok, Bi! Aku memang tidak menyukai Yang Mulia Raja, mana mungkin itu bisa terjadi." Eliana mengerucutkan bibirnya karena dayang Odeth terus menggodanya.
"Begini saja, Nona!" Sang dayang merasa memiliki ide.
"Bagaimana?"
"Bibi mau tanya, kamu tau putri Estelle, Nona Eli?"
Eliana menggelengkan kepalanya. "Tidak!" jawabnya mantap.
"Yaah," keluh Dayang Odeth. "Putri Estelle, dari Noirland!"
"Oooh, kalau kerajaan Noirland aku tau. Tapi kalau nama Tuan putri itu, aku belum tau sama sekali."
"Ya, sudah! Anggap saja, dia cantik, tinggi, pokoknya sangat pas untuk menjadi Ratu Raisilian. Apa kau rela?" tanya dayang Odeth.
Eliana berpikir sejenak, lalu ia menjawab, "Itu tidak masalah, asalkan sang ratu nantinya jadi memihak rakyatnya!" jawaban Eliana sangat polos.
Dayang Odeth menggeleng-geleng kepalanya lagi. "Bukan begitu maksudku, Nona Eli," jerit dayang Odeth yang tertahan karena gemas.
"Lalu?"
__ADS_1
"Maksud, Bibi ... jika Raja Gerald menikah dengan wanita lain, bagaimana perasaan anda?" Dayang Odeth mengulangi perkataannya.
"Ou, begitu ...." Eliana terdiam, sementara dayang Odeth menanti jawaban dari gadis itu dengan rasa penuh penasaran.
Eliana tak kunjung menjawab, kemudian ia menundukkan kepalanya. Bagaimana rasanya ya ...? Tapi, kenapa rasa sedih itu hadir ketika aku membayangkannya? Bukankah seharusnya aku senang, terutama jika Yang Mulia Raja menikah dengan seorang putri juga. Raisilian akan memiliki Ratu.
"Nona Eli ...?" panggil Dayang Odeth membuyarkan pemikiran Eliana yang sudah menyelam terlalu dalam.
"Ah, i-iya?" Eliana gelagapan.
"Jadi bagaimana?"
"Emmh bagaimana apanya?"
"Perasaan Nona pada Raja Gerald bagaimana?" Dayang Odeth semakin gemas.
"Biar Bibi yang tebak! Nona sedih melihat Raja Gerald menikah dengan orang lain, 'kan?"
Deg
Tebakan bibi Odeth tepat sasaran.
"Sudahlah, Bi! Aku mau tidur! Bayi Kevin juga sepertinya sudah selesai menyusu," ungkap Eliana beralasan.
Gadis itu lalu menyimpan bayi Kevin ke dalam box-nya. Dan merapikan kembali alat SNS nya juga.
__ADS_1
"Jadi benar? Nona mencintai Yang Mulia Raja?" desak bibi Odeth.
"Apaan sih, Bibi? Sudah pergi sana, aku mau tidur." Eliana terdengar merajuk.
"Haha, baiklah, baik, Yang Mulia Ratu Eli," goda bibi Odeth sebelum ia pergi.
Eliana cemberut saat bibi Odeth berkata demikian.
Apa aku pantas menjadi Ratu kerajaan Raisilian. Ya, ku akui, mungkin aku sudah jatuh cinta pada Yang Mulia. Tapi ... ini salah! Seandainya Yang Mulia adalah orang biasa, aku pasti tidak akan terbebani dengan perasaan ini.
Eliana membaringkan tubuhnya pada ranjang tidur, gadis itu menatap langit-langit dan membiarkan pikirannya menerawang.
Sekalipun aku masih menjadi seorang bangsawan, rasanya tidak pantas aku jatuh cinta pada Yang Mulia Raja.
Eliana mencoba menutup matanya dan mengistirahatkan tubuh juga pikirannya.
*
Dini hari di istana kerajaan Raisilian, pasukan Sang Raja pun tiba di istana.
"Pengawal, lakukan semua perintahku!"
"Siap, Yang Mulia!"
Tinggallah dua orang pengawal yang mengikuti Sang Raja untuk menuju ke tempat peristirahatannya. Sementara yang lainnya menuju ke laboratorium utama kerajaan Raisilian.
__ADS_1
Raja Gerald yang tiba dan masuk dalam kamarnya, langsung mendapati keanehan yang terjadi.
"Antony! Kau benar-benar memindahkan Eliana dan bayi Kevin?"